Pasar Pontianak; Menuju Pasar Tradisional yang Bersih, Rapi dan Sehat

Pasar Pontianak; Menuju Pasar Tradisional yang Bersih, Rapi dan Sehat

  Sabtu, 12 December 2015 08:41   1

 Oleh: Faisal Riza

PASAR tradisional merupakan tempat aktifitas warga yang masih menjadi kegiatan rutin sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain murah, warga masih mengandalkan pasar ini karena keberadaannya yang mudah dijangkau. Di sebagian besar kota besar di Indonesia, setiap daerah pasti memiliki pasar tradisional.

Kebersihan pasar ini sangat penting mengingat pasar adalah tempat umum yang setiap hari terdapat ratusan bahkan ribuan orang berlalu lalang melakukan aktifitas di pasar. Apabila pasar yang sering kita kunjungi tidak bersih, maka tidak menutup kemungkinan pasar tersebut bisa menjadi sumber penyakit. Sampah yang tidak terkendali mengakibatkan lingkungan menjadi tidak nyaman dan tidak sehat.

Pada sudut koran Pontianak Post di rubrik Balai Kota tertanggal hari Sabtu, 5 Desember 2015, wakil walikota Pontianak, bapak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan tentang kondisi beberapa pasar tradisional di Pontianak. Lapak berjualan tidak rapi, lantai kotor sampai saluran air penuh dengan berbagai macam sampah menjadi pemandangan umum di pasar tradisional kita.  Besar harapan beliau bahwa ke depan kota Pontianak mempunyai pasar yang bersih, rapi, indah, bahkan bisa menjadi tempat tujuan wisata.

Pasar tradisional merupakan tempat umum dimana pembeli dan penjual melakukan aktifitas transaksi secara langsung dan biasanya disertai dengan proses tawar menawar. Barang yang diperjual belikan pun biasanya merupakan barang kebutuhan sehari – hari yang diperlukan masyarakat. Selain kegiatan tersebut, pasar tradisional juga merupakan tempat terjadinya pertukaran ide, gagasan, atau hanya sekedar pertukaran informasi antar sesama. Pasar tradisional juga merupakan cermin masyarakat Indonesia yang begitu majemuk. Di dalamnya terdapat berbagai suku, bahasa, agama, jenis kelamin dan lain sebagainya. Semua menjadi satu di dalam komunitas pasar tradisional lengkap dengan hiruk pikuk di dalamnya.

Selain kotor dan tidak rapi, pasar tradisional biasanya identik dengan penyebab kemacetan lalu lintas. Hal ini sering terjadi di hampir sebagian pasar tradisional di Indonesia.  Pemerintah melalui Undang – Undang Kepmenkes RI No. 519/Menkes/SK/VI/2008 menyatakan bahwa pasar sehat adalah kondisi pasar yang bersih, aman, nyaman dan sehat yang terwujud melalui kerja sama stakeholder dalam menyediakan bahan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat. Adapun tujuan penyelenggaraan pasar tradisional adalah terwujudnya pasar tradisional yang bersih, aman, nyaman dan sehat melalui kemandirian komunitas pasar. Komunitas pasar yang dimaksud adalah pengelola pasar, pedagang, konsumen dan pemasok.

Menurut Undang – Undang tersebut, ada 6 aspek kesehatan lingkungan yang harus dipenuhi pasar tradisional , diantaranya adalah lokasi pasar, bangunan fisik pasar, sanitasi pembuangan air, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), keamanan yang terjamin, serta fasilatas yang mencukupi. Pemerintah pusat melalui Pemerintah Daerah Kalimantan Barat dalam mengelola pasar tradisional harus selalu berpedoman pada Undang – Undang yang berlaku, sehingga tercipta pasar tradisional yang bersih, rapi, aman serta sehat.

Di beberapa negara lain, pasar tradisional menjadi salah satu tujuan wisata. Negara Malaysia dan Singapura mempunyai destinasi wisata khusus yaitu pasar tradisional. Pasar tradisionalnya dikelola dengan begitu bersih dan profesional sehingga pengunjung sangat merasa nyaman dan tenang ketika berbelanja. Di negara Thailand, pasar apungnya menjadi tujuan wisata para turis asing yang datang ke negara tersebut. Peran pemerintah sangat dominan dalam mengatur keberadaan pasar tradisional, sehingga sangat terkelola dengan baik. Masyarakat pun juga sangat peduli terhadap kearifan lokal pasar tradisional yang dipertahankan sampai sekarang. Apabila pasar tradisional di negara kita dikelola dengan baik dan profesional, maka tidak menutup kemungkinan kelak pasar kita akan menjadi tempat tujuan wisatawan asing.

Semoga pasar bersih dan rapi yang kita cita – citakan dapat terwujud di kota kita Pontianak. Untuk mewujudkannya tentunya perlu kerjasama dari berbagai pihak. Pemerintah daerah perlu membuat kebijakan khusus terkait pentingnya kebersihan pasar tradisional di Pontianak. Selain itu, peran pengelola pasar, pedagang, pembeli serta pemasok juga sangat penting dalam mewujudkannya. Perlu diadakan penyuluhan terhadap komunitas pasar tentang pentingnya kebersihan dan kerapian pasar tradisional. Jangan sampai keberadaan pasar tradisional yang menjadi ciri khas sebuah daerah akan tergusur dengan pasar modern yang tentunya lebih bersih dan rapi. Semoga.

*)Wiraswasta, blogger, traveller