Pedagang Barang Jiran Ditangkap

Pedagang Barang Jiran Ditangkap

  Rabu, 18 May 2016 09:40
SELUDUPAN : Kasat Resrim Polres Kapuas Hulu Charles BN Karimar menunjukan barang bukti gula dan minyak goreng asal Jiran yang mereka amankan pekan lalu. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

PUTUSSIBAU—Jajaran kepolisian Polres Kapuas Hulu kembali mengamankan gula Malaysia dan aneka barang lainnya yang dipasok secara ilegal. Dua bulan terakhir ini, sudah dua kali Satreskrim Polres Kapuas Hulu menggagalkan penyelundupan.

Kali ini pada tanggal 10 Mei 2016, satu buah pickup Hilux yang membawa aneka barang asal Malaysia diamankan disaat dalam perjalanan menuju Putussibau.

Penangkapan gula dan aneka jenis sembako lainnya asal Malaysia berawal dari laporan masyarakat tentang adanyapenyelundupan barang Malaysia dari Badau tujuan Putussibau dengan menggunakan mobil Hilux KB 8535 V. Atas laporan tersebut, polisi lakukan penyelidikan. 

“Mobil itu kami amankan pukul 04.30 Wib,” kata Iptu Charles BN Karimar Kasatreskrim Polres Kapuas Hulu,Selasa (17/5) siang.

Dijelaskan Charles, saat anggotanya melakukan penyelidikan, melihat satu buah mobil pickup Hilux melintas di depan APMS Sibau Hilir jalan Lintas Utara. Kemudian setelah dihentikan dan dilakukan pengecekan. Ditemukan gula dan minyak goreng dari Malaysia. Setelah itu mobil tersebut langsung dibawa ke Mapolres Kapuas Hulu, demikian juga sopir. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Charles mengaku, anggotanya mengamankan barang bukti berupa satu mobil pickup, 127 kantong plastik gula tanpa merk. Setiap kantong plastik tersebut berisi 12 bungkus kemasan plastik putih gula dengan berat 1 Kg. 

“Jika dijumlahkan gula itu 1,5 ton. Kemudian 5 dus minyak goreng," jelas Kasat. Untuk pelaku yang diamankan, atas nama MI warga di Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan. 

“Menurut pengakuan pelaku, dia baru dua kali menyelundupkan barang illegal dari Malaysia,” jelasnya. Untuk pasal yang dikenakan pada pelaku ialah pasal 62 ayat 1 Junto pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 141, 142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan. 

"Pelaku dikenakan lima tahun penjara dan atau denda dua miliar,” ungkap Charles.

Charles menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penertiban atas penjualan barang-barang asal Malaysia yang dipasok secara ilegal melalui kawasan perbatasan. Dia juga meminta masyarakat tidak melakukan tindakan ilegal atau melawan hukum. 

“Dipasar memang masih banyak yang memjual barang-barang ilegal.Semua akan kami tertibkan. Siapapun pelaku akan kami tindak,” tegasnya.(aan)