Pasar Serikin, Pasar Dua Negara

Pasar Serikin, Pasar Dua Negara

  Minggu, 18 September 2016 10:28
Suasana Pasar

Berita Terkait

Meskipun terletak di terirorial wilayah Malaysia, namun pedagang di pasar rakyat Serikin, Malaysia ini dipenuhi oleh pedagang dari Indonesia. 

ARIEF NUGROHO, Serikin-Malaysia

AKHIR pekan menjadi waktu yang paling ditunggu oleh masyarakat di kedua negara, Indonesia dan Malaysia. Khususnya warga masyarakat perbatasan di Jagoi Babang-Malaysia. 

Ruas jalan utama yang menghubungkan kedua negara ini berubah menjadi pasar dadakan saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Ratusan bahkan ribuan orang Malaysia datang untuk membelanjakan ringgitnya. Mereka rela berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya demi untuk mendapatkan berbelanja di sini.

Pontianak Post berkesempatan mengunjungi pasar rakyat tersebut. Dengan berbekal surat pengantar dari Kantor Imigrasi, Minggu (4/9) pagi masuk ke Serikin melalui Pos Lintas Batas di Jagoi Babang. Pasar Serikin sendiri terletak di sepadan perbatasan Indonesia-Malaysia atau sekitar 319 Kilometer dari Kota Pontianak. 

Untuk masuk ke wilayah teritorial Malaysia itu memang tidak seketat jika kita masuk melalui PLB lainnya. Selain tidak perlu menggunakan paspor, kita cukup meminta surat pengatar dari Kantor Imigrasi, itu pun jika kunjungan kita terbatas. Misalnya satu hari kunjungan. 

Tapi jika tidak, maka kita disarankan untuk membuat Pas Lintas Batas dengan membayar Rp200 ribu bagi warga luar perbatasan. Untuk masyarakat perbatasan sendiri hanya membekali diri dengan Pas Lintas Batas, maka akan bebas keluar masuk ke Serikin.

Akses penjagaan di sana juga tergolong longgar. Hanya satu kali pemeriksaan. Itu pun saat melintasi pos penjagaan tentara Malaysia. Padahal di Jagoi Babang sudah dibangun pos terpadu yang dijaga berbagai instansi, seperti Bea Cukai, Karantina, BKSDA, TNI dan Polri. Tak heran jika Jagoi Babang menjadi jalur yang digemari bagi para penyelundup. 

Sepintas tidak ada yang aneh saat memasuki pasar Serikin. Layaknya pasar kaget atau pasar tradisional lainnya di Indonesia, pasar rakyat ini menjajakan berbagai dagangan, seperti pakaian, aneka kuliner, kerajinan tangan, perabotan rumah tangga, hingga barang antik. Tapi jangan salah, hampir semua pedagang dan produk dagangannya berasal dari Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan sebagian besar dari Kalimantan Barat sendiri.

Selain menjajakan barang-barang produk Indonesia, di pasar ini juga memberlakukan dua mata uang, Ringgit dan Rupiah. 

Ahau Kadoh misalnya. Hampir setiap pekan, ia berkunjung ke Serikin untuk berbelanja. Meskipun ia sadar, apa yang dijual di pasar itu sebagian besar berasal dari Indonesia. 

Menurut Ahau, setiap akhir pekan, Pasar Serikin menjadi daya tarik tersendiri bagi para pedagang Indonseia, khususnya dari Kalimantan Barat. Alasannya cukup simple, nilai tukar Ringgit yang lebih tinggi dari Rupiah, maka pedagang bisa meraup keuntungan berkali lipat. 

"Setiap Jumat sore para pedagang mulai datang. Sabtu dan Minggu mereka berjualan di sana," kata Ahau kepada Pontianak Post. 

Secara hitungan angka, kegiatan di Pasar Serikin sangat menguntungkan penduduk Kampung Serikin karena ada sekitar 300 pedagang Indonesia di sini. 

Penghasilan penduduk Serikin dari pasar Serikin terutama bersumber dari penyewaan lokasi berjualan, sewa kamar sebagai tempat penginapan dan penyimpanan barang dagangan dan usaha tempat parkir pengunjung. (*)

 

Berita Terkait