Pasar Ekspor Arwana Terbuka

Pasar Ekspor Arwana Terbuka

  Rabu, 13 April 2016 10:39

Berita Terkait

Ikan Arwana dari Kalimantan Barat tidak hanya memenuhi pasar lokal dan domestik saja. Melainkan juga pasar ekspor. Tiongkok adalah pasar terbesar. Peluang untuk ekspor ikan arwana ke negara ini kian terbuka, setelah pemerintah di sana melunak dalam hal aturan.

Aristono, Pontianak

KENDATI semakin banyak daerah lain yang berbudidaya ikan arwana, tetapi arwana asal Kalimantan Barat masih menjadi promadona. Tidak hanya untuk pasaran lokal dan nasional saja, melainkan juga pasa internasional.

Gubernur Kalbar, Cornelis bahkan menilai Kalbar sudah dikenal karena ikan arwana yang unik dan berkualitas. Ikan arwana super red, sebut dia hanya ada di Kapuas Hulu, dia meminta hal ini bisa dipatenkan, dilestarikan dan ditawarkan kepada dunia.

“Kalau perlu pasang chip dulu sebelum dijual, sehingga orang tidak bisa mengambil merek dagang dan memalsukannya. Karena memang di dunia tidak ada arwana seperti di Kalbar, kecuali di Amerika latin, tapi modelnya beda,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Penangkar dan Pedagang Silok Kalbar (APPS), Vincent Apriono mengatakan, setidaknya belasan ribu ekor arwana dikirim saban tahunnya ke berbagai negara.

Tiongkok masih menjadi pasar terbesar dari ikan hias yang kerap dijuluki ikan naga ini. “Tiongkok itu yang paling besar. Bisa di atas 10.000 ekor setiap tahunnya. Orang kaya di sana memang suka ikan arwana karena punya prestise,” ujarnya kepada Pontianak Post. Sementara rata-rata ikan yang diekspor harganya US$300 per ekor.

Disebutkan dia, Tiongkok mengambil porsi 80 persen dari total pangsa pasar ekspor arwana Kalimantan Barat. Apalagi, kata dia, sekarang semakin mudah para pengekspor ikan arwana untuk menjual produknya ke luar negeri.

“Dulu pengiriman ikan arwana ke Tiongkok sangat ketat sekali. Butuh waktu panjang dan proses berbelit. Akibatnya banyak yang menyelundupkannya dari Hongkong. Sekarang sudah mudah, dan tentu membuat pasar ekspor kita agak bergairah. Apalagi kabarnya ekonomi Tiongkok mulai membaik,” pungkas dia.

Paling kecil adalah pasar Eropa. Kontribusinya kurang dari 1 persen. Menurutnya, orang Eropa punya kebiasaan berbeda dalam memelihara ikan hias. Mereka hanya memelihara ikan hias dalam akuarium pada saat musim dingin saja, lantaran lebih banyak berdiam di dalam rumah. Begitu musim panas, mereka akan liburan dan meninggalkan rumah dalam waktu lumayan lama. Sehingga ikan-ikan tersebut dibuang.

“Jadi mereka tidak mau membeli ikan mahal hanya untuk dibuang di musim panas. Jadi sulit ikan arwana untuk masuk pasar Eropa. Kalaupun ada yang beli, mereka adalah para imigran dari Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Tiongkok, dan lain-lain. Apalagi ikan kita kalau masuk ke sana harganya akan tinggi karena biaya kirim dan pajak,” ucap dia.

Hanya saja, ekonomi Tiongkok yang tengah melambat berdampak pula kepada penjualan arwana ke sana. Vincent menyebut, pada tahun lalu, penurunan volume ekspor arwana dari Kalbar turun hingga 30 persen ketimbang tahun sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya dan pemerintah sudah melakukan kunjukan ke pemerintah Tiongkok, agar waktu dan biaya ekspor bisa lebih efisien, guna menekan harga arwana di tingkat konsumen.

“Dulu untuk proses permit saja bisa sampai tiga bulan. Tetapi setelah kita minta, difasilitasi pemerintah kita, permitnya hanya beberapa hari. Paling lama dua mingguan. Ini sangat membantu untuk mengurangi kerugian dari arwana yang mati. Selain itu waktu lebih singkat mengurangi biaya distribusi,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Gatot Rudiyono menyebut arwana adalah ikan hias kebanggaan Kalbar. Ikan arwana Kalbar diakui oleh banyak pihak punya kualitas yang sangat baik, dengan berbagai keunikan yang sulit diikuti oleh daerah lain.

Dijelaskan Gatot, selain berbisnis ikan arwana, masyarakat juga dapat mengambil keuntungan, seperti membuka lapangan kerja seperti pengembangbiakan pakan arwana, kodok, kecoa dan jangkrik. “Ini multiflyer effect dapat melakukan usaha pakan yang ikan silok,” paparnya. (*)

Berita Terkait