Pasar Tradisional Belum Ditempati

Pasar Tradisional Belum Ditempati

  Jumat, 29 July 2016 09:30
SEPI: Pasar Ikan di Semudun telah rampung sejak akhir tahun lalu. namun sampai sekarang tak kunjung ditempati pedagang. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Program pembangunan fasilitas pasar tradisional di Kabupaten Mempawah digadang-gadang mampu meningkatkan geliat pereknomian pedagang. Namun sejumlah pasar tradisional yang telah direalisasikan tak kunjung difungsikan. DPRD menilai Disperindagkoptamben belum serius menangani pedagang.

“Kita sangat sesalkan kinerja Diperindagkoptamben. Sampai saat ini pedagang belum menempati pasar tradisional yang telah dibangun,” cecar Ketua Fraksi Nasdem DPRD Mempawah, Darwis, SH, MH kepada Pontianak Post.

Legislator Dapil Siantan-Segedong itu mencontohkan, bangunan pasar tradisional yang sampai saat ini belum difungsikan pedagang yakni Pasar Jungkat. Padahal, bangunan yang sudah rampung sejak 2015 lalu itu sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

“Ada apa hingga pasar ini tak bisa ditempati pedagang. Kalau pun ada permasalahan yang serius, Disperindagkoptamben harusnya bisa menyelesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut. Jika memang permasalahannya serius, silahkan sharing kepada kami di DPRD,” pendapatnya.

Selama ini, Ketua DPD Partai Nasdem itu menilai tidak ada upaya  dan keseriusan dari dinas terkait untuk memindahkan para pedagang yang masih menempati pasar sementara di terminal oplet jungkat.

“Kasihan pedagang yang sejak lama telah mendambakan keberadaan pasar tradisional itu. Dampak lainnya dengan belum berfungsinya pasar itu, sangat berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal negatif. Seperti tempat pasangan mesum atau hal buruk lainnya,” terkanya.

Darwis menegaskan apabila ditemui permasalahan hingga menyebabkan pasar trasidisional jungkat terbengkalai, maka pihaknya tidak akan tinggal diam.

"Kita akan proses permasalahan ini sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ancamnya menegaskan.

Senada itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Mempawah, H Rusli Abdullah, SE, M.Si menyarankan pemerintah daerah mencontohkan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sambas yang berhasil melakukan penataan pasar tradisional. Alhasil, para pedagang beraktivitas dengan baik dan lancar hingga berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

“Ini membuktikan kelemahan dari Disperindagkoptamben yang tak mampu menjalankan tupoksinya. Kami berharap Bupati dapat memberikan penilaian tersendiri terhadap kinerja SKPD nya. Jangan kinerja yang sudah baik diganti, lantas kinerja yang bobrok seperti ini tetap dipertahankan,” nilainya.

Legislator PDI Perjuangan itu pun menegaskan pejabat harus lebih mumpuni dalam menyelesaikan program kerja pemerintah. Sebab, peran kepala SKPD itu sangat penting dan strategis.

“Kalaulah kepala SKPD tidak bisa bekerja, maka program dan kebijakan Bupati pun tidak bisa berjalan baik. Makanya, copot saja kepala SKPD yang tidak bisa bekerja maksimal. Apalagi Bupati akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat SKPD. Nah, inilah saatnya untuk melakukan perbaikan dan evaluasi tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Disperindagkoptamben Kabupaten Mempawah, Torbiansyah yang mengurusi penempatan pedagang di pasar tradisional belum berhasil dikonfirmasi Pontianak Post.(wah)

Berita Terkait