Pasar Tengah Segera Ditata

Pasar Tengah Segera Ditata

  Kamis, 21 April 2016 09:48
Ilustrasi. Grafis: SIGIT/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta para pedagang Pasar Tengah bersikap kooperatif dengan adanya pemindahan sementara. Ini dilakukan agar proses pembangunan pasar tengah bisa segera berjalan dan cepat selesai.

“Semua harus mendukung jika mau tempat jualan jadi lebih nyaman, penataan ini juga untuk kebaikan seluruh pedagang,” katanya, Selasa (19/4).

Diketahui ada tujuh titik lokasi di Pasar Tengah yang akan segera dilakukan revitalisasi. Mulai dari pasar di Jalan Batang Hari (belakang Pos Polisi), Jalan Asahan hingga Parit Besar. Termasuk bagian pasar yang terbakar Agustus tahun lalu. “Nanti pedagang di Jalan Asahan juga masuk ke bangunan pasar yang baru, Parit Besar diharapkan bisa berfungsi optimal, jadi sementara pedagang harus pindah dulu,” jelasnya.

Untuk lokasi pemindahan sementara Pemkot Pontianak telah menyiapkan beberapa lokasi. Seperti di sekitar Pasar Cempaka termasuk di Jalan Kapten Marshan dan sekitar Pasar Kapuas Indah. Kemudian di Jalan Mahakam, Jalan Pangsuma, Jalan Sisingamanggaraja, Jalan Pawan, Jalan Seroja, Jalan Nusa Indah serta di Jalan Barito sekitar Pelabuhan Senghie. 

Termasuk beberapa pasar lain yang bangunan lantai duanya masih kosong. “Jika tidak ada tempat yang cocok, cari saja tempat sendiri untuk sementara, karena ada seribu lebih pedagang yang harus pindah, bagaimana kami mau mencarikan tempatnya,” katanya.

Sutarmidji juga meminta agar ukuran kios yang dibangun sementara jangan sampai terlalu besar. Cukup sekitar dua meter kali dua meter saja. “Ini tidak, sudah seperti membuat rumah tipe 34, padahal sifatnya darurat,” ucapnya.

Dari pantauan Pontianak Post, Rabu (20/4) proses pemindahan sudah berlangsung. Di salah satu lokasi Pasar Cempaka dan sekitarnya termasuk di Jalan Kapten Marsan, mulai dibangun kios-kios semipermanen. Tukang telihat tengah membangun kios-kios yang berukuran dua meter kali dua setengah meter. “Pembangunan kios biaya sendiri, Pemkot hanya menyiapkan lahan saja,” ungkap salah satu tukang yang mengaku pindahan dari lokasi bekas kebakaran di Pasar Tengah.

Ditemui terpisah, para pedagang di Jalan Asahan yang tak mau disebutkan perorangan mengatakan, masih ingin bertahan di sana. Alasannya karena sudah mendekati bulan ramadan dan idulfitri. “Jika pindah tentu akan susah, apalagi jika kami dipisah-pisah bisa tak laku jualan kami,” kata salah satu dari mereka, Henny.

Mewakili seluruh pedagang di sana, mereka yang tergabung dalam Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima Pasar Tengah mengaku sangat mendukung pembangunan yang akan dilakukan, namun tetap tak ingin pindah dan berharap ada diskusi lebih lanjut untuk mencari solusi. “Lebih baik kami pindah posisi saja ke pinggir jangan di tengah, untuk waktu berjualan juga mungkin bisa dipersingkat jika dibutuhkan, sampai pukul 15.00 misalnya,” kataya lagi. 

Ketua Komisi C DPRD Kota Pontianak Feri Maryadi menilai dalam pemindahan pedagang Pasar Tengah, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kota Pontianak tidak berkoordinasi dengan dewan. Secara prbadi ia tak ingin dalam pemindahannya nanti jadi keluhan pedagang karena tempat berdagangnya tidak sesuai dengan keinginan mereka. Meski bersifat sementara, pemerintah mesti memikirkan nasib pedagang, terlebih beberapa bulan ke depan akan menyambut puasa. 

“Dalam relokasi ini, Disperindagkop tidak ada koordinasi dengan kami (DPRD). Harusnya koordinasi dulu, biar sinkron antara SKPD dan DPRD dalam menjalankan perannya masing-masing. Takutnya dalam pemindahan terjadi keluhan dari pedagang. Itu mesti kami hindarkan,” ucapnya Rabu kemarin.

Saat ini dia akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. Setelah rekomendasi dikeluarkan ketua, dalam wakru dekat komisi C berencana turun lapangan melihat kondisi real nya. Ia ingin memastikan dalam pemindahan tersebut tidak terjadi keluhan dari sejumlah pedagang. 

“Intinya kita mau dengar langsung suara pedagang. Jangan Pasar Tengah dibangun dan dibaguskan, tetapi pedagang yang ada tidak diperhatikan,” tandasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pedagang, apabila ada keluhan bisa langsung datang ke dewan. Nanti bersama-sama akan dicarikan solusinya. Jika ada keluhan, tentu komisi C akan menindaklanjuti. “Intinya, kami tidak mencari benar salah. Kalau memang salah yang kita sanksi namun jika pedagang itu benar maka akan kami bela haknya,” terangnya.(bar/iza) 

Berita Terkait