Pegawai Koperasi Gasak Rp100 Juta

Pegawai Koperasi Gasak Rp100 Juta

  Sabtu, 20 February 2016 10:28
Foto Pontianak Post

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kapuas Hulu Rabu (17/2) sore berhasil mengamankan pegawai koperasi yakni Mr (26) warga jalan Untung Sridadi, Desa Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan.

Pegawai koperasi  simpan pinjam (SP) Alsaro ini ditangkap polisi lantaran diketahui gelapkan uang koprasi senilai Rp 100 juta dengan memalsukan data nasabahnya.Penangkapan itu dilakukan polisi setelah menerima laporan polisi dari Sepnat Liu Dailoni (30) warga dusun pangilingan desa Sibau Hilir Kecamatan Putussibau Utara yang melaporkan Mr  menggelapkan uang milik koperasinya senilai Rp 100 juta. Dan itu dibenarkan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin, SIK melalui kasat reskrim polres Kapuas Hulu IPTU Charles Berto Nikolas Karimar, Jumat (19/2) siang.

 “Korban melapor Rabu (17/2) sekira pukul 15.00 WIB. Keterangan pelapor, Mr telah menggelapkan uang koperasi Alsaro Januari 2015. Modusnya yang bersangkutan meminjam uang ke bendahara, untuk dipinjamkan ke nasabah, namun uang tersebut untuk kepentingannya sendiri,” terang Charles. Setelah menerima laporan, hari itu juga anggota Reskrim bergerak menuju kediaman Mr di kedamin.

Mr kata Charles, ditangkap sekira pukul 18.00 WIB. Lebih lanjut mantan staf pribadi Kapolda Kalbar ini mengatakan, di Koperasi Alsaro Mr adalah salah satu pegawai lapangan.“Dari Keterangan yang disampaikan pelapor, Mr berjanji akan mengembalikan uang tersebut, namun sampai sekarang tidak dikembalikan, karena tidak kunjung menepati janji, dia melapor pada pihak kepolisian,” tutur Kasat.Adapun Barang Bukti (BB) yang disita polisi dari Mr berupa dokumen surat-menyurat peminjaman dan beberapa barang bukti lain.

“Tersangka dikenakan Pasal 372 dan 374 Tentang Penggelapan. Pasal 372 paling lama 4 tahun penjara, denda Rp 900. Kemudian Pasal 374 di ancaman pidana penjara 5 tahun penjara. Pelaku tunggal, tak ada pihak lain yang terlibat dalam penggelapan itu,” jelas Charles.Dikatakan Charles, nominal uang hasil penggelapan tidak ditentukan jumlahnya. Periode tahun 2014 Polres Kapuas Hulu telah menangani sedikitnya 19 kasus penggelapan uang atau barang, kemudian di tahun 2015 sebanyak 9 kasus.

“Jadi ada penurunan,” tutup Kasat Reskrim. Sementara, tersangka Mr mengatakan diia meminjam duit tersebut kekoprasi dengan membuat daftar nama nasabah fiktif.Setelah mendapatkan uang tersebut, digunakanlah untuk membayar angsuran kepada koperasi setiap harinya dari uang tersebut."Bunga koprasi itu 20 persen. Uang yang saya pinjam Rp. 90.248.000. Jika sudah termasuk bunga jumlahnya Rp 100 juta," jelasnya. Ada 50-an nama yang difiktifkannya untuk mendapatkan pinjaman, pemalsuan daftar identitas peminjam dilakukannya sejak bulan Januari lalu.

Mr mengaku, uang tersebut selain digunakan dipinjamkan kembali ke nasabah juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari."Itu koperasi harian, uangnya saya putar untuk dipinjamkan ke nasabah dan saya dapat keuntungan Rp100-200 ribu per nasabah," paparnya. Perbuatan tersebut diketahui setelah petugas kantor lakukan pengecekan terhadap nama yang difiktifkan tersebut.(aan)

 

Berita Terkait