Pasar Murah & Operasi Gula di Mapolda

Pasar Murah & Operasi Gula di Mapolda

  Senin, 27 June 2016 09:30
MENYERAHKAN: Brigjen Pol Drs Musyafak SH MM menyerahkan paket sembako kepada anggota dan keluarga besar Polda Kalbar, serta masyarakat yang berbelanja pada pasar murah dan operasi pasar gula dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-70 dan HKG Bhayangkari ke-64. PONTIANAK POST

Berita Terkait

“PASAR murah ini sangat membantu kami. Saya juga istri anggota di sini. Semoga tidak hanya di Ramadan, pasar murah digelar, dengan naiknya harga sembako. Ini tak hanya sangat bantu kami di keluarga besar Polri, tapi juga masyarakat umum,” ujar Dian (37), ibu tiga anak; usai berbelanja pada pasar murah dan operasi gula di halaman Mapolda Kalimantan Barat, Jl Ahmad Yani Pontianak, Kamis pagi, 23 Juni 2016.

Kegiatan tersebut disambut antusias; tak hanya oleh anggota dan keluarga besar Polda Kalbar, tetapi juga masyarakat di Pontianak dan sekitarnya. “Kami sangat berterimakasih dengan adanya paket sembako murah. Ini membantu kami. Kalau beli di luaran kan mahal, di sini murah,” ujar Siti Rohanah.

Warga Jl Parit H Husien I ini senang dapat berbelanja di pasar murah tersebut. “Ini untuk makan sendiri, saya cuma berdua dengan suami. Untuk sehari-hari, buka puasa kan perlu gula,” katanya. Ia mengakui, di tempatnya, gula pasir dijual Rp15 ribu per kilogram.

Hal senada disampaikan, Agus, ibu lainnya yang berbelanja di pasar murah. “Gula di sini murah, hanya Rp12 ribu per kilogram. Kalau di pasar bisa Rp15 ribu - Rp16 ribu,” ujarnya.

Terpisah, Brigjen Pol Drs Musyafak SH MM, Kapolda Kalbar menyampaikan, pasar murah dan operasi gula tersebut digelar bertepatan peringatan Hari Bhayangkara ke-70 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari ke-64. Dalam pelaksanaannya, Polda Kalbar berkerjasama dengan Inkoppol, Kemendag, Artha Graha Peduli (AGP), PT Cipta Usaha Sejati (anak usaha PT Pasifik Agro Sentosa), dan PT Angels Products.

“Rencananya, pasar murah ini, kami gelar dua kali. Hari ini (23/6), di Mapolda, untuk para anggota dan masyarakat sekitar. Kalau beli gula saja kan lumayan. Di sini kami jual Rp12 ribu, di luar rata-rata Rp16 ribu – Rp17 ribu. Ini bantu meringankan beban masyarakat,” ujar Musyafak, usai membuka pasar murah.

Selain itu, ada juga paket sembako murah Rp25 ribu, berupa beras, gula, minyak goreng, dan susu kental manis. Paket tersebut disediakan Pasar Murah Artha Graha Peduli. “Paketnya untuk 2.000 orang, hari ini (23/6),” katanya.

Tambahnya, “Titik kedua, rencananya di Entikong. Kami masih mencari waktu. Saya monitoring di Entikong, setelah bertemu Bapak Wagub, beliau katakan, saat pemda gelar pasar murah di Entikong tidak laku. Masyarakat sana masih beli dari Malaysia.”

Menurutnya, kondisi melonjaknya harga jelang Lebaran 1437 H, tidak hanya pada gula, tapi juga daging sapi yang harganya telah ditekan Presiden Joko Widodo. Ia menekankan, Polda Kalbar ketat mengamankan kebijakan pemerintah, salah satu menjaga arus barang perbatasan. “Kami larang dan tindak spekulan yang main-main dengan situasi kenaikan harga ini, termasuk yang mau main melalui perbatasan,” tegasnya.

Irjen (Purn) Drs Mudji Waluyo SH MM, Kadiv Pergudangan/Peti Kemas Inkoppol menyampaikan, Inkoppol mendapat tugas dari Kemendag menggelar operasi pasar gula untuk menstabilkan harga. “Wilayah kami seluruh provinsi di luar Jawa. Operasi pasar gula kami gelar mulai bulan ini, hingga akhir 2016. Daerah yang harga gulanya tinggi, kami datang gelar operasi pasar, agar ringankan beban masyarakat dan tingkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Alokasi operasi pasar gula di Kalbar hingga akhir tahun, 1.000 – 1.500 ton. “Kali ini baru 100 ton, karena transportasi H-7 sudah tidak bisa. Gula yang kami jual sudah mengantongi SNI dan nomor registrasi produk. Dijamin higienis 100 persen,” katanya.

Terpisah, Indra Wisnu Wardana, Direktur Bakokting Ditjen PDN menyatakan, pihaknya hanya mendukung akses barang-barang kebutuhan pokok bagi penyelenggara pasar murah. “Jumlahnya, tergantung pelaksana di tiap daerah. Pasar murah dan operasi pasar gula ini cukup efektif untuk bantu ringankan beban masyarakat dan stabilkan harga,” ujarnya.

Ia hadir sebagai wakil Kementerian Perdagangan RI yang me-nugaskan Inkoppol menggelar operasi pasar gula, sebagai upaya nugaskan Inkoppol menggelar operasi pasar gula, sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok.

Fadjar Bagus Surjanto, Perwakilan Artha Graha Peduli di Kalbar menyatakan, pasar murah yang mereka gelar bersama Polda Kalbar memang difokuskan pada dua titik, yaitu Mapolda dan Balai Karangan. “Tapi, tadi ada pesan dari Bapak Kapolda, di perbatasan, barang tidak laku. Jadi kami fokuskan paket sembako lebih banyak di Mapolda,” katanya.

Selain dua titik pasar murah bersama Polda Kalbar, Artha Graha Peduli menggelar pasar murah pada 34 titik lain di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, dan Mempawah. Dalam pelaksanaan pasar murah di Kalbar, AGP menggandeng PT Pasifik Agro Sentosa melalui anak usahanya, yaitu PT Cipta Usaha Sejati, PT Jalin Veneo, dan PT Mitra Aneka Rezeki.

“Total seluruh Indonesia ada 2.000 titik lebih. Kalbar total 36 titik, jumlah paket sembakonya tergantung permintaan. Satu titiknya sekitar 1.000 paket sembako,” ujarnya.

Selain pasar murah paket sembako dan operasi pasar gula, ibu-ibu bhayangkari Polda Kalbar membuka stan yang menjual pakaian-pakaian. Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Direktur PT PAS, Hasjim Oemar; Direktur PT Angels Products; dan pimpinan distributor gula di Kalbar. (d1)

Berita Terkait