Pelaku PNPM Selakau Ditahan

Pelaku PNPM Selakau Ditahan

  Rabu, 22 June 2016 10:06
DITAHAN: Kepala Kejaksaan Cabang Negeri Pemangkat Tony S Sahertian dengan tiga tersangka. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS - - Kejaksaan Cabang Negeri (Kecabjari) Pemangkat menahan tiga mantan pelaku PNPM M.Pd yang sekaligus pengurus UPK Kecamatan Selakau Selasa (21/6) kemarin.

“Ketiganya UY, JN, dan DD dibawa ke Lapas Pontianak. Para tersangka ini tersandung dugaan penyelewengan dana perguliran simpan pinjam yang merupakan bagian program PNPM MPd di Selakau dari tahun 2009 hingga tahun 2011,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Pemangkat, Tony S Sahertian SH didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novantoro Catur P, SH. Tampak juga hadir salah satu penasehat hukum salah satu tersangka DD.

Kasus ini mulai bergulir sejak tahun 2015 silam di kejaksaan dengan dibuatnya sprindik diterbitkan 5 Januari 2015, dimana Sprindik Nomor 1 atas nama tersangka berinisial UY dimana dalam kasus ini mantan Ketua UPK PNPM MPd Kecamatan Selakau. Sprindik Nomor 2 atas nama tersangka berinisial JN, mantan Bendara UPK PNPM MPd Kecamatan Selakau. Sprindik Nomor 3 atas nama tersangka berinisial DD selaku ketua Badan Pengawas UPK (BPUPK).

Karena berdasarkan hasil audit investigasi BPK tahun 2014 atas permintaan kejaksaan cabang negeri Pemangkat ditemukan adanya penyelewengan dana perguliran Simpan pinjam perempuan PNPM MPd untuk Kecamatan Selakau sebesar Rp 1,5 Milyar. Meskipun, dalam  perjalanan waktu sudah ada pengembalian uang negara kurang lebih Rp 800-an juta sisanya Rp 700-an juta menjadi kerugian negara yang diselewengkan ketiga tersangka tersebut dan harus dipertanggungjawabkan. Modusnya adalah dana simpan pinjam perempuan digunakan untuk kepentingan pribadi. Kemudian sebagai pertanggung jawabannya menggunakan kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) fiktif.

Diduga "perampokan berjamaah" atas uang negara ini sudah direncanakan sejak awal, sehingga muncullah pencarian dana PNPM-MPd melalui kelompok SPP fiktif.

Sebelum penahanan para tersangka, Kejaksaan Cabang negeri Pemangkat sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sekitar 20-an orang saksi yang diperiksa. Terhadap ketiga tersangka ini dikenakan

Primair pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UURI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi sbagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 ttg perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 ttg pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.‎

‎Subsidair pasal 3 jo pasal 18 UURI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi sbagaimana telah diubah dan dtambah dgn UU RI No 20 tahun 2001 ttg perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Karena ketiganya menyalahgunakan keuangan negara. Dimana diduga masing-masing tersangka UY harus mempertanggungjawabkan uang senilai Rp 340 juta yang diduga diselewengkan, sementara JN sekitar Rp 120 juta, dan DD Rp 190-an juta. (har)

Berita Terkait