PDAM Matikan Mesin

PDAM Matikan Mesin

  Rabu, 18 May 2016 09:43
TERENDAM: Gudang mesin PDAM Mempawah terendam banjir. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH-Banjir yang merendam Kota Mempawah tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat. Melainkan juga memaksa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mematikan mesin. Sebab, seluruh ruangan kantor termasuk gudang mesin terendam banjir.

“Kami mohon maaf kepada semua masyarakat pelanggan PDAM Mempawah. Karena, sementara waktu ini kami tidak bisa memberikan pelayanan air bersih. Kami terpaksa mematikan mesin, lantaran terendam banjir,” terang Direktur PDAM Mempawah, H Trisna Jaya kepada Pontianak Post, Selasa (17/5).

Trisna mengatakan, banjir yang merendam kawasan jalan Tanjung Berkat, Kelurahan Terusan tidak hanya memaksa pihaknya harus mematikan mesin melainkan juga meliburkan seluruh karyawan.

“Hari ini semua aktifitas PDAM diliburkan. Karena, ketinggian air sudah mencapai keseluruh ruangan kantor dan gudang mesin. Jika dipaksakan beroperasi, saya khawatirkan akan menimbulkan kerusakan dan kerugian yang lebih besar,” tuturnya.

Trisna pun berharap musibah banjir yang merendam Kota Mempawah dan sejumlah kecamatan lainnya segera berlalu. Agar semua aktivitas dapat kembali berjalan dengan normal seperti hari biasanya.

“Jika banjir sudah surut dan tidak menggenangi mesin, maka kami akan beroperasional kembali seperti biasa. Untuk itu, kami minta para pelanggan bersabar menghadapi situasi ini,” serunya mengakhiri.  

Dalam kesempatan itu, Trisna juga mengklarifikasi keruhnya air bersih yang didistribusikan PDAM beberapa waktu lalu. Menurut Trisna, hal itu dikarenakan pihaknya sedang melakukan perawatan rutin pencucian penampungan air.

“Setiap tiga bulan, kami melakukan pencucian bak penampungan air. Nah, kotoran sisa pencucian bak itulah yang menyebabkan kualitas air bersih yang diterima pelanggan kurang baik,” sebutnya.(wah)

Berita Terkait