Pegawai Imigrasi Terindikasi Narkoba

Pegawai Imigrasi Terindikasi Narkoba

  Rabu, 4 November 2015 07:47
TES URINE : Kantor Imigrasi Kelas 1 Pontianak bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat melakukan tes urine, Selasa (3/11). Satu orang pegawai dinyatakan terindikasi menggunakan narkoba. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Satu oknum pegawai kantor Imigrasi Kelas 1 Pontianak terindikasi positif mengunakan narkoba. Hal ini terungkap setelah dilakukan tes urine pada para pegawai di lingkungan Kantor Imigrasi, Jalan Sutoyo, Pontianak, Selasa (3/11). Sebanyak 41 pegawai mengikuti tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalbar tersebut.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Sistem Imigrasi Kemenkuham Kalbar, Kaseger Ronny membenarkan bahwa dari hasil tes tersebut, salah satu pegawai dinyatakan terindikasi positif narkoba dan obat terlarang.Menurut Kaseger, BNNP melakukan tes ulang untuk memastikan apakah pegawai tersebut benar-benar positif menggunakan narkoba atau karena mengkonsumsi obat dokter. “Jika memang terbukti, tentu yang bersangkutan akan kami laporkan ke pimpinan untuk diambil tindakan lanjutan,” kata Kaseger.

Dia menjelaskan, di dalam aturan sudah jelas, ada sanksi terhadap PNS yang terlibat narkoba. Sanksi yang dapat diberikan, mulai dari administrasi hingga pemberhentian. “Tentu harus  dipastikan dulu kebenarannya. Kalau dalam aturan kan sudah jelas,” ucapnya.Kaseger menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk tidak menutup-nutupi jika di jajaran Kemenkuham ada pegawainya yang terlibat atau menggunakan barang haram tersebut. “Saya mengimbau kepada seluruh pegawai dan jajaran Kemenkuham untuk tidak mendekati apalagi menggunakan narkoba,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalbar, Isnawati mengatakan bahwa pegawai yang dinyatakan terindikasi positif narkoba tersebut belum dapat dipastikan apakah positif narkoba atau obat biasa. “Yang bersangkutan masih indikasi. Hasil tes urine ini belum final untuk mengatakan seseorang pengguna narkoba,” kata, Isnawati.Dia menjelaskan, untuk memastikan yang bersangkutan apakah benar menggunakan narkoba atau ada kadar obat lain di dalam tubuhnya, maka harus dilakukan tes urine tandingan. “Indikasi ini tentu harus didalami kebenarannya,” ucapnya.

Menurut Isnawati hasil tes urine tidak bisa menjadi patokan untuk memvonis seseorang positif narkoba. Karena alat yang digunakan terkadang error atau bisa saja sebelum tes, orang tersebut mengkonsumsi obat dari dokter. Sehingga saat mengikuti tes, alat yang didgunakan mendeteksi urine mengandung narkoba dan obat terlarang. “Kasus-kasus seperti ini yang harus diwaspadai, agar tidak merusak masa depan seseorang,” tuturnya. (adg)  

Berita Terkait