PDAM Kapuas Hulu Tekor Rp1,8 Miliar

PDAM Kapuas Hulu Tekor Rp1,8 Miliar

  Minggu, 31 January 2016 08:51

PUTUSSIBAU – Dilantik Selasa (26/1) lalu oleh penjabat (Pj) Bupati Kapuas Hulu, Marius Marcellus Tj, Direktur PDAM Tirta Kapuas M Saini Hadi mesti bekerja keras memulihkan kesehatan perusahaan milik daerah ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalbar, perusahaan yang baru dipimpinnya ini sedang kritis, defisit Rp1,8 miliar.

Saini mengakui jika tugas dan tanggung jawab yang akan diemban kepadanya empat tahun ke depan sangat berat. Karena tingkat kinerja PDAM, dinilai dia, masih dalam kategori kurang. Demikian juga dengan laba yang menurut dia, juga masih minus Rp1,8 miliar. “Tingkat kualitas, kontinuitas air masih di bawah standar Peraturan Menteri Kesehatan. Demikian juga dengan permasalahan lainnya cukup berat,” ujar Saini.
Lulusan Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Pontianak ini menargetkan dalam waktu dua tahun ke depan, akan menuntaskan permasalahan yang dialami PDAM Tirta Kapuas. “Saya mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama karyawan, Badan Pengawas, serta seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kapuas Hulu ini. Saya yakin PDAM bisa dikembalikan menjadi PDAM yang sehat,” ucap Saini.
Setidak-tidaknya, kata pria kelahiran Selimbau 1975 ini, PDAM Kapuas Hulu ini bisa lebih baik. Data tahun 2014, jumlah pelanggan PDAM sebanyak 9.820 unit, yang melayani 58.920 jiwa. Dengan 58.920 jiwa tersebut berarti hanya terlayani 22,94 persen penduduk Kapuas Hulu yang berjumlah 256.796 jiwa. Dari angka tersebut, mereka hanya mampu menjual air sebesar 245.976 kubik pertahunnya, dengan nilai Rp8.229,322,569, dengan tarif rata-rata Rp4.687 meter kubik air.
Tagihan listrik tahun 2015, terang Saini, rata-rata perbulan untuk instalasi pengolahan air minum Putussibau Utara Rp101.228.49, meliputi IPA Jalan Iskandar Muda dan Boster Jalan Antasari. Untuk IPA Kedamin, tagihan listrik tahun 2015 perbulan rata-rata, diakui dia, Rp50.787.491. Sedangkan pada IPA Semitau, dia menambahkan, mencapai Rp9.080.420 pemakaian setiap bulannya. Sedangkan untuk pemakaian BBM solar, dia membeberkan untuk unit Nanga Kalis sebanyak 490 liter, Bika (722 liter), dan Embaloh, 508 liter.
Sementara untuk Nanga Bunut, disebutkan dia, pemakaian BBM solarnya 2.442 liter, Jongkong (3.488 liter), Selimbau (3.033 liter), Suhaid (609 liter), Semitau (720 liter), Silat Hilir (1.445 liter), Kedamin (211 liter). “Saya berharap karyawan bekerja denga saya mesti bisa menyesuaikan. Karena saya akan perketat pengeluaran keuangan dan saya ingin semuanya kerja cepat, kerja tuntas, dan bekerja sesuai prosedur,” tegas Saini.
Setelah itu perusahaan sehat, yang pertama ia pikirkan adalah kesejahteraan seluruh karyawan PDAM Tirta Kapuas. Pelayanan yang berkualitas, diakui dia, merupakan salah satu kunci sukses untuk kemajuan perusahaan. Karenanya, bagi dia, kualitas kinerja karyawan sangat penting. “Target saya dua tahun ke depan PDAM Tirta Kapuas Harus sudah sehat dan seluruh karyawan bisa sejahtera,” tandasnya.(aan)