Pedagang Trenggiling Digulung

Pedagang Trenggiling Digulung

  Sabtu, 15 Oktober 2016 09:32

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Perdagang satwa liar yang dilindungi, kembali ditangkap polisi. Kamis (13/10) pukul 10.00 Wib, di Dusun Belikai Desa Belikai Kecamatan Seberuang polisi, menangkap Ap, pedagang trenggiling.

Dirumah tersangka ditemukan 15 ekor trenggiling sudah tanpa sisik. Selain mengamankan daging trenggiling dengan berat antara 5-10 kg per ekor, polisi menemukan 12 karung gula Malaysia.

Terungkapnya perdagangan daging trenggiling dan kepemilikan gula Negeri Jiran tersebut setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di rumah tersangka berinisial Als Aj menjual gula Malaysia.

Polisi tidak menemukan sisik trenggiling, yang saat ini harganya pasaran perdagangan gelap sisik pemakan semut ini Rp2,5 juta hingga Rp 3 juta perkilo sisik trenggiling sudah dikeringkan. 

“Dirumah tersangka kami menemukan 15 ekor trenggiling yang sudah dibuang sisiknya. Trenggiling itu tersangka simpan di dalam box frezzer,” terang Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK melalui Kabag Ops Kompol Joko Sarwono.

Dijelaskannya, pengungkapan kepemilikan daging satwa langka dilindungi tersebut atas informasi masyarakat bahwa tersangka menyimpan belasan ekor trenggiling.

Selain 15 ekor trenggiling tanpa sisik, terang Joko, pihaknya juga mengamankan 12 karung gula merk CGX produksi Malaysia, tanpa dilengkapi dokumen resmi yang dikeluarkan pihak berwenang.

Maka saat itu juga polisi menyita barang bukti (BB) berikut mengamankan tersangka ke Mapolres Kapuas Hulu untuk proses hukum lebih lanjut.

“Per karung gula beratnya 50 kg,” ungkapnya pada wartawan.

Dijelaskan Joko, upaya memberantas penyelundupan barang-barang ilegal tersebut telah menjadi komitmen kepolisian. Sebagaimana yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo tetang 5 program reformasi hukum. Maka Polres Kapuas Hulu telah membentuk tim yang bertugas untuk melakukan penyelidikanterhadap tindakpidana penyelundupan barang-barang ilegal kedalam dan keluar negeri.

Tersangka dikenakan dua pasal yakni Pasal 21 ayat (2) huruf d Jo, Pasal 40 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam dan ekosistem. Dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Sementara kepemilikan gula ilegal Malaysia, tersangka dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf  a, g, h, i dan j, di undang-undang Perlindungan konsumen.

Selain itu Bp juga dikenakan Pasal 141, Pasal 142 UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman kurungan paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar. Informasi yang berhasil Pontianak Post himpun.

Harga sisik trenggiling sudah kering Rp 2.5 juta sampai Rp 3 juta per kg.Perekor trenggiling masih hidup denganberat 10-12 kg bisa menghasilkan 1-2 kg sisik kering.(aan)

Berita Terkait