Pasca Aksi Protes Penembakan, Polsek Timur Dijaga Ketat

Pasca Aksi Protes Penembakan, Polsek Timur Dijaga Ketat

  Kamis, 1 September 2016 09:30
JAGA : Beberapa anggota kepolisian sedang berjaga didepan Polsek Timur Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (31/8). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Meskipun sudah kondusif, Markas Polsek Pontianak Timur tetap dijaga ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap, Rabu (31/8). Bahkan mereka juga mendirikan tenda dan barak di halaman polsek. 

Situasi Pontianak Timur sempat mencekam karena aksi protes ribuan warga yang tidak terima atas penembakan salah satu warganya oleh oknum polisi, Selasa (30/8) sore. 

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam mengatakan, aksi protes warga dipicu dari kejadian penangkapan tersangka curanmor atas nama Supriyadi alias Dayat, yang juga merupakan DPO.  

Polisi menemukan beberapa kerangka sepeda motor di rumah Dayat. Menurut Iwan, Dayat merupakan pelaku pencurian yang mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan. 

"Di rumah yang bersangkutan kami temukan kerangka sepeda motor dan senjata api rakitan serta amunisinya," katanya.

Pada saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan memberontak dan mencoba melarikan diri sehingga dilakukan penembakan di bagian kaki dan dibawa ke rumah sakit. Pelaku sempat terjun ke air. 

"Penyebab kematiannya bukan karena luka tembak, melainkan karena sempat terjun ke air. Karena memang tidak boleh terkena air," jelasnya.

Pada saat akan dibawa rumah duka, lanjut Iwan, dicurigai ada pihak-pihak yang berusaha mengkondisikan dengan menyebar isu, yang bersangkutan ditembak di dada. "Itu tidak benar. Yang bersangkutan ditembak di bagian paha," lanjutnya.

Kemudian oleh kelompok ini, jenazah digiring ke Mapolsek Pontianak Timur dan kelompok masa bergerak untuk melakukan protes dan mulai melakukan perusakan.

"Alhamdulillah kesigapan kita bisa amankan dengan relatif singkat bisa diamankan dan konfusif," katanya.‎

Hadiri Pemakaman

Sebagai bentuk simpati Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak yang didampingi pejabat utama Polda Kalbar, Kapolresta Pontianak dan Dandim 1207 Kota Pontianak, menghadiri Pemakaman Supriyadi alias Dayat dipemakaman Muslim  Wan Kimih Jalan Tanjung Raya Gang Taslim.

Pemakaman dipimpin Ustaz Jafar. Pada kesempatan tersebut Kapolda menyampaikàn turut berduka cita atas meninggalnya Supriyadi Alias Dayat.

"Semua mahluk hidup pasti akan mati hanya kapan dan caranya yg berbeda beda, Almarhum oleh Tuhan telah ditakdirkan meninggal dengan cara seperti itu, kita yang hadir di sini juga akan menyusul, hanya caranya yang berbeda, semuanya tidak ada yang tahu, termasuk Kapan kita akan dipanggil," katanya.

Sementara itu keluarga korban yang diwakili oleh Bujang Mulia menyampaikan terima kasih atas kehadiran  kapolda beserta pejabat utama polda dalam pemakaman keluarganya.

Pihak keluarga juga menyampaikan permintaan agar kesalahan almarhum untuk dimaafkan agar almarhum  dapat istirahat dengan tenang dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Suasana pemakaman sangat kondusif dan tenang, tepat pukul 09.40 pemakaman selesai. 

Jangan Anarkis   

Menanggapi peristiwa penyerangan Markas Kepolisian Sektor Pontianak Timur oleh warga yang terjadi, Selasa (30/8) malam, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan kejadian itu merupakan salah satu ujian berat bagi Kota Pontianak. Namun dirinya memuji masyarakat yang tidak bertindak anarkis dan bisa bernegosiasi dengan baik.

“Pelampiasan itu kan biasa, asal jangan anarkis saja, protes boleh asal sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada, jangan sampai main hakim sendiri,” ucap wali kota yang akrab disapa Bang Midji itu, Rabu (31/8).

Menurutnya Kota Pontianak harus dibangun dengan masyarakat yang bisa meletakkan ketidakpuasan pada prosedur yang benar. Tentunya dengan menempuh jalur hukum positif, seperti yang berlaku di negara ini. Dia pun yakin warga di kota ini sudah terbiasa dan selalu mengedepankan proses hukum dalam tiap persoalan.  

“Saya ingin masyarakat Pontianak taat aturan. Jika terjadi masalah seperti itu jangan panik, Insyaallah jika dibicarakan dengan baik maka bisa selesai semua, saya yakin itu,” katanya.

Duduk bersama menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, dengan kepala dingin dikatakan dia akan dapat meredam emosi. Hasilnya pun dipastikan akan lebih baik, sehingga tindakan yang tidak diinginkan bisa segera diredam. 

Wali Kota yang telah menjabat dua periode ini juga mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga kota ini agar tetap kondusif. Bebas pendapat menurutnya boleh saja asal jangan anarkis. Sebab jika hal tersebut terjadi, justru akan banyak merugikan masyarakat luas. 

“Investasi bisa sulit masuk ke kota ini, nanti yang rugi masyarakat Pontianak juga. Kami sudah capek-capek membangun kota ini, jadi harus sama-sama dijaga. Hidup itu kan untuk capaian kesejahteraan dan kebahagiaan, jadi buat hidup ini semakin hari semakin nyaman,” pungkasnya. (arf/bar)

Berita Terkait