Pekan Promosi, Kuliner dan Seni Budaya , Kembangkan Pontianak Sebagai Kota Jasa

Pekan Promosi, Kuliner dan Seni Budaya , Kembangkan Pontianak Sebagai Kota Jasa

  Kamis, 18 February 2016 08:08
DIBUKA : Wali Kota Pontianak Sutarmidji disambut dengan atraksi barongsai saat membuka pekan promosi, kuliner dan seni budaya Festival Cap Go Meh 2567.IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Rangkaian perayaan Festival Cap Go Meh 2567 dimulai dengan dibukanya pekan promosi, kuliner dan seni budaya di sepanjang Jalan Diponegoro, mulai Rabu (17/2) hingga Senin (22/2). IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Dengan diresmikannya pekan promosi, kuliner dan seni budaya, seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka Festival Cap Go Meh 2567 dipusatkan di Jalan Diponegoro. Wali Kota Pontianak Sutarmidji hadir langsung dalam pembukaan dan sekaligus menandai dimulainya even tahunan Kota Pontianak ini, Rabu (17/2).

Kedatangan Wali Kota Pontianak ke lokasi disambut meriah dengan atraksi barongsai, naga dan tarian tiga etnis yaitu dayak, melayu dan tionghoa. Dalam kesempatan tersebut Suramidji menyampaikan, Cap Go Meh merupakan salah satu even pariwisata penting di Kota Pontianak. Melalui even kebudayaan ini diharapkan, Pontianak sebagai kota jasa bisa berkembang dan terus tumbuh.  

Dia membandingkan ketika pertama kali menjabat sebagai Wali Kota di periode pertama tahun 2009, PAD Kota Pontianak hanya sebesar Rp63 miliar. Sekarang hasil PAD sudah mencapai Rp350 miliar, begitu juga APBD yang terus mengalami  peningkatan. “Itu menandakan bahwa kota ini terus maju dengan pesat,” katanya.

Sebagai kota jasa, menurutnya pemerintah harus bisa menggali segala potensi yang ada. Seluruh pelayanan dan perizinan publik dipermudah demi menggairahkan investasi. Pontianak pun terus  berbenah melalui konsep smart city yang memanfaatkan teknologi. Dengan penduduk yang heterogen dan memiliki kekayaan budaya dari beragam etnis dinilai dapat memberikan nilai tambah untuk kemajuan kota.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Pontianak Hilfira Hamid menjelaskan di sepanjang Jalan Diponegoro tersebut dihadirkan stan-stan kuliner dan pernak-pernik khas Kota Pontianak. Jumlahnya mencapai 54 stan ditambah panggung hiburan rakyat seluas 8 x 10 meter. Di sana akan digelar banyak kegiatan seperti kompetisi barongsai, festival Koko Meme, naga buka mata sampai karnaval arak-arakan naga, barongsai dan pawai perwati.

Sebagai salah satu agenda pariwisata terbesar di Kalbar, perayaan Cap Go Meh diharapakan mampu menarik wisatawan sebanyak mungkin, baik lokal maupun mancanegara. Dia meyakini arus wisatawan yang datang dalam rangka Cap Go Meh akan lebih besar ketimbang tahun lalu.

Menurutnya salah satu even yang dipastiakan menarik wisatawan asing adalah festival barongsai. Di mana ada 22 peserta yang akan ikut, dari berbagai daerah dan ditambah beberapa negara. "Ada beberapa negara yang sudah pasti datang sebagai peserta yaitu Thailand, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam," katanya.

Diap pun berharap kunjungan wisata saat Cap Go Meh bisa meningkat 80 persen dibanding tahun sebelumnya. "Mudah-mudahan didukung juga dengan cuaca yang baik sehingga semua bisa berjalan lancar," harapnya.

Hilfira juga mengatakan, menurut informasi yang didapat, pemesanan hotel di Kota Pontianak sudah penuh untuk Cap Go Meh nanti. Dari sana menurutnya bisa diperkirakan jumlah wisatawan yang akan datang. Dimana Kota Pontianak memiliki sekitar 50 hotel baik yang berbintang maupun non-bintang. "Untuk kapasitas kamar ada sekitar empat ribuan," katanya lagi.

Dengan demikian pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata juga akan turut meningkat. Masyarakat bisa membaca dan memanfaatkan peluang melalui beragam aktivitas ekonomi seperti berdagang atau menyediakan homestay bagi pengunjung. "Jika hotel penuh, biasanya masyarakat inisitaif menyiapkan homestay atau dari agen-agen travel yang mencarikan," pungkasnya.

Ketua Umum YBS Tjioe Kui Sim berharap even ini bisa menjadi kebanggan daerah. Untuk itu perlu dukungan semua untuk mensukseskannya. Dia pun sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung demi kesuksesan Perayaan Cap Go Meh tahun ini. Tidak hanya pekan promosi barang dan seni budaya, tahun ini panitia sengaja menambah unsur kuliner demi mengangkat makanan-makanan khas daerah. (*)

Berita Terkait