Pasar Pinyuh Terlihat Kumuh

Pasar Pinyuh Terlihat Kumuh

  Sabtu, 2 April 2016 09:37
KUMUH: Lapak pedagang ikan berada dipinggiran jalan hingga menimbulkan suasana kumuh. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Meski Pemerintah Kabupaten Mempawah telah membangun Pasar Inpres, namun kondisi pasar sayur di Kecamatan Sungai Pinyuh belum tertata dengan baik. Puluhan lapak pedagang ikan dan sayur masih saja berjejal dipinggiran jalan. Kondisi itu pun membuat lingkungan menjadi kumuh.

“Harusnya para pedagang yang berjualan dipinggir jalan bisa ditata oleh pemerintah daerah. Karena, keberadaan pedagang ini cukup mengganggu. Terutama lingkungan dipinggir jalan menjadi kumuh dan berbau,” keluh salah seorang pengunjung pasar sayur, Ilham, Jumat (1/4) pagi.

Selain berdampak terhadap lingkungan yang kumuh, dirinya khawatir jumlah pedagang yang berjualan dipinggir jalan akan semakin bertambah nantinya. Makanya, dia menyarankan agar pemerintah daerah segera melakukan penataan dan melakukan musyawarah dengan pedagang bersangkutan.

“Kalau pun harus dilakukan penertiban, pemerintah daerah harus bisa memberikan solusi yang tepat. Agar para pedagang ini tetap bisa berjualan. Sebab, mereka menggantungkan hidupnya dengan berdagang,” sarannya.

Sementara itu, sejumlah pedagang yang menggelar lapak dagangannya dipinggiran jalan pasar sayur sungai pinyuh mengaku sejak dulu sudah berjualan dilokasi itu.

“Sudah bertahun-tahun berjualan ikan disini (pasar sayur). Saya dan kawan-kawan lain terpaksa menggelar lapak dipinggir jalan karena tidak mendapatkan meja di lokasi pasar inpres yang dibangun pemerintah daerah,” terang Amat, salah seorang pedang ikan di Sungai Pinyuh.

Dirinya mengaku pemerintah daerah telah menawarkan lokasi pasar ikan di Gang Pancasila. Namun dirinya enggan berpindah lantaran lokasi yang kurang strategis untuk berjualan. Jika dipaksakan, dirinya pun terancam merugi lantaran kurangnya pembeli.

“Kalau berjualan disana (pasar ikan), lokasinya tidak begitu mendukung. Pembeli malas untuk datang kesana. Kalau tidak ada pembeli maka otomatis kami akan merugi. Apalagi yang dijual sejenis ikan, udang yang tidak bisa disimpan lama,” pendapatnya.

Karenanya, dia berharap pemerintah daerah agar memberikan izin kepada para pedang ikan yang berjualan dipinggir jalan. Atau, pemerintah daerah dapat memberikan solusi terbaik agar para pedagang ikan mendapatkan lokasi yang tepat untuk berjualan.

“Kami berharap dapat terus berjualan dipinggir jalan ini. Sebab, lokasinya sudah strategis. Para pembeli yang berkunjung dipasar sayur sekaligus bisa berbelanja ikan, udang dan lainnya. Sehingga tidak perlu pergi ke lokasi lainnya,” tuturnya.

Dilain pihak, Kasi Bina Usaha Perdagangan dan Pembinaan Pasar Disperindagkoptamben Kabupaten Mempawah, Torbiansyah mengaku sejak dulu pihaknya telah menawarkan agar pedagang ikan untuk menempati lapak-lapak yang sudah disediakan di pasar ikan di Gang Pancasila Sungai Pinyuh.

“Disana (pasar ikan) sudah kita siapkan 60 meja. Namun, sampai saat ini hanya 20 lebih meja yang sudah diisi pedagang. Sedangkan sisanya masih berjualan dipinggir-pinggir jalan dilokasi pasar sayur,” ungkap Torbiansyah.

Terhadap kondisi itu, Torbiansyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Mempawah. Agar dilakukan penertiban dan memasang plang peringatan dilokasi yang dilarang berjualan.

“Sejak dulu kami sudah minta agar Sat Pol PP melakukan penertiban. Tetapi sampai saat ini tidak ada respon dari Sat Pol PP. Tidak mungkin juga, kami (Disperindagkop) yang melakukan penertiban. Sebab, tindakan itu bukan menjadi wewenang kami,” tegasnya.(wah)

Berita Terkait