Pedagang Enggan Ditertibkan

Pedagang Enggan Ditertibkan

  Senin, 8 Agustus 2016 09:39
PASAR TERATAI: Pasar teratai belum setahun diresmikan kondisinnya memperhatinkan. Pedagang membutuhkan pengelolaan pasar secara terpadu guna menunjang perekonomian di Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG—Pemerintah daerah selama ini sudah berupaya meningkatkan perekonomian masyarkat sekitar dengan menertibkan puluhan pedagang kaki lima yang berada di pusat perbelanjaan Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

 
Namun penertiban pedagang kaki lima ini tidak berjalan mulus. Hanya berjalan satu bulan, pedagang kaki lima menempati Pasar Teratai. Setelah itu mereka tidak mau lagi berjualan di latai atas dan kembali berjualan di pinggiran jalan, pusat perbelajaan Kabupaten Bengkayang.

“Kami minta pedagang kaki lima segera ditertibkan dengan baik. Supaya tidak ada kecemburan dengan sesama pedagang. Jika pedagang kaki lima yang tidak mau ditertibkan. Kami mohon kepada petugas pemerintah terkait untuk menertibkan langsung di lapangan,” ucap Pedagang Ikan Pasar Teratai, Ramadan, Minggu (7/8) kepada media ini.

Ramadan mengatakan persoalan pedagang kaki lima yang tidak mau menempati Pasar Tertatai harus diberikan sanksi tegas dari pemerintah daerah. Hal ini sudah disepakati bersama dan menjadi peraturan daerah yang harus dipatuhi di Kabupaten Bengkayang. Supaya jalinan koordinasi antara pedagang dan pemerintah daerah bisa terciptakan dengan baik guna menunjang perekonomian masyarakat Kabupaten Bengkayang.

Ia menuturkan kebijakan pemerintah daerah sudah tepat untuk menyediakan pasar khusus bagi pedagang kaki lima. Namun kebijakan tersebut belum ditanggapi dengan baik antara pedagang dan pemerintah daerah. Hasil kebijakan tersebut tidak ada perubahan sama sekali, bahkan pedagang kaki lima semakin menjamur berjualan di pinggir jalan pusat perbelanjaan Kabupaten Bengkayang.

“Kami pedagng yang ada di sini sudah mentaati peraturan daerah dengan tidak berjualan di pinggir jalan dan itu sudah kami laksanakan. Tetapi bagaimana dengan pedagang kaki lima lain, mereka tidak mau menempati Pasar Teratai yang sudah disediakan oleh pemerintah. Ini akan menjadi permasalahan dengan sesama pedagang, apabila pemkab tidak mengambil kebijakan tegas” ungkapnya saat menunjukkan kondisi Pasar Teratai kosong dan tidak ada pedagang yang berjualan di lantai atas.

Kadis Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Luther Wongkar, M. Kes mengakui polemik antara pedagang kaki lima dan pemerintah daerah sudah lama terjadi di Pasar Teratai, Kecamatan Bengkayang. Ini karena banyak pedagang kaki lima tidak mau mematuhi peraturan daerah terkait Pasar Teratai yang telah dipersiapkan oleh pemerintah Kabupaten Bengkayang.

“Kami sudah berupaya memfasilitasi semua pedagang kaki lima di Pasar Teratai. Pembangunan pasar sudah kami sediakan untuk pedagang kaki lima agar tidak berjualan di pinggiran jalan. Tetapi mereka tidak mau peduli dengan peraturan pemerintah daerah. Hingga sekarang mereka tetap berjualan di pinggiran jalan,” ucapnya belum lama ini.

Luther Wongkar,  menyampaikan penertiban pedagang kaki lima sudah sering dilakukan oleh Satpol-PP Kabupaten Bengkayang. Hasil penertiban pedagang kaki lima hanya sebentar saja kembali normal. Setelah beberapa minggu kemudian, mereka kembali berjualan di pinggiran jalan di pusat perbelanjaan Kecamatan Bengkayang.

Ia mengeluhkan harus bagaimana lagi cara menertibkan pedagang kaki lima yang tidak mau mematuhi peraturan pemerintah daerah. Bahkan pihaknya pernah menggusur bangunan pedagang kaki lima yang sudah menyalahi peraturan tatatertib pasar. Namun sangat disayangkan, pedagang kaki lima malah membangunnya kembali tanpa memperhatikan peraturan pemerintah daerah di Kabupaten Bengkayang.

“Kita melakukan penertiban pedagang agar pasar bisa tertata dengan baik. Tapi hasilnya malah kita yang disalahkan oleh pedagang kaki lima. Padahal kita menginginkan agar pedagang kaki lima bisa berjualan dengan aman dan tertib. Hasilnya tetap saja mereka tidak mau ditertibkan. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, rencananya pemerintah daerah akan mengusahakan pembangunan taman agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan,” tukas mantan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang. (irn)

Berita Terkait