Pelabuhan Kuala Dangkal, Air Surut Kapal Banyak Kandas

Pelabuhan Kuala Dangkal, Air Surut Kapal Banyak Kandas

  Sabtu, 21 May 2016 09:34

Berita Terkait

Dangkalnya aliran sungai Kuala sudah lama terjadi. Tapi, terkesan diabaikan. Kian bertambahnya sendimen yang tak pernah dinormalisasi mengakibatkan bongkar muat kapal barang menjadi terhambat.

Airin Fitriansyah, SINGKAWANG

BEBERAPA kapal dengan bobot sedang pun terlihat tertahan. Tak bergerak. Lumpur seolah mencengkram bodi kapal dan menunggu air pasang dan mengapungkan bodi kapal yang terjebak lumpur.

Begitu menjadi pemandangan setiap hari. Terutama saat air surut.

Karenanya diharapkan dukungan pemerintah daerah dan pusat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Bahkan, sejumlah masyarakat meminta perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait dangkalnya aliran sungai kuala di wilayah Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang.

"Kami minta perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk normalisasi sungai kuala. Karena ada beberapa kapal barang kandas di wilayah filter pelabuhan laut Kuala," ucap Rio, warga Singkawang Barat Rio, Jumat (20/5) kepada media ini.

Dia mengatakan permasalahan pelabuhan sangat penting untuk membangun perkembangan kemajuan perekonomian masyarakat.

Apalagi aliran sungai Kuala menjadi akses paling utama bagi kapal barang maupun kapal nelayan dalam melakukan bongkar muat barang yang dihasilkan.

Ia menuturkan selama ini pembangunan pelabuhan kuala belum mendapatkan tanggapan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dikarenakan kebijakan analisis pembangunan pelabuhan Kuala, sehingga secara administratif pelabuhan Kuala berada pada wilayah kerja Pelabuhan Sintete yang merupakan bagian cabang Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Pontianak.

"Pelabuhan kuala ini sudah lama berdiri. Jangan sampai pembangunan pelabuhan Kuala tidak diaktifkan pihak terkait. Ini salah satu bagian aset dari pelabuhan yang dimiliki  kementerian perhubungan laut. Hal ini sangat penting dalam mempercepat pembangunan dan perekonomian masyarakat di Kota Singkawang," terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang Sumastro menambahkan bahwa pihaknya tidak diam dalam memperjuangkan pembangunan pelabuhan Kuala yang saat ini menjadi bagian wilayah kerja pelabuhan Sintete Cabang Pelindo II Pontianak di Kota Singkawang.

"Selama ini kami terus berkoordinasi dengan kementerian perhubungan terkait persoalan pelabuhan kuala. Hingga saat ini hasil koordinasi kita ditanggapi oleh kementerian perhubungan terkait tingkat kelayakan pelabuhan kuala," ucapnya.

Dia menyampaikan, dalam mengajukan pembangunan maupun normalisasi aliran sungai kuala diperlukan dukungan dari semua pihak. Terutama kebijakan pembangunan pelabuhan kuala yang berada pada kementerian perhubungan di wilayah Kerja Pelabuhan Sintete Cabang Pelindo II Pontianak yang berada di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas.

Ia menyatakan bahwa status pelabuhan kuala merupakan konektifitas filter wilayah kerja Pelabuhan Sintete. Sehingga pihak pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang hanya bersifat koodinatif dalam bentuk pengusulan kepada pihak terkait tentang studi kelayakan pelabuhan kuala yang berada di Kota Singkawang.

"Sejak tahun 2014 sampai 2016, rangkaian pengkajian dan analisa pelabuha kuala, tahap demi tahap sudah kita laksanakan. Hasil studi kelayakan dinilai bahwa pelabuhan kuala masih layak digunakan sebagai pelabuhan laut," terangnya.

Sumastro menanggapi permasalahan pelabuhan kuala diperlukan kajian lebih mendalam dalam rencana pembangunannya tersebut. Yakni struktur tanah maupun struktur kedalam aliran sungai Kuala perlu menjadi kajian kelayakan. Sehingga pembangunan pelabuhan Kuala yang direncanakan ini bisa berjalan maksimal dan bisa direalisasikan hingga tahun anggaran 2017 mendatang.

Dia menerangkan selama ini masyarakat jangan salah menilai tentang pelabuhan kuala kurang diperhatikan oleh kebijakan pemerinta Kota Singkawang. Padahal pihanya sudah berusaha melakukan yang terbaik terkait rencana pembangunan pelabuhan kuala tersebut. Namun kebijakan pembanguna pelabuhan berada pada Kementerian Perhubungan melaui Dirjen Perhubungan Laut.

Sehingga dibutuhkan analisa mendalam tentang pelabuhan kuala dengan cara melewati  tahapan demi tahapan kajian rancangan pembangunan pelabuhan kuala di wilayah Kota Singkawang.

"Kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus bisa memahami dan memaklumi bahwa pelabuhan kuala saat ini berada pada status filter wilayah kerja dari Pelabuhan Sintete. Tapi rencana pembangunan pelabuhan kuala masih menunggu anggara tahun 2017 mendatang. Semoga saja pembangunan pelabuhan kuala bisa terealisasi sesuai persetujuan dari kementerian perhubungan terkait," imbuhnya. (*)

Berita Terkait