Pasar Rakyat Tebas Selalu Ramai

Pasar Rakyat Tebas Selalu Ramai

  Jumat, 29 April 2016 09:19
TINGGAL MONUMEN: Tugu Jeruk ada di Tebas, lantaran dulunya jeruk dari kecamatan ini melimpah. Sekarang, masih ada namun jumlahnya berkurang. FAHROZY/PONTIANAK POST

Penataan Pasar Lainnya Akan Dilakukan

SAMBAS – Paska ditempati para pedagang, pasar rakyat Tebas di Kecamatan Tebas. Selalu diramaikan pengunjung. Hal tersebut diakui Camat Tebas, Sugiarto, Kamis (28/4) ditemui di ruang kerjanya.

“Alhamdulillah, selalu ramai dikunjungi warga, hal ini bisa dilihat lahan parkir yang ada sampai tidak muat. Karena memang tempatnya strategis, baru ada satu pasar seperti ini dan berada di tengah-tengah pemukiman warga. Dan kita optimis akan selalu ramai untuk perputaran uang di tempat tersebut,” kata Sugiarto.

Menurutnya, sesuai rencana awal. Pasar Rakyat Tebas ini dulunya akan disiapkan untuk sekitar 156 pedagang yang biasanya berjualan di tepi jalan raya. Namun dalam kenyataannya, pada tersebut digunakan untuk berjualan sekitar 194 pedagang. Hal ini dikarenakan banyaknya pedagang yang ada, dan ini pun telah ada kesepakatan antara semua pihak termasuk para pedagang itu sendiri.

“Namun ternyata, dari jumlah tersebut (194) masih banyak yang belum tertampung. Terutama para pedagang kaki lima yang berjualan malam hari,” katanya.

Atas kondisi ini, sesuai kesepakatan bersama. Pedagang yang biasanya berjualan malam. Diperbolehkan berjualan di tepi jalan. Dengan catatan, menggunakan gerobak, mulai berjualan pukul 16.30 WIB dan selesai pukul 05.00 WIB.

“Alasannya jika menggunakan gerobak, setelah pukul 05.00 WIB bekas jualannya langsung bisa diangkut. Boleh ditepi jalan, namun harus ada jarak dari badan jalan agar tak mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

Mengenai pengelola pasar, sebutnya, sampai saat ini sudah berjalan hanya perlu waktu untuk penyesuaian. “Seperti dari awal, untuk pengelola adalah para pedagang itu sendiri. Sehingga ke depannya, mereka (para pedagang) mengurus sendiri atau mandiri,” katanya.

Diakuinya, sejak ditempati ada beberapa miskomunikasi terjadi. Namun hal tersebut bisa diselesaikan antar pedagang yang ada. Diantaranya mengenai kesepakatan, pedagang di bawah tidak diperbolehkan minuman. Namun dalam kenyataannya ada yang melanggar, namun hal itu bisa dimusyawarahkan, dan sekarang ini sudah tak ada masalah.

“Jadi kesepakatan para pedagang, yang dibawah jualan makanan. Kemudian kalau ada pembeli menginginkan minuman, pedagang dibawah memesan dipedagang yang dilantai atas, dengan kesepakatan pembagian keuntungan,” kata Sugiarto.

Selain melanjutkan program di pasar rakyat. Ke depannya penataan pasar lainnya juga akan dilakukan dengan melibatkan pihak desa, hingga RT dan RW. Seperti nanti penataan pasar pagi, pasar ikan, serta penyiapan lokasi pasar juadah.(fah)