Pelajar Rentan Terpengaruh

Pelajar Rentan Terpengaruh

  Senin, 10 Oktober 2016 08:48

Berita Terkait

Lomba Upacara Pelajar

PUTUSSIBAU – Nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) warga Kapuas Hulu di perbatasan negara ini, sudah tidak diragukan lagi. Kendati demikian, bukan berarti mereka tak rentan terhadap pengaruh budaya luar, terutama generasi muda. Diperlukan upaya ekstra untuk menanamkan nasionalisme dan kecintaan terhadap negara ini.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Kabidpora) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kapuas Hulu, Abang Edi Suparman, mengkhawatirkan para pemuda yang berada di wilayah perbatasaan Indonesia – Malaysia, sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar. Menurut dia, diperlukan upaya ekstra untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap negara dan bangsa sejak dini. Oleh karena itu, dia menambahkan, Disdikpora setiap tahunnya mengadakan lomba tata upacara pengibaran bendara di sekolah, khusus untuk para siswa/siswi. Lomba yang mereka gelar ini sendiri diikuti sekolah yang ada di Kapuas Hulu, mulai dari tingkatan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat. "Kami mengundang semua sekolah di Kapuas Hulu, mulai dari SD, SMP, dan SMA sederajat," jelasnya, kemarin.

Dikatakannya, lomba tata upacara pengibaran bendera tersebut secara keseluruhan diikuti 20 tim yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Putussibau. Kegiatan ini sendiri, menurut dia, berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu (8 – 9 Oktober). "Dalam kegiatan ini, kami tak memaksa setiap sekolah untuk datang mengikuti kegiatan ini. Tinggal bagaimana kesadaran dari sekolah," ungkapnya.

Dijelaskan dia bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk penanaman jiwa nasionalisme kepada para pemuda. "Harus ditanamkan kepada mereka NKRI harga mati!” tandasnya.

Edi juga mengungkapkan bahwa lomba upacara yang mereka gelar tersebut dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Diakui dia, kesadaran nasionalisme pemuda Kapuas Hulu sudah masuk dalam kategori baik, tetapi harus perlu terus menerus ditingkatkan.

Peningkatan tersebut, menurut dia, bisa dilakukan dengan berbagai pembinaan, salah satunya perlombaan yang mereka gelar tersebut. Dia mengaku, berdasarkan hasil pelaksanaan sejak dua tahun lalu, pemahaman para pemuda terhadap ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, khusus untuk wilayah perbatasan sudah agak lumayan. “Sudah cukup baik pemahamannya," katanya.

Edi mengungkapkan rencana mereka ke depan, untuk mengadakan kegiatan serupa di wilayah perbatasan, bila kondisi dana yang ada mendukung. “Ke depan kami akan selenggarakan lomba pengibaran bendera Merah Putih di perbatasan,” ucapnya.

Untuk itu ia sangat berharap dengan kegiatan ini, setiap sekolah rutin melaksanakan upacara pengibaran bendara di setiap Senin. (aan)

 

Berita Terkait