Pasar Otomotif Masih Lesu

Pasar Otomotif Masih Lesu

  Rabu, 29 June 2016 09:25
Ilustrasi

Berita Terkait

Pasar otomotif di Kalimantan Barat masih lesu, sama seperti tahun lalu. Namun menjelang Hari Raya Idulfitri ini, terjadi peningkatan. Kendati demikian, diperkirakan pasar kendaraan bermotor di Kalbar belum akan bangkit benar, hinggar akhir tahun ini.

Aristono, Pontianak

LESUNYA perekonomian ditambah belum membaiknya harga komoditas andalan Kalimantan Barat seperti karet dan CPO berimbas langsung terhadap pasar otomotif di provinsi ini. Penjualan kendaraan bermotor di provinsi ini turun pada semester pertama tahun ini dibanding tahun lalu. Padahal tahun lalu saja angka penjualan produk otomotif sudah turun cukup dalam dibanding tahun 2014.

“Penjualan kami di semester pertama tahun ini turun. Tahun ini masih lesu. Dampak dari menurunnya harga karet dan kepala sawit sangat terasa bagi masyarakat. Tetapi kami perkirakan sampai akhir tahun angka penjualan unitnya akan sama dibanding 2015” kata Stefan Kristanto, branch manager Astra Daihatsu Pontianak kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurutnya, penurunan paling anjlok adalah untuk tipe-tipe menengah ke atas dan kendaraan komersial (pikap). “Memang anjlok. Terutama untuk pikap. Karena memang kondisi ekonomi sedang lesu sehingga berpengaruh kepada penjualan mobil komersial yang merupakan kendaraan aktivitas ekonomi disektor perkebunan dan perdagangan,” katanya.

Dijelaskan dia, sebelumnya kendaran komersial Daihatsu mengambil porsi hingga 60 persen untuk total penjualan seluruh unit. Namun pada semester tahun ini jumlahnya menyusut hingga kontribusinya tinggal 40 persen dibanding tahun sebelumnya. “Sisanya kendaraan passenger (penumpang). Tetapi kita tidak akan tinggal diam. Kami bersiap ketika ekonomi akan bangkit lagi,” ucapnya.

Pada kendaraan penumpang pun, lanjut dia, tipe-tipe MPV menengah ke atas pun mengalami penurunan. Beruntung hal tersebut diimbangi dengan melonjaktajamnya permintaan terhadap city car murah dan ramah lingkungan atau low cost green car( (LCGC).

“Tahun ini penjualan mobil sangat terpukul. Daya beli masyarakat rendah sekali, hampir semua tipe mobil kita merosot penjualannya. Tetapi Ayla ternyata tetap tumbuh baik,” imbuhnya. Disebutkan dia, Agya telah mengambil pasar tipe mobil yang lebih mahal. Walaupun masih punya peminat besar dan tinggi penjualannya, kedua tipe MPV tersebut sedang stagnan pertumbuhannya.

Penjualan juga terjadi pada pabrikan Toyota. Penjualan Toyota di Kalbar juga menurun. Hal ini tergambar dari menurunnya pemanfaatan pembiayaan di Toyota Auto Finance Kalbar. Branch Manager Marco Liusono mengatakan penjualan mereka turun dibanding tahun lalu.

Hal tersebut diperparah dengan meningkatnya potensi kredit macet yang tergambat dari angka Non Performing Loan (NPL). "Kami sama seperti dealer menurunnya. Pertumbuhan yang menurun itu diikuti naiknya NPL kami yang di angka 3 persen. Padahal tahun lalu di bawah 3 persen," tandasnya.

Setali tiga uang dengan mobil, kendaraan roda dua juga turut anjlok penjualannya. Head Region Astra Pontianak, Ronny Agustinus mengatakan penjualan sepeda motor merek Honda di Kalbar menurun sekira 20 persen dibanding tahun lalu. Terjadi pula perubahan terhadap minat beli tipe sepeda motor di Kalbar. "Bebek kontribusinya turun, jualannya turun. Tahun lalu bebek dari 27 persen, tinggal 23 persen. Matic 63 persen ke 63 persen kurang lebih sama. Sementara sport naik cukup signifikan. Walaupun penjualan turun, market share Honda hingga Mei lalu mencapai 67 persen. Kami ingin menguasa pasar di semua segmen," ungkapnya.

Kendati demikian, Ronny menyebut mulai ada tanda-tanda peningkatan penjualan sejak bulan lalu dan, meningkat signifikan pada Juni ini. "Terutama pada bulan ini, kami optimis bisa menjual 6600 unit, karea memang menjelang Lebaran biasanya memang meningkat. Kami optimis pada Juni ini peningkatan akan tajam terutama di daerah yang merayakan Idulfitri, seperti Pontianak, Sambas dan Ketapang,” ucap dia.

Ronny berharap meningkatnya penjualan ini akan berlanjut di Juli, karena masih ada momen kenaikan kelas, penerimaan mahasisa baru dan kelanjutan Idulfitri. Namun dia menginginkan ada peningkatan ekonomi masyarakat agar penjualan sepeda motor bisa sama dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Kami sudah mengeluarkan sejumlah strategi. Salah satunya adala mengeluarkan produk bari seperti CBR150R, Supra GTR150, dan pembaharuan produk lainnya," pungkas dia. (**)

Berita Terkait