Pawai Lampion Meriah

Pawai Lampion Meriah

  Senin, 22 February 2016 09:13
LAMPION: Pawai lampion yang meriah di Sabtu malam kemarin. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG- Warga Singkawang tumpah ruah menyaksikan pawai lampion perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2016 yang dilaksanakan Sabtu (23/2). Selain diikuti instansi pemerintah, swasta, pelajar, mahasiswa. Beberapa peserta mengaku datang dari Negara Malaysia.

Walikota dan Wakil Walikota Singkawang beserta istri ikut dalam kegiatan yang mengambil start di halaman Singkawang Grand Mall tersebut. Ke duanya menaiki kendaraan hias dan melambaikan tangan kepada warga.Penampilan peserta pawai, mulai dari kreativitas menghias mobil. Berpakaian ala jagoan, berbusana khas Tionghua, serta kreasi lainnya. Mampu menyedot perhatian warga, pasalnya meski ditengah hujan gerimis penonton tetap menikmati pawai.

Salah satu peserta pawai, yakni dari Perhimpunan Hakka Indonesia – Singkawang. Selain para anggota yang berdomisili di Singkawang. Donatur dan rekanan organisasi yang berasal dari luar Kota Singkawang bahkan dari Malaysia ikut meramaikan kegiatan pawai.“Kita memang telah mempersiapkan untuk ikut dalam meramaikan Pawai lampion dalam rangka Imlek dan CGM 2016,” kata Perhimpunan Hakka Indonesia Singkawang, Tjhai Chui Mie.

 

Rayakan Imlek Bersama

Beberapa kegiatan lainnya, sebutnya, juga telah dilaksanakan, yakni Bhakti Sosial berbagi kasih dengan membagikan paket Imlek. Pemilihan Hakka Ako dan Amoi 2016. Kemudian pelaksanaan Imlek bersama yang digelar Minggu (21/2) di gedung Sunmoon.Perayaan Imlek bersama. Sebutnya, merupakan adat Tionghoa. Lantaran dalam merayakan Imlek, ada lima tradisi yang harus dilewati bagi yang merayakan. Mulai dari membersihkan rumah, dekorasi dan menata menghias dengan ornamen khas imlek, menempel hiasan gambar yang melambangkan shio, menempelkan tulisan keberuntungan, memasang lampion merah, pohon mei hwa. Kemudian merayakan Hari Imlek.

Dalam Imlek, lanjut Chui Mie, ada tradisi angpao. “Tradisi orang yang lebih tua memberi angpao yang lebih muda. Kemudian kepada orang tua. Bukan dilihat dari besar kecilnya isi angpao, tapi doa dan harapan yang terkandung didalamnya,” katanya.Saat merayakan Imlek, juga ada tradisi menyiapkan dua belas masakan dan dua belas macam kue yang melambangkan bulan dan shio. Sehingga di tahun yang baru, selalu diberi rejeki dan kesehatan. (fah)

Berita Terkait