Pelajar SD Pelita Cemerlang Juara World Creativity Festival

Pelajar SD Pelita Cemerlang Juara World Creativity Festival

  Kamis, 5 November 2015 08:19
JUARA: Sanika Putra Ramadan Aminullah (kanan) bersama rekan satu timnya dalam World Creativity Festival. IST

Hanya bermodalkan ember, pasir, dan kaleng, Sanika Putra Ramadan Aminullah berhasil membuat lemari es tanpa listrik. Temuan ini pun membawa pelajar kelas 6 SD Pelita Cemerlang Pontianak ini meraih juara 3 ajang World Creativity Festival 2015 di Korea Selatan pada akhir Oktober lalu. Ia mengalahkan puluhan peserta dari negara lainnya di Benua Asia. CHAIRUNNISYA, Pontianak

SANIKA tersenyum ramah ketika ditemui di sekolahnya, Rabu (4/10). Ketika itu ia baru selesai berolahraga. Tubuhnya masih berkeringat. Rambutnya sedikit acak-acakan.“Ia baru selesai main basket,” ujar Retno, guru mata pelajaran IPA SD Pelita Cemerlang.Ketika ditanya mengenai prestasi yang diraihnya, Sanika pun bercerita dengan lugas. Ia menuturkan secara rinci perlombaan yang diikutinya, yakni World Creativity Festival 2015 di Korea Selatan. Lomba ini diselenggarakan oleh Korea Advanced Institue and Technology (KAIST) di Daejon pada 17 dan 18 Oktober lalu.

“Alhamdulillah saya mendapat juara tiga,” kata Sanika.Menurut Sanika, dalam ajang tersebut ada 12 peserta dari Indonesia. Ia merupakan satu-satunya peserta dari Kalimantan Barat. Putra kedua dari Aris Aminullah dan Anisa Rahim Setiadi ini satu tim dengan Arya Nardhana Syariendrar, pelajar SD Al Azhar 14 Semarang.Sanika bersama rekan satu timnya membuat lemari pendingin tanpa es. Ide ini diperoleh Sanika ketika melihat sang nenek berbelanja sayur. Nenek Sanika sering berbelanja sayur pada pedagang keliling. Pedagang tersebut tak hanya menjual sayur, melainkan juga buah-buahan.

Lantas ia pun melakukan eksperimen agar buah-buahan itu tetap segar dalam suatu tempat sejenis lemari pendingin tetapi tanpa listrik. Dengan bermodalkan ember, pasir, dan kaleng, ia pun mencoba membuatnya.“Saya gunakan ember, pasir, air, kaleng, plastik wrap, sekop kecil,” kata Sanika yang juga didampingi Kepala SD dan SMP Pelita Cemerlang, Nurhayati.Cara membuatnya yakni pasir sebanyak tiga kilogram dimasukkan ke dalam ember. Kemudian ia meletakkan kaleng, air, dan buah. Selanjutnya ditutup dengan plastik wrap. “Kami menggunakan sistem konduksi dan evaporasi,” ujar bocah kelahiran 13 November 2004 ini.

Ajang World Creativity Festival ini menjadi pengalaman berkesan bagi Sanika. Selain berhasil meraih juara 3, ia bertemu pelajar dari berbagai negara diantaranya China, Malaysia, Hongkong, Korea, Taiwan, dan Arab Saudi.Sanika mengemukakan dirinya sangat menyenangi pelajaran IPA sejak kecil. Apalagi ketika praktikum. Ia bisa membuat berbagai eksperimen.”Banyak yang saya buat dari umur tujuh tahun. Tetapi barangnya apa saja, sudah lupa,” katanya sambil tertawa.Kepala SD dan SMP Pelita Cemerlang, Nurhayati mengatakan sekolahnya tak hanya membina siswa dalam hal akademik, melainkan juga minat dan bakatnya. Siswa-siswa yang berbakat akan dikoordinasikan dengan guru pembimbingnya.“Nantinya dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya. (*)