Peduli Anak Negeri Kunjungi Suku Dayak Iban Sebaruk

Peduli Anak Negeri Kunjungi Suku Dayak Iban Sebaruk

  Selasa, 17 April 2018 10:52

Berita Terkait

Beri Bantuan dan Motivasi Anak-anak Pedalaman 

SANGGAU-Yayasan Tri Kusuma Bangsa bekerjasama dengan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK) dan Institute Dayakologi memberikan bantuan bidang pendidikan di Dusun Sungai Sepan, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam Hulu, Kabupaten Sanggau. 

Di salah satu Sekolah Dasar (SD) daerah pedalaman tersebut, murid-murid juga diberikan motivasi agar memiliki cita-cita yang tinggi. 

Ketua Yayasan Tri Kusuma Bangsa Any Kusuma Dewi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari pada 13-15 April 2018. Dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan generasi muda di daerah pedalaman. 

Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengunjungi sebuah Sekolah Dasar (SD) yang hanya memiliki tiga ruang kelas dan diisi oleh siswa mulai dari kelas satu sampai kelas enam. "Kegiatan ini disponsori oleh BestpontyCare yang merupakan CSR unit dari PT Bestprofit Futures Cabang Pontianak," katanya. 

Pimpinan Cabang PT Bestprofit Futures Cabang Pontianak Didi Dharmansyah menambahkan, di daerah yang dihuni mayoritas Suku Dayak Iban Sebaruk tersebut, kesadaran untuk mengenyam pendidikan masih sangat kurang. Yang mana sampai saat ini para orang tua masih belum memprioritaskan pendidikan untuk putra putri mereka. "Yang penting bisa baca tulis setelah itu mereka (anak-anak) diajak untuk berladang," ucapnya. 

Karena itu, dalam kegiatan tersebut para pelajar juga diberikan motivasi agar mau belajar lebih giat dan memiliki cita-cita yang tinggi. "Lahir di daerah terpencil bukan berarti kita tidak bisa menjadi orang besar," ujar Didi. 

Selain itu para murid di sana juga sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan metode yang sedikit modern. Materi diberikan oleh tim pengajar professional dari Yayasan Tri Kusuma Bangsa yang memang berkonsentrasi kepada pendidikan untuk anak-anak generasi muda, khususnya di daerah pedalaman Indonesia. "Anak-anak dan para orang tua terlihat antusias menerima metode pembelajaran dari para pengajar dan dibantu guru-guru setempat," terangnya. 

Pria yang akrab disapa Pepenk itu mengatakan, Kepala Desa di sana sangat mengapresiasi langkah yang mereka lakukan. Warga pun berharap pemerintah daerah bisa turut andil memperhatikan pendidikan di desa terpencil itu. 

Selain pembelajaran, dalam kesempatan tersebut diberikan juga bantuan berupa peralatan sekolah. Mulai dari tas, buku tulis, buku cerita, seragam, alat tulis dan lain sebagainya. "Dan untuk sekolah juga diberikan bantuan berupa buku bacaan dan kipas angin untuk ruang belajar," pungkasnya.

Berita Terkait