Pariwisata Kalbar Harus Siap Hadapi MEA

Pariwisata Kalbar Harus Siap Hadapi MEA

  Sabtu, 30 July 2016 18:32
PEMBUKAAN : Gubernur Kalbar Cornelis, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO), Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan Bupati Landak Adrianus Asia Sidot saat pembukaan Pameran Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya Kabupaten Landak di Jakarta, Jumat (29/7)

Berita Terkait

JAKARTA -- Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis membuka secara resmi pameran Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya Kabupaten Landak "Welcome to Landak,  Land of Dayak" di Mal Ciputra, Jakarta, Jumat (29/7).

Pembukaan dihadiri Wakil Ketua MPR yang juga tokoh nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Oedang, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pembukaan pameran juga disaksikan ratusan pasang mata yang memadati Mal Ciputra.

Cornelis, OSO, Sidarto, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot, bersama-sama memukul alat tradisional dayak di atas panggung tanda dimulainya pameran.

Dalam sambutannya, Cornelis menegaskan, untuk bisa memberikan sumber pendapatan negara tidak hanya semata-mata harus bergantung pada sumber daya alam tetapi juga harus meningkatkan pariwisata. “Dengan pariwisata, banyak manfaat yang bisa kita buat," kata Cornelis.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, pameran ini juga harus menjadi motivasi agar masyarakat terutama Landak dan Kalbar siap menghadapi perekonomian global. Apalagi, saat ini menuju masyarakat ekonomi ASEAN. "Sehingga kita tidak ketinggalan dari daerah lain," kata Mantan-Bupati Landak itu.

Beragam keunggulan dan potensi pariwisata Landak diperkenalkan dalam pameran ini.  Termasuk kekayaan alam Landak.

Adrianus Asia Sidot mengatakan, Landak menawarkan berbagai macam potensi pariwisata unggulan. Landak juga kaya akan sumber daya alam yang melimpah termasuk hasil pertanian dan perkebunan. Potensi ini menjadi unggulan ekonomi di Landak.

"Selain potensi pariwisata, Kabupaten Landak juga punya potensi ekonomi. Bagi yang mau berinvestasi, kami siap membuka peluang investasi di Kabupaten Landak," katanya.

Adrianus menjelaskan, ada beragam objek wisata bisa dikunjungi oleh wisatawan di Landak, misalnya Air Terjun Banangar yang merupakan salah satu riam andalan.  Di dasar  air terjun tersebut bisa ditemukan bahan tambang termahal dunia yakni intan. "Satu-satunya kabupaten yang punya potensi intan ada di Landak. Kami tawarkan pariwisata air terjun sambil mendulang intan," kata Adrianus.

Keunikan air terjun ini tidak hanya sampai di situ. Selain indah, punya kekayaan intan, lokasi ini juga bisa dipakai untuk berpetualang. Di bawah Air Terjun Banangar ini bisa juga digunakan untuk rafting.

"Ini tempat terbaik untuk adventure, akan ditemui flora dan fauna endemik Kalimantan," jelasnya.

Flora fauna yang dimaksudkan misalnya tanaman anggrek, serta burung enggang dan ruai. "Ini kekayaan eksotik khas Kalimantan," kata dia.

Selain itu, ada juga air Terjun Dait. Keistimewaannya, air terjun ini terdiri dari tujuh tingkat. Lokasinya mudah dijangkau karena infrastrukturnya sudah bagus. Ada pula Air Terjun Bedawat yang tidak kalah eksotis. Riam ini berada di hutan lindung yang masih alami. Selain itu, masyarakat juga bisa mengunjungi berbagai tempat bersejarah seperti Makam Juang Mandor, Rumah Betang, dan Keraton Ismahayana Landak. Tak cuma itu, ada pula Pesta Naik Dango, yang merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat dayak kepada sang pencipta atas hasil panen yang diperoleh. Pesta ini biasanya digelar setiap 27 April 2016.  (Ody)

Berita Terkait