Pelajar Gunakan Masker ke Sekolah

Pelajar Gunakan Masker ke Sekolah

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
PADAMKAN API: Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Pontianak, terlihat sejumlah pemadam kebakaran sedang memadamkan api di lahan kosong di Jalan Budi Karya, Rabu (24/8). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi mengatakan munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan beberapa hari ini menurutnya belum mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Ia mengimbau pelajar menggunakan masker ketika pergi sekolah. Meski aktivitas normal, bagi sekolah yang terletak di wilayah dekat kebakaran lahan kebijakan aturan dikembalikan ke sekolah masing-masing.  

“Kabut asap belum masuk taraf mengkhawatirkan. Kegiatan belajar mengajar tetap seperti biasa, tak ada libur sekolah. Asap muncul pada pagi dan malam hari, kalau siang tak begitu pekat, jadi tak terlalu mengganggu pelajar,” ujarnya, Rabu kemarin.

Mengenai kualitas udara, ia masih menunggu masukan BLH Kota Pontianak. Untuk menetapkan siswa libur dijelaskan juga tak sembarangan, karena harus seizin wali kota. Apabila udara masuk kategori tidak sehat barulah seperti kejadian tahun lalu bisa saja sekolah kembali diliburkan. Namun ia harap kejadian kabut asap tak seperti tahun kemarin, karena jika pelajar libur dampaknya mereka ketinggalan pelajaran. 

Anggota DPRD Kota Pontianak Anwar Ali melihat dampak kebakaran lahan banyak pengaruhnya. “Sore, malam dan pagi kabut asap mulai nampak. Kalau pekat malam hari. Kalau tak perlu-perlu benar ada baiknya di rumah saja,” terangnya.

Jika kabut asap semakin parah, ada baiknya kegiatan belajar mengajar sekolah  hendaknya diliburkan saja seperti tahun lalu. “Kita tak mau pingsannya beberapa pelajar di SMK 5 karena sesak napas akibat kabut asap terulang kembali. Pihak sekolah dan guru juga harus sigap melihat situasi ini,” ucapnya.

Pemerintah telah mendatangkan air tractor milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai antispasi peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan. 

"Kami sedang mengupayakan air tractor," ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar Sustyo Iriyono, kemarin.

Air tractor sebuah pesawat pertanian bermesin turboprop sayap rendah (low wing) yang juga dapat diadaptasi menjadi pemadam kebakaran atau versi bersenjata.

Menurut Sustyo, saat ini antisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan dilakukan water bombing dengan menggunakan helikopter BELL-412 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

"Sampai hari ini sudah empat hari beroperasi dengan titik api prioritas di sekitar Bandara Supadio dan Pontianak. Intinya menyelamatkan bandara dari kepungan asap," kata Sustyo.

Sementara itu intensitas kebakaran hutan dan lahan beradasarkan situs www.sipongi.menlhk.go.id yang terjadi di Kalimantan Barat terus mengalami peningkatan, yang sebelumnya terdeteksi  pada 11 Agustus 2016 s/d 17 Agustus 2016 sebanyak 275 hotspot, naik menjadi 488 hotspot pada 18 Agustus 2016 s/d 24 Agustus 2016. 

Jika dilihat dari data hot spot, Kalimantan Barat menduduki posisi pertama secara nasional, dengan jumlah hot spot sebanyak 488 hotspot. Di susul Provinsi Riau dengan jumlah hot spot 124 hotspot, yang sebelumnya terdeteksi sebanyak 347 hotspot. 

Di sisi lain, kebakaran lahan kembali terjadi di Pontianak. Kebakaran lahan kali ini terjadi di tengah-tengah pemukiman dan pusat bisnis, di Jalan Budi Karya, Pontianak.

Api terus membasar dan menghanguskan pohon dan rerumputan di lahan kosong tersebut. Beruntung, petugas pemadam kebakaran bertindak cepat dan bisa menguasai api sebelum merembet dan menghanguskan pemukiman warga.    

Di lokasi lain, di Desa Rasau Jaya II, patok 50 (60 km dari Pontianak), lahan yang terbakar cukup besar hampir 200 hektare. Lahan tersebut milik warga.

"Sebenarnya kami sudah banyak melakukan upaya dan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," kata Suhadi, Kabid Humas Polda Kalbar, kemarin.

Terkait penegakan hukum, kata Suhadi, sampai dengan hari ini jumlah orang yang dimintai keterangan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan sebanyak tujuh orang, dari jumlah tersebut tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sementara itu yang lainnya masih dalam penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka, tergantung  dari hasil pemeriksaan dan bukti bukti yang ada," katanya.(iza/arf)

Berita Terkait