Pasien Mulai Mengeluh Kepanasan

Pasien Mulai Mengeluh Kepanasan

  Senin, 11 July 2016 09:30
KELUAR: Pasien yang kepanasan, terpaksa keluar dari ruangan rawat inap. Mirza/Pontianak Post

Berita Terkait

Pemerintah Kota Pontianak berupaya memberi layanan kesehatan maksimal. Buktinya di beberapa puskesmas kini dapat melayani rawat inap  seperti rumah sakit. Meski demikian ada beberapa fasilitas Puskesmas belum terpenuhi, salah satunya ruangan belum miliki pendingin. Ke depan masyarakat berharap pelayanan Puskesmas sama baiknya dengan rumah sakit.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Wajah pria berbadan bongsor tampak panik mondar-mandir keluar masuk ruangan rawat inap Puskesmas Kecamatan Pontianak Utara, Jumat akhir puasa lalu. Ia tak tega melihat anak laki satu-satunya meringis karena sakit yang diderita. Tak hanya dia, keluarga ikut menemani dirinya untuk menunggu sang anak berharap kesehatan anak segera sembuh usai ditangani dokter yang ada di Puskesmas itu.

"Kata dokter anak saya muntaber. Perasaan saya tak tentu. Lihat anak sakit, hari raya tak terpikir, terpenting sembuh dulu," ucap Yudi nama sang ayah. Dipilih Puskesmas Pontianak Utara untuk rawat inap anaknya, menurut lulusan sarjana di salah satu universitas swasta itu karena letak Puskesmas tak jauh dari kediamannya. Selain itu, layanan kesehatan di Puskesmas hampir sama dengan rumah sakit karena memiliki ruang rawat inap. Untuk biaya penginapan pun tak terlampau tinggi, sehari Rp 110 ribu.

Hanya saja lanjutnya di ruang rawat inap tak miliki pendingin atau kipas angin. Ini yang jadi keluhan pasien. Harusnya di ruangan pasien dapat dipasang pendingin agar pasien tidak kepanasan. Makanya ia panik karena tak tega melihat sang anak kepanasan. Ia pun berinisiatif membawa ke luar ruangan sebentar. "Siang hari ruangan panas. Kasihan pasien kepanasan di ruangan. Saya pun terpaksa cari kipas angin agar anak tak kepanasan," ucapnya.

Selain itu, fasilitas tes darah hanya bisa dilakukan sore hari. Dokter spesialis anak juga belum ada sehingga pasien masih di rawat dokter umum. Ia sebagai warga paham dengan belum maksimalnya layanan, namun jika Puskesmas ingin maju perlu ada perbaikan. "Jika pemerintah ingin bantu harusnya hal kecil seperti tak miliki pendingin harus terpasang demi kenyamanan pasien ," ucapnya.

Apalagi wilayah Utara sebagian warganya juga ekonomi menengah kebawah. Dengan maksimalnya pelayanan dan fasilitas Puskesmas menurut Yudi warga tak perlu jauh-jauh membawa pasien ke rumah sakit. "Cukup ke Puskesmas pasien dapat ditangani," ungkapnya.

Karena trombosit anak semakin rendah, ia berencana membawa anak ke rumah sakit agar terlayani maksimal. Alasan petugas karena alat masih terbatas. "Kalau soal pendingin di ruangan pasien menurut saya perlu dipasang. Beberapa waktu lalu ada petugas Dinas Kesehatan melihat pasien di ruangan ini keluar masuk karena kepanasan. Mudah-mudahan ke depan ada pendingin diruangan pasien. Dengan begitu pasien yang sakit tak lagi kepanasan ketika di ruangan," harapnya.*** 

Berita Terkait