Pelabuhan Penyeberangan Paloh

Pelabuhan Penyeberangan Paloh

  Selasa, 24 May 2016 09:30
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS – Pelabuhan penyeberangan Sumpit – Cermai di Kecamatan Paloh yang menelan sekitar Rp80 miliar dana APBN, akan segera diresmikan oleh Dirjen Kementerian Perhubungan, Kamis (26/6) nanti.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sambas, Zainal Abidin mengatakan pelabuhan penyeberangan sudah seratus persen diselesaikan. Yakni ada dermaga, kantor serta surau di tempat tersebut. 

“Pelabuhan penyeberangan Sumpit Cermai di Kecamatan Paloh akan diresmikan Kamis (26/6). Dirjen dari Kementerian perhubungan direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut,” kata Zainal Abidin, Senin (23/6). 

Untuk mempersiapkannya, pada Senin pihaknya menggelar rapat mengenai persiapan kegiatan peresmian pelabuhan penyeberangan. Zainal menyebutkan untuk pembangunan. Keseluruhannya, menggunakan anggaran dari pusat atau APBN. Diperkirakan anggaran yang telah digunakan sebesar Rp80 miliar, dengan dibagi pelabuhan penyeberangan Cermai Rp40 miliar plus Sumpit Rp40 Miliar.

“Anggaran dari Satker di Kementerian perhubungan,” katanya.

Anggaran yang turun pun secara bertahap. Untuk pelabuhan penyeberangan Sumpit, anggaran turun pada 2012, 2013 dan 2014. Sementara untuk Pelabuhan penyeberangan Cermai 2013, 2014 dan 2015 meski tanpa menyebutkan besaran tiap tahun anggarannya.

“Sebenarnya untuk yang pelabuhan penyeberangan Cermai selesai pada 2015. Kemudian Sumpit  selesai pada 2014. Jadi untuk nanti itu, tinggal peresmiannya saja. Nanti Dirjen dari Kementerian akan menggunakan helikopter saat datang ke lokasi dan landing di Merbau," kata Zainal.

Pada saat yang sama, sebutnya, juga akan diresmikan penggunaan Kapal Penyeberangan berkapasitas 150 GT, Binaun yang akan dikelola ASDP. 

“Kapal itu juga dari Kementerian, namun untuk pengoperasiannya oleh ASDP," katanya. Kapal yang ada, sebutnya, setiap hari akan melayani penyeberangan baik orang maupun barang. Selama ini (sebelum ada pelabuhan dan kapal penyeberangan ini). Masyarakat menggunakan kapal tradisional. Sehingga, adanya pelabuhan dan kapal penyeberangan ini akan sangat membantu masyarakat. 

“Ini merupakan salah satu program pengembangan kawasan perbatasan. Sehingga adanya sarana tersebut, mempermudah masyarakat ke Temajuk yang merupakan salah satu daerah perbatasan," katanya. 

Diharapkan adanya sarana itu. Dapat menunjang sektor ekonomi, pariwisata serta lainnya. Lantaran, beberapa daerah di perbatasan sangat potensial hasil pertanian, wisata alam serta lainnya. 

"Sektor wisata juga akan ditunjang dengan adanya sarana dan prasarana ini. Terlebih di Temajuk merupakan daerah dengan kekayaan alam yang sangat menjanjikan," katanya.

Sebelumnya, Zainal Abidin menyatakan, Pelabuhan penyeberangan tersebut sudah bisa dioperasikan. Hanya pihaknya, sebelumnya masih menunggu survei penyesuaian tinggi rendahnya air dari konsultan karena kapal ferry dianggap sangat tinggi untuk bersandar. (fah)

Berita Terkait