Pelajar Nongkrong di Warkop Dirazia

Pelajar Nongkrong di Warkop Dirazia

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:40
DIANGKUT PETUGAS: Sejumlah pelajar SMA asal Kubu Raya saat diangkut petugas Satpol PP Kota Pontianak, Senin (1/8). Petugas membekuk sembilan siswa di warnet saat jam sekolah. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak mengamankan sembilan siswa asal SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kubu Raya, yang kedapatan berada di warung kopi saat jam sekolah, Senin (1/8) pagi. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan pemanggilan pihak sekolah.

Kabid P3 Satpol PP Kota Pontianak Sumardi menjelaskan, ini merupakan kegiatan rutin Satpol PP, yaitu melakukan razia pagi hari pada anak sekolah dan juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nongkrong di warung kopi di seluruh wilayah Pontianak.

“Kebetulan pagi ini di Warkop Gubuk Jalan Ketapang kedapatan sembilan pelajar SMAN 1 Sungai Raya ini, ada delapan laki-laki dan satu perempuan, untuk penyelesaiannya kami panggil pihak sekolah,” ungkap Sumardi.

Sebenarnya lanjut dia, jika pelajar yang kedapatan berada di warkop tersebut adalah pelajar Kota Pontianak, maka selain pihak sekolah, orang tua masing-masing juga akan dipanggil. “Karena ini pelajar luar, hanya pihak sekolah yang datang mempertanggungjawabkan. Kami bikinkan berita acara jangan sampai mengulangi perbuatan seperti ini,” ujarnya.

Sumardi pun mengimbau, kepada seluruh pihak sekolah serta Dinas Pendidikan, agar bersama-sama memperhatikan anak–anak didiknya. Jangan sampai saat jam sekolah berkeliaran di jalanan atau kongko di warkop. “Apalagi menggunakan pakaian seragam sekolah,” ucapnya. 

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA Negeri 1 Sungai Raya Syarif Faisal hadir menjemput pelajar tersebut. Ia mengaku berterima kasih karena pihak Kota Pontianak telah membantu penertiban. “Tanpa ada kejadian ini pun setiap ada pelanggaran siswa tetap kami bina,” ucapnya.

Menurutnya, kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi. Hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan kepala sekolah dan guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP). “Rencananya siswa ini akan kami kumpulkan dulu, besok orang tuanya juga akan dipanggil, mudah-mudahan masih bisa dibimbing,” katanya.

Melihat alasan mereka karena terlambat, menurutnya aturan sekolah yang bersangkutan, tiap pukul 07.00 pagar sudah ditutup. Bagi pelajar yang terlambat diarahkan pulang ke rumah. Jika sampai tiga kali terlambat, orang tua siswa akan dipanggil. 

“Aturan ini sudah berlaku bertahun-tahun, apalagi ini rata-rata siswa kelas 12, mereka harusnya sudah memahami tentang aturan dan tata tertib di sekolah,” imbuhnya. 

Untuk sanksi bagi kesembilan pelajar ini masih akan dikoordinasi dulu dengan pihak sekolah. Sanksi paling berat bisa dilakukan pemindahan sekolah. “Jika masih bisa dibina maka akan dibina,” katanya.

Dia pun mengimbau agar para siswa tidak dengan sengaja memanfaatkan aturan tersebut. “Jangan sengaja terlambat agar bisa keluar dari sekolah, yang pasti orang tuanya akan kami panggil,” pungkasnya.(bar) 

Berita Terkait