Parkiran Kantor Bupati Roboh

Parkiran Kantor Bupati Roboh

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:35
ROBOH : Bangunan garasi kantor bupati Mempawah roboh disapu angin kencang.

Berita Terkait

MEMPAWAH- Angin kencang menerjang kawasan pesisir Kabupaten Mempawah, Selasa (30/8) sekitar pukul 15.00 WIB menyebabkan kerusakan. Sejumlah bangunan roboh dan pohon tumbang. Angina kencang disertai petir dan hujan deras itu berlangsung kurang lebih 1, 5 jam.

 
 

Dari informasi yang dihimpun koran ini, salah satu korban terjangan angin kencang tersebut yakni parkiran milik Kantor Bupati Mempawah. Atap garasi berwarna merah itu roboh lantaran tak kuat disapu angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kabarnya tiga buah sepeda motor milik pegawai setempat ikut tertimpa atap garasi. Akibat kejadian itu, diduga kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

 

Selain merusak bangunan garasi Kantor Bupati Mempawah, sapuan angin kencang juga merusak atap rumah warga di Desa Kuala Secapah. Atap seng bagian teras rumah warga tersebut tampak rusak parah. Kemudian, sapuan angina kencang juga menumbangkan sebuah pohon besar di depan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Mempawah. Beruntung, pohon yang tumbang berada di halaman Rutan hingga tidak membahayakan keselamatan pengendara.

 

“Sejak awal memang langit sudah terlihat gelap. Tak lama kemudian, angin kencang disertai hujan mulai turun. Tiupan angin sangat kencang sekali,” tutur Imran, warga Mempawah.

 

Imran menyebut, sapuan angin kencang dan hujan deras yang menerjang Kota Mempawah dan sekitarnya diperparah dengan sambaran petir. Gemuruh petir membuat suasana Kota Mempawah semakin mencekam. Warga pun memilih berdiam diri didalam rumah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Diperparah lagi dengan listrik padam. Sehingga membuat suasana semakin mencekam. Langit gelap, angin kencang, petir dan lampu pun mati. Beruntung kejadian itu tidak menyebabkan kerusakan bangunan rumah kami maupun warga sekitar,” ucapnya.

 

Cerita lain dialami Nanda, pengendara warga Mempawah. Ketika cuac ekstrem itu terjadi dirinya sedang berada di jalan raya pulang dari tempat kerja. Tak mau mengambil resiko, dirinya terpaksa berhenti di sebuah bangunan dipinggir jalan raya.

 

“Sapuan angin sangat kencang, sehingga saya tak berani melanjutkan perjalanan. Khawatir laju kendaraan tidak stabil tersapu angin kencang. Bahayanya bisa celaka di jalan raya,” pendapatnya.

 

Sama dengan warga lainnya, dia pun merasakan ketakutan menghadapi cuaca ekstrem tersebut. Mengingat sapuan angin tidak hanya merusak bangunan, melainkan juga sangat mengancam keselamatan manusia. Apalagi, cuaca ekstrem itu berlangsung dirinya sedang berada diluar rumah.

 

“Mudah-mudahan nanti tidak mengalami lagi cuaca ekstrem seperti ini. Sangat takut ketika berada di jalan raya dalam kondisi cuaca seperti itu,” akunya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait