Pasar Bujang Hamdi Akhirnya Dibongkar

Pasar Bujang Hamdi Akhirnya Dibongkar

  Minggu, 22 Oktober 2017 09:00
TINGGAL PUING: Seorang pedagang tampak sedang memungut sisa barang-barangnya yang bisa diselamatkan pascapembongkaran Pasar Bujang Hamdi Ketapang, Sabtu (21/10) pagi. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pedagang Bentrok dengan Aparat

KETAPANG – Pasar Bujang Hamdi akhirnya dibongkar, kemarin (21/10) pagi. Sebelum para pedagang merelakan lapak mereka dirobohkan dengan alat berat, ratusan pedagang sempat melawan. Bentrokan antara aparat gabungan dan para pedagang pun pecah. Sejumlah aparat mengalami luka-luka terkena lemparan batu. Sementara beberapa pedagang yang dianggap provokator diamankan.

Pembongkaran tersebut melibatkan sekitar 400 aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), Anggota Polres Ketapang, TNI dari Kodim 1203 Ketapang, dan Kompi 643 Ketapang. Satu alat berat diterjunkan ke lokasi untuk merobohkan bangunan di pasar tersebut. Pembongkaran dilakukan sekitar pukul 06.00 pagi.

Aparat gabungan sudah mendatangi pasar yang terletak di Jalan KH Mansyur tersebut sejak pukul 05.00 pagi. Namun, kedatangan aparat sudah ditunggu ratusan pedagang yang memang bermalam di dalam kawasan pasar. Pedagang menutup akses jalan masuk ke dalam pasar dengan meja. Pedagang juga membakar ban di pintu depan masuk pasar.

Sementara di samping, sejumlah ibu-ibu berbaring tepat di pintu masuk. Hal itu tentu membuat petugas dan alat berat tak bisa masuk. Beberapa saat negosiasi sempat dilakukan, namun tetap menemui kesepakatan. Pedagang tetap menolak untuk digusur. Diawali adu mulut antara petugas dan pedagang, bentrok pun akhirnya pecah.

Aparat yang berusaha merangsek masuk ke dalam kawasan pasar adu jotos dengan pedagang. Tak hanya itu, pedagang juga melempari aparat dengan batu. Aparat sempat mundur hingga keluar pasar. Namun lemparan batu dibalas dengan tembakan gas air mata dari anggota Polres Ketapang yang membuat pedagang mulai buyar dan mundur.

Meski berhasil masuk dan meratakan semua bangunan di pasar tersebut dengan alat berat, sejumlah aparat mengalami luka-luka akibat lemparan batu. Mereka pun dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Alat berat juga mengalami kerusakan terkena lemparan batu. Sementara sejumlah pedagang yang dianggap provokator diamankan.

Pedagang yang menolak juga sempat membakar sejumlah bangunan. Namun, pemadam yang sudah disiapkan berhasil memadamkan api sebelum merembet ke sejumlah bangunan lainnya. Para pedagang akhirnya hanya bisa pasrah melihat lapak tempat mereka berjualan diratakan dengan alat berat. Namun, sebagian besar pedagang sudah mengosongkan kios-kios mereka.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ketapang, Edy Junaidi, menegaskan bahwa bongkar paksa merupakan jalan terakhir. Karena menurut Edy, sebelumnya semua prosedur telah dilakukan. "Eksekusi ini bukan berarti kita semena-mena, mekanisme dan tahapan sudah dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan," katanya usai pembongkaran.

Pada eksekusi tersebut pihaknya dibantu oleh TNI dan Polri. Pihaknya memang sengaja meminta bantuan kepada TNI dan Polri, guna mengantisipasi terjadinya perlawanan dari pedagang. Terlebih lagi, dia menambahkan, pedagang memang terang-terangan menolak pembongkaran pasar tersebut. "Beberapa anggota kami luka terkena lemparan batu," jelasnya.

Ia menambahkan, pascapenertiban ini pihaknya bersama tim gabungan akan melakukan pengamanan di lokasi pasar selama satu bulan lamanya, untuk menghindari adanya aktivitas-aktivitas perdangan baru dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. "Kalau masih ada yang berdagang pascaditertibkan, akan kita tertibkan kembali sesuai aturan," ancamnya.

Ia mengimbau kepada para pedagang untuk menempati lapak-lapak yang telah disediakan di Pasar Rangga Sentap. Tak hanya di Rangga Sentap, pedagang juga dipersilakan mereka berjualan di pasar-pasar resmi lainnya. "Tak harus ke Pasar Sentap semua, tapi ke pasar resmi lainnya juga. Kan masih masih banyak pasar resmi lainnya?" imbaunya.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, mengatakan, untuk mem-backup pembongkaran tersebut, Polres menerjunkan 120 personel. Pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, dengan menyiapkan beberapa peralatan seperti, water canon, damkar hingga ambulance. "Jumlah personil totalnya sekitar 400 orang," katanya.

Sunario mengungkapkan, ada dua anggota kepolisian mengalami luka terkena lemparan batu. Sedangkan dari anggota Pol PP, ia mengaku tidak tahu, namun jumlah yang mengalami luka lebih banyak. Karena, diakui dia jika lemparan batu memang banyak mengarah ke Pol PP. "Kaca eksavator juga pecah terkena lemparan," jelasnya.

Pihaknya sempat melepaskan tiga kali tembakaran peringatan ke udara untuk membubarkan pedagang yang semakin anarkis. Setelah tembakan gas air mata dilepaskan ke arah pedagang, konsentrasi pedagang mulai buyar dan mundur. "Kita minta untuk tidak mudah terpancing provokasi yang akhirnya hanya menyebabkan situasi keamanan tidak baik dan membuat masyarakat dirugikan," pintanya. (afi)

Berita Terkait