Pastikan Bradley Lawan Pamungkas

Pastikan Bradley Lawan Pamungkas

  Kamis, 7 January 2016 10:38
PUKULAN : Manny Pacquiao ketika melontarkan pukulan kiri ke lawannya di pertarungan 2 Mei 2015 lalu di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Nevada. FOTO : Al Bello/Getty Images North America/ www.zimbio.com

Berita Terkait

GENERAL SANTOS--Legenda tinju Filipina Manny Pacquiao akhirnya angkat suara terkait masa depannya di atas ring. Dia mengatakan telah bertekad bulat untuk pensiun usai tanding kali ketiga kontra Timothy Bradley, 9 April mendatang. Dia juga mengaku sudah tidak ada keinginan bertarung ulang kontra Floyd Mayweather Jr.

Selama ini petinju 37 tahun itu sangat jarang berkomentar langsung di media. Dia lebih sering mendelegasikan kepada sang promotor Bob arum ataupun penasehat pribadinya, Michael Koncz. Namun untuk satu hal ini dia angkat suara sendiri.

Satu-satunya petinju yang mampu menjadi juara dunia di delapan kelas berbeda itu membenarkan, pertarungannya kontra Bradley akan menjadi pertarungan terakhir. Setelah itu dia bakal berkonsentrasi penuh pada karier politik.

“Saya sudah memutuskan, pertarungan melawan Timothy Bradley akan menjadi yang terakhir. Saya akan berkonsentrasi penuh di politik,” ucap Pacquiao dikutip AFP. Agenda politik terdekat Pacquiao saat ini adalah ikut serta dalam pemilu senat Filipina Mei mendatang. Dirinya yakin bisa menuai sukses pada pesta demokrasi Filipina tersebut.  

Pacquiao sendiri saat ini telah menjadi anggota parlemen mewakili wilayah selatan provinsi Sarangani. Keikutsertaannya dalam pemilu senat bukan tidak mungkin adalah salah satu langkahnya menuju kursi presiden.

Itu melihat dari kenyataan yang menunjukkan tiga Presiden terakhir Filipina memiliki karier awal sebagai senat. Termasuk Presiden Filipina saat ini Benigno Aquino. “Survey menunjukkan ranking saya terus meningkat. Saya harap itu terus berlanjut sampai hari pemilihan mendatang,” ucap Pacquiao.

Selama ini, di tengah ketenaran dan hartanya yang melimpah, Pacquiao dikenal luas tetap sebagai pribadi yang sangat religius. Dalam wawancara dengan salah satu televisi nasional Filipina beberapa waktu lalu, Pacquiao mengatakan telah berdoa meminta petunjuk Tuhan sebelum berkonsentrasi pada dunia politik. Namun begitu citra Pacquiao di negeri asalnya tidak selamanya baik. Dia juga kerap mendapatkan kritik lantaran sering meninggalkan kewajibannya sebagai anggota parlemen untuk berlatih tinju. Di 2015, dia hanya menghadiri empat dari 70 sidang legislatif yang dilaksanakan.

Di tengah jarang muncul di kantor parlemen, dia pernah mendapat sorotan ketika menentang rancangan undang-undang pembagian kondom gratis kepada rakyat miskin pada 2011. Rancangan tersebut akhirnya disahkan juga sebagai undang-undang.(irr)

Berita Terkait