Partisipasi Warga untuk Kemajuan Dunia Pendidikan

Partisipasi Warga untuk Kemajuan Dunia Pendidikan

  Sabtu, 24 February 2018 11:00
BANGUN: Pengurus, pemilik tanah dan Anggota DPRD Kalbar melakukan peletakan batu pertama di lokasi sekolah yang akan dibangun. ISTIMEWA

Ningsih Wakafkan Tanah untuk Bangun Sekolah Kejuruan

Pembatasan Kuota Menyulitkan Pelajar Sungai Rengas Sekolah di Kota Permudah Akses Pendidikan, Warga Wakafkan Tanah Buat Bangun SMK

Pembatasan kuota bagi pelajar daerah lain yang ingin mengenyam pendidikan di Pontianak, jadi alasan Wahyu Ningsih, warga Desa Sungai Rengas, menghibahkan tanahnya untuk dibuatkan sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta. Bila sekolah ini sudah jadi, pelajar tak perlu bingung untuk melanjutkan pendidikannya. 

MIRZA AHMAD MUIN, Sungai Rengas

HALAMAN rumah milik warga Gang Tanggul Karya, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis pagi ramai dikerumuni warga. Ya, hari itu tak jauh dari lokasi rumah, akan ada peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Harapan Kita Sejahtera. 

Jika tak berkendala, pembangunan sekolah itu akan berdiri di tanah hibah, milik Wahyu Ningsih (47). "Niat saya memang mau wakafkan tanah ini untuk dibuat sekolah. Saya sedih melihat pelajar sini, kalau mau melanjutkan sekolah harus daftar ke kota. Selain jauh, batasan kuota anak daerah juga jadi kendala," ungkap Wahyu.

Dijelaskan dia, sekarang sebagian besar pelajar sekolahnya di Pontianak. Itu karena di tempat ia tinggal sekarang pemerintah daerah belum membangun sekolah lanjutan. "Jika mau sekolah, anak-anak setempat mesti ke kota diantar orang tua. Ini lumayan jauh. Makanya saya terpanggil untuk mewakafkan tanah saya buat dibangun sekolahan," katanya.

Dia tak ingin, anak-anak sini justru terputus sekolahnya. Namun itu bisa terjadi. Alasannya karena batasan kuota pelajar daerah untuk bisa sekolah di Pontianak. Jika mereka tak lulus, pilihan terakhir adalah sekolah swasta, tapi kalau tak ada biaya, mereka mau sekolah di mana. Belum lagi lokasi sekolah yang jauh. 

Ditanya soal pembangunan sekolah, dirinya tak tahu menahu. Tapi yang ia dengar dari pihak pengelola sekolah, dalam waktu dekat ini pembangunan akan dikerjakan bertahap. "Semoga saja dalam pembangunan nanti tak ada kendala," katanya.

Ketua Yayasan SMK Kesehatan Harapan Kita Sejahtera, Suhardi bersyukur ada donatur mau mewakafkan lahan untuk dibangun sekolah.

Dia menjelaskan, Sungai Rengas memang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak. Tapi setiap tahunnya anak-anak sini tak bisa diakomodir di sekolah kota, dikarenakan daya tampung terbatas.

Mengenai SMK Kesehatan yang ia dirikan, sebenarnya sudah ada sejak 2016. Namun, sekolah ini belum miliki gedung sendiri, sehingga untuk belajar mengajar masih numpang dibangunan Rhaudatul Islamiyah Pal V.

Untuk pembangunan sekolah, dikatakan dia biayanya didapat dari bantuan swadaya masyarakat dan beberapa donatur. Nanti sambil berjalan, anggarannya akan terus dicari. Mudah-mudahan pembangunan sekolah ini tak ada kendala. Keingingan masyarakat setempat untuk memiliki gedung sekolah dilihatnya juga begitu tinggi.

"Pembangunan  SMK ini memang dengan dana yang minim dan niat saja.  Ini berdasarkan keberanian dan tekad kita untuk  menyediakan fasilitas  pendidikan," terangnya. 

Dalam penancapan batu pertama kata dia, juga dihadiri anggota Komisi V, DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Meiske Angraini. Mudah-mudah kedatangan dia ke sini dapat memberi angin segar. Khususnya untuk perhatian pembangunan sekolah ini. Harapan dia dengan terbangunnya fasilitas  pendidikan ini ke depan dapat menampung anak-anak yang berada disana. 

"Saya jelas mendukung pembangunan sekolah ini. Semoga dengan berdirinya SMK di desa ini ke depan dapat mendukung pendidikan warga Desa Sungai Rengas," kata Anggota DPRD Kalbar, Meiske Angraini.

Sebagai tindak lanjutnya, dirinya akan melihat program Komisi V khususnya yang bersentuhan dengan pendidikan. Tapi, secara keseluruhan ia mendukung sekolah ini agar segera dibangun.(*)