Pasar Rakyat Harus Nyaman untuk Bertransaksi

Pasar Rakyat Harus Nyaman untuk Bertransaksi

  Jumat, 12 January 2018 09:53
TRADISIONAL TAPI MODERN: Pasar Tengah yang telah direnovasi pemerintah kota Pontianak dengan tujuan agar pasar tersebut lebih modern dengan tidak meninggalkan nilai tradisionalnya | SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sinarmas Land ditunjuk menjadi model percontohan untuk pembangunan pasar-pasar rakyat di bawah Kementerian Perdagangan. Termasuk yang sedang dibangun di Kalimantan Barat. 

CSR Officer Sinar Mas Land, Rahadian Anandianto kepada Pontianak Post mengatakan pihaknya akan serius untuk memberikan prototipe untuk pasar-pasar rakyat tersebut. Kendati memiliki desain arsitektur yang sudah baku, Rahadian mengatakan, bangunan pasar tersebut bisa ditambahi ornament-ornamen khas lokal.

“Memang bentuk yang kami tawarkan sudah begitu. Tetapi bisa saja diubah untuk dimasukan gaya arsitektur lokal sebagai tambahan. Seperti yang sudah diterapkan di banyak daerah lainnya. Jadi model basic bangunannya memang sudah begitu. Tinggal ditambahi saja ornamen lokal. Kami juga tidak mau gaya lokal ditinggalkan,” kata dia.

Menurut dia, pada hakikatnya, revitalisasi pasar bertujuan mendorong pasar rakyat bisa lebih nyaman bagi pembeli dan penjual saat bertransaksi. Prototipe tersebut menjadi acuan pembangunan maupun revitalisasi pasar rakyat yang didanai  pemerintah. Pembangunan dan revitalisasi pasar harus mengikuti standardisasi yang telah disiapkan pemerintah, sehingga mudah untuk diawasi.

Dalam pengelolaan pasar, pihanya menekankan pada kebersihan, kenyamanan, penataan stan hingga keamanan. Namun, Sinar Mas Land juga mementingkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pedagang. Misalnya, dalam soal pengelolaan keuangan pedagang (pembukuan), cara meningkatkan transaksi hingga bagaimana cara mendapatkan permodalan dari perbankan.

Sementara itu, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Sihar Hadjopan Pohan Dalam pengelolaan pasar rakyat, Kemendag telah memiliki Standar Operational Prosedur (SOP) dalam pengelolaan pasar antara lain kebersihan, keamanan, parkir, petugas kamar kecil, petugas penerima, petugas kasir, petugas pemeliharaan, pemungut retribusi, penanganan kebakaran, dan pemantauan harga. SOP Pengelolaan Pasar Rakyat ini nantinya dapat diterapkan pengelola pasar rakyat yang pasarnya dibangun berdasarkan prototipe yang ditetapkan Kemendag.

Sihar meminta para pengelola pasar rakyat untuk menerapkan SOP agar pasar mendapat kepercayaan dari masyarakat. Pasalnya, selama ini banyak pengelola yang hanya fokus pada penarikan retribusi dan iuran lain saja. Sementara ketika ada kerusakan atau pasar tidak bersih, lamban ditangani oleh para pengelola. Sebab itu perlu ada standar yang harus dijalankan para pengelola pasar.

Pemerintah sendiri, kata dia, sudah mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pasar-pasar tradisional. Hanya saja, masih segelintir pasar yang mampu menggapai SNI ini. “SNI ini memang agak berat karena berkaitan dengan sertifikasi. Tidak hanya satu aspek saja, melainkan banyak. Tetapi sebaiknya kita orientasinya tetap mengejar SNI, walaupun belum tercapai, minimal sebagian sudah diterapkan,” pungkas dia. (ars)

Berita Terkait