Paslon Saling Klaim Menang, Menang Kalah, Mari Jaga Kalbar

Paslon Saling Klaim Menang, Menang Kalah, Mari Jaga Kalbar

  Jumat, 11 December 2015 09:12
JUMPA PERS : Paslon nomor urut satu AM Nasir-Antonius LA Pamero (foto kiri) dan tim paslon nomor urut dua Fransiskus Diaan –Andi Aswad (foto kanan) saat memberi keterangan mengklaim kemenangan mereka, kemarin (10/12). MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK –Pasangan calon (paslon) yang bertarung pada pilkada serentak di Kapuas Hulu dan Ketapang saling klaim unggul dalam perolehan suara.  Kemenangan  yang diklaim mereka terpaut tipis. Di Kapuas Hulu,  pasangan nomor urut satu mengklaim kemenangannya di atas 2 persen dari pasangan nomor dua, sementara pasangan nomor dua juga mengklaim kemenangannya di atas 1.800 suara.
Pasangan nomor urut satu AM Nasir -Antonius L Ain Pamero saat jumpa pers, Kamis (10/12) pukul 14.00  mengatakan, berdasarkan data C-1 yang dihimpun sekretariat tim Sekaban/LA (Lay-Anton) telah melampaui perolehan suara paslon nomor urut dua lebih dari dua persen.

“Berdasarkan data C-1 yang kami himpun di sekretariat, perolehan suara kami jauh tinggi,” tutur AM Nasir optimis.AM Nasir yang akrab disapa Bang Lay didampingi wakilnya Anton Pamero dan Sekretaris Tim Sekaban, Baco Maiwa menyebutkan, kemenangan mereka berdasarkan perhitungan dari semua TPS yang telah masuk dan persentase kemenangan itu tidak bisa lagi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Persentase sudah mutlak dua persen lebih dan itu tidak bisa digugat lagi," tegasnya.

Ditambahkannya, saat ini masih ada satu TPS yang belum masuk dalam hitungan yakni TPS di desa Kareho. Hanya saja, kalau suara semuanya diambil oleh nomor dua tidak akan mempengaruhi hasil hitungan yang sudah ada. “Data yang kami peroleh ini merupakan data Valid berdasarkan C-1 dan sudah 71 persen perolehan suara sudah masuk ke sekretarit Sekaban dan ini memang fakta," katanya.

Nasir juga tidak mempersoalkan jika paslon nomor urut dua menyatakan memenangkan Pilkada 2015. Namun yang jelas pihaknya telah memiliki data C-1 di tangan. “Pilkada ini secara umum sudah berjalan dengan baik. Hanya saja masih ada pelanggaran, terutama politik uang,” jelasnya. Bahkan, lanjut Nasir, ada TPS tertentu saksi paslon nomor satu tidak boleh masuk, sampai suara saksi saja tak ada di TPS. Seperti yang terjadi di Kecamatan Semitau termasuk juga daerah Mendalam.

“Kalau mereka menuduh kami melakukan politik uang belum ada bukti, kalau kami jelas ada memiliki semua bukti," paparnya.Nasir mengimbau masyarakat dan pendukungnya tidak terpancing isu yang dapat memecah belah persatuan dan persaudaraan masyarakat Kapuas Hulu yang selama ini telah terjalin secara harmonis. Pada kesempatan yang sama Antonius L Ain Pamero mengatakan, pihaknya sudah mengikuti seluruh rangkaian dan aturan dalam pilkada ini.

“Kami sudah memegang semua bukti perolehan suara. Kami tetap berpegang kepada apa yang sudah kami peroleh yakni C-1 dan C-1 ini kunci dan sudah ditanda tangani oleh seluruh petugas KPPS dan saksi. Inilah data yang paling akurat pada pemilu," terangnya. Sementara itu, Paslon Nomor Urut dua (2) yang lebih awal komprensi pers, sekitar pukul 13.00 juga mengklaim memenangkan pilkada tahun ini. Konferensi pers dihadiri Wakil Calon Bupati Kapuas Hulu 2015 No. Urut Dua, Andi Aswad, Sekretaris DPD PDI-P Kalbar M Kebing L, Ketua DPC Partai Demokrat Kapuas Hulu Maura Marcalena Hiroh dan Sekretaris DPC PDI-P Kapuas Teresia Game.

Dalam konferensi pers itu, pasangan nomor urut dua mengklaim menang di 15 kecamatan dan kalah di 8 kecamatan dari 23 kecamatan di Kapuas Hulu. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kapuas Hulu. Atas dukungannya, sehingga kami mampu memenangkan Pilkada 2015 ini. Kemenangan tersebut berdasarkan laporan data C-1 tanggal 10 Desember 2015,” tutur Andi Aswad.
Tidak hanya itu, sambung Andi, berdasarkan data Website KPU nomor urut dua memimpin prolehan suara sementara. “Insyaallah kami menang, data yang kami sampaikan sangat valid berdasarkan C-1" ucap Andi.

Ia mengimbau kepada masyarakat dan simpatisannya untuk selalu menjaga kemanan dan perdamaian."Yang penting Kapuas Hulu ini harus aman, aman itu mahal harganya," terang Andi.Seketaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalbar M Kebing L mengatakan, sampai 10 Desember 2015 Pukul 13.28 pihaknya masih memenangkan perhitungan perolehan suara. Di mana pasangan nomor urut dua hanya kalah di 8 Kecamatan dan menang di 15 Kecamatan dari 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.“Kami pastikan kami menang di 15 kecamatan dan kalah di 8 kecamatan,” tegas Kebing.

Kemangan tersebut, sambung Kebing, berkisar antara 1800 sampai 2500 suara, karena masih ada beberapa TPS seperti di Tanjung Lokang dan beberapa daerah pedalaman Hulu Kapuas masih belum masuk. Sejauh ini pihaknya masih meneliti proses dari pelaksanaan pilkada.  Di mana dari 171.780 DPT yang masuk sampai saat ini baru sekitar 103.844 DPT, artinya partisipasi pemilih sangat rendah.
Berdasarkan hasil perhitungan yang ada, nomor urut satu persentasenya 50.993 persen dan nomor dua 52.851 persen.

"Partisipasi pemilih sekitar 60 persen dan kami masih menggali kenapa partisipasi pemilih hanya 60 persen. Menjadi tanda tanya apakah partisipasi rendah karena tingkat kehadiran memang rendah atau pemilih minim atau sengaja diminimkan untuk tak ikut memilih," kata Kebing.  Dikatakan Kebing, setelah suara Hulu Kapuas masuk maka akan dilakukan perekapan perhitungan kembali. Selanjutnya kami akan menginventrisir masalah terkait money politic yang nantinya sebagai gambaran, bisa jadi pemilih tidak disuruh memilih atau hasil pemungutan suara untuk pasangan nomor dua tidak maksimum.

"Ada beberapa TPS yang masih jadi persoalan seperti di Landau Ipoh,” jelasnya. Karena ada pemilih yang diwakili untuk mencoblos dan di Seluan ada money politic. “Ada beberapa TPS yang memang perlu diulang atau tidak pemilihannya,"jelasnya. Perhitungan yang disampaikan masih belum final dikarenakan masih ada perhitungan yang belum masuk dan ada juga persoalan di TPS sehingga perlu dikaji kembali.  Yang jelas data kemenangan paslon nomor dua adalah angka pasti.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas Hulu Lisma Roliza mengaku tak mengalami kendala dalam proses pemilihan bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu 9 Desember 2015 lalu. "Saat ini surat suara sudah berada di PPK untuk dilakukan perekapan. Kami belum tahu laporan dari daerah Hulu Kapuas dan beberapa daerah lainnya, sebab baru tiba di PPK hari ini," terangnya Kamis (10/12).Saat ini perhitungan suara sudah mulai dilaksanakan di PPK Bika dan untuk yang lainnya masih dalam proses perekapan tinggal menyalin hasil perhitungan di TPS.

"PPK perhitungan akan berlangsung dari tanggal 10-16 Desember. setiap PPK mengatur alokasi waktu, karena jumlah TPS-nya berbeda-beda," ucapnya. Rekap di KPU ini berlangsung dari tanggal 16-18 Desember atau dimulai 17 Desember. Sementara itu di Ketapang, Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Ketapang nomor urut 2, Andi Djamarudin - Chanisius Kuan mengklaim memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ketapang 2015. Pasangan ini mengklaim memperoleh suara paling banyak dengan memenangkan perolehan suara di 8 kecamatan dari 20 kecamatan di Ketapang.
Pasangan ini pun mendeklarasikan diri sebagai pemenang Pilkada Ketapang 2015 di hadapan ratusan pendukungnya di kediaman Andi Djamirudin di Jalan KH Mansyur, Kamis (10/12) sore. Pasangan Andi-Kuan mengklaim meraih 67.128 suara (32 persen) dari 95 persen suara yang masuk.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Andi-Kuan, Thomas Alexander, mengatakan, deklarasi kemenangan tersebut dilakukan setelah rekapitulasi suara dilakukan hampir mencapai 100 persen. "Sudah hampir 100 persen. Masih ada beberapa TPS yang belum masuk. Namun itu tidak akan mempengaruhi angka yang sekarang ini," katanya saat konferensi pers, kemarin (10/12). Berdasarkan penghitungan formulir C1, lanjut Thomas, pasangan Martin Rantan-Suprapto meraih 62.764 suara (30 persen), Andi Djamirudin-Chanisius Kuan meraih 67.128 suara (32 persen), Boyman Harun-Gurdani Achmad meraih 60.921 suara (29 persen) dan pasangan Darmansyah-Uti Rushan meraih 19.210 suara (9 persen).

"Deklrasi kemenangan ini menggunakan data real count kami. Kami memang tidak mendahului KPU, tetapi deklarasi kemenangan untuk menegaskan dan menyampaikan kepada para pendukung dan masyarakat, bahwa ini jawaban dari pertanyaan mereka," jelasnya. Pihaknya berani mendeklarasikan kemenangan lantaran merasa data yang dihimpun telah cukup dan valid yakni, berdasarkan formulir C1 para saksi pasangan calon nomor urut 2. "Saksi kita jelas ada dari tingkat kecamatan, hingga desa dan tersebar di 1.104 TPS, ungkapnya.

Menurutnya, 8 kecamatan yang dimenangkan oleh pasangan Andi-Kuan adalah Kecamatan Sungai Laur, Singkup, Muara Pawan, Jelai Hulu, Air Upas, Manis Mata dan Kecamatan Matan Hilir Utara. Sedangakan kecamatan yang diakuinya kalah seperti di Kecamatan Simpang Hulu, Simpang Dua serta Marau, dan beberapa kecamatan lainnya bisa masih dapat mengimbangi.Thomas juga menegaskan, pihaknya akan melaporkan pihak-pihak yang dianggap mendzolimi mereka. "Kalau kita didzolimi, akan kami perkarakan. Karena kita yakin dengan data ini. Kami juga punya data pembanding," tegasnya.

Sementara itu, calon Bupati Ketapang nomor urut 2, Andi Djamiruddin, mengaku senang atas raihan suara tersebut. Namun pihaknya masih tetap menunggu penetapan dari KPU Ketapang sesuai jadwal. "Kita bersyukur kepada tuhan yang maha kuasa, kepada seluruh masyarakat, relawan dan tim pemenangan. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Ketapang," ungkapnya. Sama halnya dengan pasangan nomor urut 2, pasangan nomor urut 1, Martin-Suprapto juga mengklaim kemenangan. Ketua Tim Pemenangan Martin-Suprapto, Kristoporus Popo, mengaku jika pasangan nomor urut 1 sebagai pemenang Pilkada.

Menurutnya, dari 20 kecamatan, pihaknya mengklaim berhasil menang di 7 kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Simpang Hulu, Simpang Dua, Sungai Laur, Hulu Sungai, Tumbang Titi, Manis Mata dan Kecamatan Marau. "Kami yakin menang. Bahkan di 4 kecamatan yaitu, di Simpang Hulu, Simpang Dua, Tumbang Titi dan Hulu Sungai, kami menang besar," katanya, kemarin (10/12).Dari total suara real count yang didapat dari formulir C1, saat ini pihaknya berhasil meraih 63.670 suara (31,20 persen). Sedangkan Andi-Kuan meraih 61.180 suara (29,98 persen). Boyman-Gurdani meraih 59.640 suara (20,22 persen), dan Darmansyah-Uti hanya meraih 19.586 suara (9,60 persen).

"Ini data real count kami, yang kami himpun dari 1.083 TPS dari total 1.104 TPS. Kami yakin sisa beberapa TPS yang belum masuk makin menambah perolehan suara kami, karena berada di lokasi lumbung suara kami," tegasnya. Untuk itu, ia mengaku pihaknya menang dalam Pilkada ini. Meski untuk kemenangan resmi masih harus menunggu pleno KPU. "Kami ingin sampaikan ke seluruh masyarakat Ketapang terutama pendukung kami agar tetap tenang, sambil menunggu perhitungan suara secara resmi sesuai tahapannya oleh KPU. Yang jelas data yang kami miliki tidak akan bergeser jauh dan kami yakin menang, karena tidak ada margin error dari hasil real count kami," pungkasnya.

Di tempat terpisah, momentum pesta demokrasi terbesar perdana di tanah air hendaknya tidak dijadikan ajang saling dendam. ”Menang atau kalah tetap harus legowo. Mari kita jaga netralitas pilkada. Saya optimis seluruh elemen sudah siap menghadapi apapun hasil pesta demokrasi serentak,” kata Ermin Elviani, Wakil Ketua DPRD Kalbar baru-baru ini di Pontianak. Menurutnya pasangan calon (paslon) kepala daerah yang kalah mau tidak mau demi Kalbar harus legowo dan mampu menerima kekalahan. Sebab yang namanya pertarungan pasti ada pemenang dan yang kalah. Hendaknya pesta tersebut tidak disusupi tindakan merugikan semua pihak. ”Proses pencoblosan sudah usai. Mari kita tunggu hasilnya dari KPU masing-masing,” uajrnya.

Baginya sukses pilkada serentak dengan membangun semangat persaudaraan dan demokrasi indah. Apapun kompetisi tentu dapat memunculkan konflik dan ketegangan karena berusaha menjadi pemenang. Namun diharapkan, perbedaan pendapat tidak meluas dan dapat diselesaikan dengan cara yang baik. “Kita harus tenang. Tidak perlu buat kerusuhan dan terima hasil resmi. Ingat, yang menang adalah saudara kita, dan yang kalah juga saudara kita," ucapnya.

    Mulyadi Yamin anggota DPRD Kalbar mengatakan dalam pertarungan pilkada serentak di Kalbar tidak ada yang menang atau kalah. Yang ada bagaimana membuat perbedaan justru menyatu kembali dengan segala konsekuensinya. ”Yang menang jangan besar kepala yang kalah harus legowo. Yang menang wajib merangkul yang kalah,” ucap pengurus Golkar Kalbar ini.    Dia pun mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana agar tetab kondusif, tertib, aman dan terkendali. ”Semua harus berani menjaga. Kalbar adalah punya kita. Jangan terpecah belah hanya karena pilkada. Sudah konsekensi dalam pertarungan apapun, ada yang menang dan kalah,” ungkap dia.

    Lutfi A.Hadi anggota DPRD Kalbar dari Nasdem juga mengajak semue elemen masyarakat yang terlibat dalam pilkada serentak untuk membangun Kalbar. Pasalnya pertarungan dalam pilkada serentak hanya bumbu kecil bagaimana memajukan kalbar. Semua memiliki peranan sentral dalam setiap pembangunan. ”Makanya, jangan terpecah belah. Marilah kita kembali. Proses pemilihan sudah tuntas,” ujarnya. (aan/afi/den)
 

 

Berita Terkait