Pelaku Trafficking Harus Dikenakan Pasal Berlapis

Pelaku Trafficking Harus Dikenakan Pasal Berlapis

  Kamis, 25 February 2016 09:39
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PONTIANAK - Kasus perdagangan anak yang berhasil diungkap kepolisian diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku. Untuk memberi efek jera, polisi diharapkan mengenakan pasal berlapis bagi pelaku perdagangan orang tersebut.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kalimantan Barat Alik Rosyad mengatakan, kasus perdagangan orang dengan korbannya anak untuk dijadikan pekerja seks komersial bukanlah sesuatu yang baru.Di Pontianak, kasus tersebut sudah beberapa kali terjadi. Penyebabnya karena faktor ekonomi, gaya hidup, dan ketidakharmonisan hubungan orang tua. “Tidak harmonisnya hubungan orang tua berpengaruh pada pengasuhan anak yang dalam hal ini kurangnya perhatian dan pengawasan,” kata Alik, Rabu (24/2).

Alik menuturkan, mengingat kasus perdagangan orang dengan korban anak bukanlah yang pertama kali, maka pihaknya mengharapkan kepada penegak hukum agar memberi sanksi seberat-beratnya kepada pelakunya.“Aparat penegak hukum baik polisi, jaksa dan hakim harus bersinergi untuk memberi hukuman yang seberatnya kepada pelaku perdagangan orang,” ucapnya.

Menurut Alik, selain Undang Undang Perlindungan Anak, pelaku juga dapat dikenakan Undang Undang Perdagangan Orang. Sehingga dengan pasal-pasal yang ada di dalam dua undang undang tersebut dapat memberi hukuman yang seberat mungkin kepada pelaku.“Ketika ada pelaku perdagangan orang yang divonis berat, maka ini akan menjadi pelajaran bagi pelaku lainnya agar berpikir ulang untuk melakukan perbuatannya,” sambungnya.

Kasus perdagangan di lingkungan hotel, dia menambahkan, seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Khususnya pengelola hotel yang dapat melakukan antisipasi kasus tersebut terjadi dengan lebih teliti menerima tamu yang berpotensi melakukan kejahatan yang mengancam masa depan anak.Sebelumnya, dua orang anak beserta satu wanita dewasa menjadi korban perdagangan orang. Mereka dijual oleh seorang mucikari kepada pengunjung hotel dengan tarif  sekali kencan Rp600 ribu. Pada Senin malam, (22/2) pukul 23.00.

Kasus perdagangan orang dengan korbannya dua anak tersebut berhasil terungkap, berkat kerja cepat polisi merespon laporan masyarakat. Para korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke Mapolresta sebelum jasanya digunakan.Tidak hanya berhasil menggagalkan, polisi pun berhasil menangkap pelaku perdagangan orang  yakni Very, warga Pontianak Selatan. Ia ditangkap di hotel sesaat mengantar korban dan menerima uang pada Senin malam (22/2) pukul 23.00.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean membenarkan pengungkapan kasus perdagangan orang di lingkungan hotel tersebut. “Ada empat orang yang kami amankan, satu orang mucikari, yakni Very dan tiga orang korbannya, dua diantaranya anak di bawah umur,” Selasa (23/2).Andi menuturkan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak mendapat informasi dari masyarakat mengenai adanya orang yang mencurigakan yang  diduga memperjualbelikan pekerja seks komersial.

Dari informasi itu, lanjut dia, tim langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di hotel tersebut. Tepatnya di lantai dua, ditangkaplah pelaku perdagangan orang yang baru saja menerima uang untuk dari anak dan wanita yang dijual kepada pengunjung hotel “Di lantai dua, selain tersangka juga ada tiga orang korban, malam itu semuanya langsung kami amankan di Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan,” ucap Andi Yul. (adg)

Berita Terkait