Patuhi Aturan, Tak Akan Ada Masalah

Patuhi Aturan, Tak Akan Ada Masalah

  Senin, 10 Oktober 2016 08:35

Berita Terkait

SAMBAS- Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyebutkan semua investasi termasuk perkebunan sawit, jika dalam aktivitasnya, perusahaan melaksanakan kewajiban yang tertuang dalam Izin Usaha Perkebunan (IUP) serta mengindahkan kesepakatan dengan masyarakat. Maka tak akan sampai timbul permasalahan.

“Dalam sebuah investasi, standar kita berpikir. Laksanakan kewajiban perusahaan yang tertuang dalam IUP, apa kewajiban perusahaan, kewajiban dengan masyarakat. Selama itu dijalankan, maka tak akan timbul permasalahan,” kata Bupati Sambas, belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah intinya akan memberikan rasa aman kepada para investor. Begitu juga dengan masyarakat, akan merasakan kehadiran sebuah perusahaan ditengah-tengah mereka. Selama perusahaan mematuhi peraturan dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya.

“Sebagai Bupati. Saya tidak ada kepentingan sedikitpun. Dengan catatan perusahaan harus baik-baik saja, apa dulu MoU dengan pemda itu, laksanakan,” katanya.

Hanya orang nomor satu di Sambas inipun menginginkan. Jika izin luasan lahan yang disampaikan oleh perusahaan. Tak semuanya digarap, maka kembalikan saja pemerintah agar bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Misalnya izin yang disampaikan menggarap luas lahan 10 ribu hektare. Namun dalam kenyataannya hanya digarap 5 ribu hektare. Kita akan berikan waktu apakah bisa menggarap semuanya, termasuk digunakan untuk membangun mess maupun kantor,” katanya.

Hal ini pun sudah disampaikan ke pihak perusahaan sawit yang ada di Sambas. Jika memang tidak juga digarap (lahan sesuai izin) Maka akan dilakukan take over lahan sawit yang tak digunakan. Dan ini (lahan yang tak digarap), akan digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita ingin take over bagi lahan sawit yang digunakan tapi tak digarap. Karena ini adalah kekayaan rakyat, dan akan digunakan dalam rangka kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menurutnya, sesuai data yang dihimpun. Ada sekitar 150 ribu hektare, lahan perusahaan yang tidak dikelola yang akan ditake over. “Kita sudah instruksikan dan kita akan komunikasikan ke perusahaan dengan baik, karena ini harus digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Gubernur Kalimantan Barat, sebutnya, juga sudah memerintahkan untuk melakukan itu (take over lahan perusahaan tak digarap) dan itu sudah ada jalur koordinasinya. “Bahkan Gubernur Kalbar menginstruksikan, kalau ada perusahaan sawit macam-macam, cabut izin. Karena pak Gubernur juga menyebutkan sudah mencabut tujuh perusahaan,” katanya.

Saat ditanya adanya persamalahan yang muncul antara perusahaan sawit dan masyarakat Sambas. Bupati menegaskan, jika memang terbukti itu lahan warga, perusahaan harus mengembalikan. “Kalau ada permasalahan, harus diselesaikan dengan baik baik, harus win-win solution. Pemkab siap untuk memfasilitasi masyarakat,” katanya.

Ditegaskan Bupati Sambas, dalam sebuah investasi di Sambas. Dirinya ingin nol masalah, nol kriminal. “Kita ingin nol masalah, nol kriminal. Karena kita ingin, potensi yang ada adi Sambas, benar-benar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Kita tidak ingin, sejahtera hanya dalam angka,” katanya.(fah)

Berita Terkait