Pelajar Masih Tak Jera

Pelajar Masih Tak Jera

  Selasa, 3 May 2016 09:27
TERJARING: Sejumlah pelajar asal Kubu Raya terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Senin (2/5). Mereka terjaring razia saat bersantai di warung kopi usai mengikuti upacara Peringatan Hari Pendidikan. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Diangkut Pol PP Saat Nongkrong Di Warung Kopi 

PONTIANAK - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Syarifah Adriana berang melihat kelakuan beberapa pelajar yang bersantai di warung kopi, Jalan Siam, Senin (2/5) pagi. Bukan langsung pulang ke rumah, di hari pendidikan itu, mereka memilih santai di warkop mengenakan pakaian sekolah. Mereka diangkut Pol PP. 

"Ini kegiatan rutin. Kami selalu melakukan pemantauan tiap hari di warung kopi. Jika ada anak sekolah nongkrong, ya diangkut. Ini ditemukan delapan anak bersantai di warkop," ujarnya, kemarin.

Pemerintah Kota Pontianak tidak membiarkan pelajar santai di warkop. Mereka yang terjaring dibawa ke kantor Satpol PP Kota Pontianak untuk pendataan. Adriana memanggil pihak sekolah dan orang tua masing-masing untuk memberi pengarahan dengan tujuan perbuatan ini tak terulang kembali. "Kami akan telusuri ini. Kejadian ini telah dilapor ke wali kota," terangnya. 

Dia juga memperingatkan pemilik warkop untuk tidak menerima pelajar mengenakan seragam nongkrong ke warkop. Jika masih diulang ia tak segan-segan mencabut izin usahanya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kota Pontianak itu mengimbau masyarakat, apabila ada anak sekolah nongkrong di warkop ketika jam belajar dapat melapor untuk ditindaklanjuti.

Pengunjung warkop, Taher menyayangkan kejadian ini terjadi.  “Saya datang sekira pukul delapan pagi, anak-anak sudah ada di sini. Saya tahu ini hari pendidikan, dan anak-anak pulang awal, namun kenapa malah santai di warkop, jika mau keluar, harusnya pulang dan ganti pakaian dulu," ucapnya.

Kejadian ini mesti jadi perhatian. Meski siswa pulang awal, harusnya pihak sekolah dapat memberi tahu ke pelajar agar tidak keluyuran apalagi mengenakan pakaian sekolah. 

Ia berharap monitoring pihak terkait terus dilakukan agar ke depan tidak ada anak sekolah nongkrong di warkop selama jam sekolah. Agar tak terulang, Dinas terkait dan sekolah harus memberi sanksi. Intinya ini jadi pelajaran bagi pelajar, sekolah tempatnya mengenyam pendidikan dan Dinas terkait.

Ketua DPRD Kota Pontianak melihat kejadian ini kerap terulang. Pelajar seolah tak jera meski sudah diangkut Pol PP. "Sebenarnya beberapa kejadian lalu jadi cambuk bagi pelajar agar tak mengulangi perbuatan ini. Jam belajar masak nongkrong di warkop, wajar diangkut Pol PP. Orang tua dan sekolah mesti dipanggil," tegasnya.

Diketahui pelajar ini dari Kubu Raya. Dalam penanganannya harus ada koordinasi dari Pemkot Pontianak dan Pemkab Kubu Raya. Dia berharap kejadian ini tak terulang. Pemilik warkop jangan menerima pelajar menggunakan seragam. Kalau perlu dinas terkait menempel pengumuman pelarangan pelajar nongkrong ketika jam sekolah di warkop. 

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi razia yang dilakukan Satpol PP Kota Pontianak kepada sejumlah pelajar yang terbukti membolos dan nongkrong di warkop. “Ini rutin dilakukan dan harus terus berjalan,” katanya, Senin (2/5).

Menurutnya, Pemkot Pontianak tidak akan pandang bulu dari daerah mana pun pelajar itu berasal. “Tetap akan disanksi, tidak boleh, karena mereka menggunakan seragam sekolah, saat jam belajar pula. Ini bisa membawa citra buruk bagi seluruh pelajar,” tegasnya.

Untuk itu dirinya juga mengajak seluruh pihak bisa bekerjasama dalam rangka menertibkan para pelajar ini. Siapapun boleh melaporkan langsung jika menemukan siswa-siswi menggunakan seragam yang bolos saat jam belajar. Mengingat pengawasan dari pihak terkait tentu ada keterbatasan. “Kami pun akan imbau ke pihak sekolah untuk memberikan sanksi kepada pelajar tersebut,” katanya.(iza/bar)

Berita Terkait