Pecah Ketuban saat Kehamilan

Pecah Ketuban saat Kehamilan

  Minggu, 14 February 2016 08:32

Berita Terkait

KONSULTASI KANDUNGAN

Tanya:

Saya seorang ibu berusia 33 tahun, hamil 8 bulan anak kedua. Saat anak pertama, sebelum melahirkan saya mengalami pecah ketuban. Pada saat itu belum ada kontraksi, oleh dokter yang menangani kemudian kehamilan segera diakhiri melalui pacuan persalinan karena dianggap sudah cukup bulan. Saya ingin bertanya, apakah penyebab ketuban pecah saat kehamilan. Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih atas penjelasannya.

E, Pontianak

Jawab:

Terima kasih banyak atas pertanyaannya. Setiap kehamilan pasti akanĀ  diakhiri dengan suatu persalinan. Adapun proses persalinan secara alamiah akan disertai tanda-tanda awal yang menunjukkan bahwa kehamilan tersebut akan segera berakhir. Adapun tanda-tanda alami dari suatu persalinan adalah kontraksi rahim yang semakin teratur, dengan frekuensi semakin sering dan intensitas yang semakin kuat.

Biasanya juga disertai dengan keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir (bloody show). Ada kalanya disertai pengeluaran air (ketuban/cairan amnion) baik sedikit-sedikit (merembes) atau banyak. Jika ketuban keluar tanpa disertai tanda-tanda persalinan yang lain, disebut ketuban pecah sebelum waktu persalinan (ketuban pecah dini/ premature ruptured of membrane ).

Ketuban pecah sebelum waktu persalinan (ketuban pecah dini) terjadi pada 6-20% kehamilan. Risiko komplikasi pada ibu dan janin dalam kandungan meningkat sampai 5 kali, jika setelah ketuban pecah lebih dari 24 jam belum terjadi persalinan. Suatu intervensi medis diperlukan untuk mencegah komplikasi tersebut. Bentuk intervensi medis yang dilakukan tergantung umur kehamilan ibu.

Adapun penyebab ketuban pecah sebelum waktunya adalah infeksi, baik dari saluran kelamin atau dari saluran kemih. Upaya menjaga area organ intim agar terjaga bersih dan sehat selama kehamilan adalah tindakan terbaik yang dapat dilakukan seorang wanita hamil untuk mencegah terjadinya pecah ketuban sebelum waktu persalinan. Karena jika terjadi pecah ketuban terlalu lama, akan membahayakan kondisi ibu dan janin dalam kandungan.

Jika terjadi tanda-tanda persalinan seperti diatas, atau terjadi pecah ketuban sebelum terdapat tanda-tanda persalinan yang lain, hendaknya ibu hamil segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan terdekat, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. (*)

Berita Terkait