PCPI Siap Majukan Kuliner Khas Pontianak

PCPI Siap Majukan Kuliner Khas Pontianak

  Selasa, 17 November 2015 14:35
MEIDY/PONTIANAK POST

 Terganjal Minim SDM dan Bahan

 
 

PONTIANAK—Bisnis kuliner untuk restoran dan perhotelan di Kota Pontianak sedang tumbuh. Hanya saja pertumbuhan itu tidak diimbangi dengan SDM dan bahan yang dibutuhkan untuk menyajikan makanan yang lezat.

Dalam diskusi bersama Pontianak Post, President Pontianak Culinary Profesionals Indonesia (PCPI), Asri Lamadoken mengungkapkan tentang sulitnya mencari masyarakat lokal yang tahu mengenai dapur hotel.

“Karena kesulitan SDM itu maka pengusaha harus mengambil dari beberapa hotel atau restoran yang ada. Akibatnya timbul ketegangan,” kata pria yang bekerja sebagai Executive Chef  Golden Tulip Pontianak itu.

Menurutnya, hal tersebut menjadi persoalan yang dihadapi pelaku usaha selama ini. Dia mencontohkan ketika ada siswa yang magang. Kebanyakan dari mereka tidak tahu mengenai teknik atau hal-hal yang berkaitan dengan memasak. “Jadi tidak semua yang ada di sekolah itu sama dengan lapangan,” ujar dia.

Belum lagi dari bahan makanan. Minimnya ketersediaan membuat banyak pihak harus mengambil bahan dari Jawa. Sementara bahan yang di Pulau Jawa itu sendiri merupakan produk impor dari luar negeri.

“Seperti sapi. Mampu tidak di sini menyediakan 50 ekor sapi setiap hari. Jika tidak, mau tak mau ambil dari Jawa, sementara di sana sapinya impor juga,” katanya.

Asri Lamadoken tidak sendiri berkunjung ke dapur redaksi Pontianak Post untuk berdiskusi soal makanan dan dapur hotel. Dia datang bersama rombongan pengurus Pontianak Culinary Profesionals Indonesia. Di antaranya Chef Syiwa, Chef Syabil, Chef, Zikwan, Chef Bento dan Chef Abdul Aziz.

Untuk mendukung itulah, Asri dan beberapa chef memelopori asosiasi para chef. Asosiasi dengan nama Pontianak Culinary Profesionals Indonesia ini baru saja terbentuk.

“Organisasi ini menginduk ke organisasi ACO di Jakarta. Kami mengambil ACP karena sudah di bawah organisasi chef dunia. Induk organisasinya di Perancis,” kata dia.

Asri menyebutkan berdirinya PCPI ini untuk mengangkat makanan khas Pontianak. Termasuk dalam sisi bagaimana mengolah makanan yang baik untuk dikonsumsi.

“Karena sudah ada wadah, kami siap berkerjasama dengan pemerintah. Ini akan menjadi program-program yang harus dikerjakan tahun depan. Intinya untuk memajukan Kota Pontitanak, termasuk dari sisi makanannya,” ucap dia. (mse)