Pelajar SMP Terlindas Truk

Pelajar SMP Terlindas Truk

  Kamis, 29 Oktober 2015 09:39
news.okezone.com

Berita Terkait

PONTIANAK- Seorang pelajar bernama Bagus Yupiadi (16), tewas terlindas truk di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, di depan Kantor PLTD Siantan, Rabu, (28/10). Korban menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi KB 2402 HA. Bersama teman sebayanya, Yoan Candara, korban yang rencananya akan pergi sekolah itu mengalami kecelakaan hingga menyebabkan ia meninggal dunia, sementara temannya mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polresta Pontianak AKP Wahyu Jati Wibowo membenarkan kasus kecelakaan antara pelajar dan truk dengan nomor polisi KB 9845 HJ. “Korban yang meninggal pengemudi motor, sementara korban luka ringan penumpang,” kata Wahyu. Wahyu menjelaskan kasus kecelakaan tersebut sudah diselidiki, dari hasil pemeriksaan terhadap saksi, didapatkan keterangan bahwa saat itu sepeda motor yang dikendarai korban dari arah Batu Layang menuju Siantan hendak pergi ke suatu tempat bersama temannya.

Di depan kantor PLTD Siantan, lanjut Wahyu, pengemudi motor hendak mendahului truk. Namun pada saat memotong laju mobil, secara tiba-tiba sepeda motor oleng dan terjatuh hingga menyebabkan pengendara motor, Bagus Yupiadi terjatuh ke sebelah kanan sementara penumpangnya jatuh ke sebelah kiri.Akibatnya, Wahyu menambahkan, pengendara sepeda motor sehingga pengendara sepeda tertabrak truk. “Kedua korban saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit, namun karena pengedara mengalami luka berat, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Sementara temannya hanya mengalami luka ringan,” terangnya.Maraknya kasus kecelakaan yang melibatkan anak atau pelajar, Wahyu mengatakan hal tersebut harus menjadi pelajaran bagi orang tua, agar tidak memberikan kendaraan kepada anak. “Jelas anak tidak diizinkan menggunakan kendaraan, maka sudah seharusnya orang tua tidak memberikan sepeda motor dengan alasan apapun,” tuturnya.

Wahyu menyatakan bahwa sebenarnya polisi selalu melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai larangan dan bahaya menggunakan kendaraan oleh anak. “Selain sosialisasi, penindakan juga kami lakukan. Sekarang orang tua harus sadar, bahwa memberikan izin anak menggunakan kendaraan membahayakan keselamatannya dan orang lain,” pungkasnya.Pihaknya juga terus melakukan razia terhadap kendaraan bermotor di wilayah Pontianak. Wahyu tidak hanya menargetkan pelanggaran lalu lintas di jalan, juga kendaraan tanpa surat sah, diduga hasil kejahatan. Sejak operasi dimulai sampai dengan saat ini, lanjut Wahyu, jumlah surat tilang yang dikeluarkan 596, barang bukti yang diamankan sepeda motor 124 unit, STNK 324 lembar, 160 lembar SIM. "Barang bukti nantinya akan dihadirkan dipersidangan. Untuk motor harus membawa surat kendaraan yang sah," tegasnya.

Wahyu menjelaskan operasi digelar di Pontianak dan Kubu Raya. Dalam pelaksanaannya, sebenarnya polisi tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Adapun pelanggaran yang kerap ditemukan, dia menambahkan, tidak membawa surat kendaraan, SIM, berboncengan lebih dari dua, melawan arus, dan menggunakan alat komunikasi saat berkendara.Wahyu mengingatkan masyarakat tidak perlu takut ketika polisi menggelar razia, jika selama berkendara membawa surat lengkap, mengantongi SIM, dan tidak melanggar aturan lalu lintas. "Kami juga menargetkan kendaraan yang tidak memiliki surat sah," terang mantan Kasat Lantas Kapuas Hulu.

Dia mengatakan memang sampai saat ini belum ada ditemukan kendaraan yang dimaksud. Yang jelas, tujuannya adalah untuk membantu  satuan lainnya dalam pengungkapan terhadap kasus kejahatan kendaraan tanpa memiliki surat sah. "Saya mengimbau kepada masyarakat agar jangan takut dan lari saat dirazia, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas," imbaunya. (adg)

Berita Terkait