Pede Tanggulangi Mercedes

Pede Tanggulangi Mercedes

  Sabtu, 19 December 2015 07:32
LATIHAN : Pembalap Ferrari Formula One Sebastian Vettel dari Jerman saat sesi latihan bebas November lalu di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi. REUTERS/Ahmed Jadallah

Berita Terkait

MARANELLO--Kalau ada pesta Natal paling meriah di markas Ferrari dalam dua musim terakhir itu adalah Desember tahun ini. Bos-bos pabrikan Kuda Jingkrak itu kini sudah bisa tersenyum dan bahkan sangat bersemangat memaparkan program pengembangan mobil lengkap dengan targetnya untuk musim depan. Satu saja targetnya: menumbangkan dominasi Mercedes.

Kepercayaan diri Ferrari sedang membuncah. Setelah satu tahun penuh (2014) dilewati tanpa satupun kemenangan, musim 2015 seperti menjadi titik tolak bagi kembali berkibarnya bendera pabrikan Italia di medan pertempuran tim-tim elit dunia. Kini hanya Ferrari rival paling dekat dengan sang juara bertahan dua musim berturut-turut Mercedes.

Awal pekan ini Ferrari mengundang media dari penjuru dunia untuk menghadiri acara briefing Natal tahunan di markas besarnya Maranello. Sepanjang hampir 90 menit Bos Tim Ferrari F1 Maurizio Arrivabene dan Presiden Ferrari Sergio Marchionne tanpa lelah meladeni banyak pertanyaan wartawan dengan penjelasan penuh optimisme.

Di tengah perbincangan itu Marchionne dengan lugas menyatakan bahwa untuk musim depan “tidak ada alasan lagi” bagi Ferrari untuk kalah dari Mercedes. Optimismenya itu ditandai dengan mempertahankan seluruh jajaran tim dan mekanik tidak ada yang diganti. Dream team tersebut dipertahankan demi keberlanjutan visi penaklukan Mercedes.

Bandingkan dengan musim sebelumnya dimana perombakan besar-besaran dilakukan. Selain kehadiran pembalap juara dunia empat musim beruntun Sebastian Vettel, beberapa nama pun dipromosikan. Mereka adalah Maurizio Arrivabene yang jadi Team Principal, lalu James Allison di posisi Engineering Chiefs.

"Musim 2014 adalah bencana buat kami, jadi ini saatnya buat perubahan. Pada bisnis mobil biasa, semua berjalan baik. Tapi, kunci sukses Ferrari adalah di trek Formula Satu," tegas Marchionne waktu itu. Benar saja jika 2014 adalah bencana. Tim yang tak pernah sekalipun absen di balapan Formula 1 itu baru sekali itu mengalami gagal total sejak sejak 1993.

Di balik sukses Ferrari memang tak lepas dari sosok James Allison. Tangan dinginnya membawa Vettel yang frustasi dengan Red Bull menemukan kembali kepercayaan dirinya. Tiga kemenangan 13 podium. Ditambah tiga podium lagi untuk Kimi Raikkonen.

“Kami tidak punya mobil sebagus Mercedes, itu sudah pasti. Tapi itupun Sebastian (Vettel) sudah memenangi tiga balapan,” bangga Allison kepada BBC. Dia memuji Vettel yang membawa keajaiban saat mobil Ferrari belum mencapai potensi maksimalnya. Bahkan dalam beberapa balapan dia melihat justru faktor manusia yang begitu dominan dibandingkan mesin.

Allison juga menyebut kontribusi Vettel begitu besar dalam pengembangan mobil sepanjang 2015 dan kemudian generasi terbaru. “Ada dua orang paling hebat yang pernah saya ajak kerjasama sepanjang karir saya. Pertama Schumacher kedua Sebastian,” aku Allison.

Karena itu untuk musim depan dia yakin arah positif pengembangan mobil baru akan terjaga dengan tim yang dipertahankan saat ini. Dua pembalap yang saat ini sudah menjadi padu bakal membawa mimpi Ferrari kembali bertarung merebut juara dunia menjadi kenyataan. “Kimi adalah pembalap berpengalaman dan tangguh. Aku ingin melihat apa yang bisa dia lakukan musim depan,” tandasnya. (cak)

Berita Terkait