Panwaslu Genjot Pengawasan Pemilu Partisipatif

Panwaslu Genjot Pengawasan Pemilu Partisipatif

  Rabu, 17 January 2018 10:00
Gandeng Ormas dan Sekolah Tinggi

Berita Terkait

SINGKAWANG—Guna mewujudkan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil (Luber Jurdil) di kota Singkawang maka dibutuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif.

 

“Masyarakat, stakholder, serta setiap elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam pengawasan proses pemilu agar pemilu yang Luber dan Jurdil bisa terwujud,” ungkap Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Singkawang Hj Zulita usai membuka sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif dalam rangka Pemilu DPR, DPD, DPRD serata Pilpres 2019 Selasa (16/1) kemarin di sebuah hotel Jalan Kom Yos Sudarso.

 

Sebagai wujudnya, kata dia, dilakukanlah pendatanganan kerjasama antar organisasi kemasyarakatan (ormas), perguruan tinggai maupun sekolah tinggi di kota Singkawang. Setidaknya ada tujuah orgamas dan sekolah tinggi yang meneken nota kesepahaman pengawasan Pemilu Partisifatif ini, yakni STIH Singkawang, FKPELA, GP Anshor Kota Singkawang, HKTI, PMII, Pemuda Muhammadiyah, PD Aisiyah Kota Singkawang.

 

Dihadapan anggota Panwaslu kota Singkawang masing-masing perwakilan orgmas dan sekolah tinggi menandatangani nota kesepahaman tersebut. Kemudian seluruh ormas dan sekolah tinggi mendengarkan sosialisasi peraturan hukum yang berkaitan Pemilu.

 

Dalam sosialisasi ini, kata Zulita, pihaknya memberikan gambaran terkait tugas-tugas mengawal Pemilu agar berjalan sesuai aturannya, lalu aturan-aturan Pemilu, indikasi-indikasi dugaan pelanggaran pada setiap tahapan Pemilu, lalu bagaimana melaporkan jika menemukan hal-hal dianggap pelanggaran Pemilu.

 

“Dengan Orgamas dan sekolah tinggi ini memahami aturan ini diharapkan dapat menularkan aturan aturan Pemilu ini ke masyarakat baik melalui teman, keluarga maupun warga sekitar tempat tinggal. Sehingga masyarakat mengataui aturan Pemilu,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua STIH Soeltan M Tsjafioeddin Singkawang, Kincar Bangun MH, mengapresiasi langkah yang dilakukan Panwaslu kota Singkawang. Prinsipnya, kata dia, bagaimana seluruh elemen membangun kebersamaan mencerdaskan masyarakat terkait Pemilu. “Semakin cerdas masyarakat. Dalam artian mengetahui aturan Pemilu, maka sangat memungkinkan terwujudkanya Pemilu yang berjalan sesuai keinginan aturan dan harapan kita bersama,” jelasnya.

 

Makanya, kata dia, kerjasama yang dibangun Panwaslu Kota Singkawang bersama sekolah tinggi maupun Orgmas yang ada ini diharapkan mampu mengawal dan mengawasi proses Pemilu sesui tahapanya masing-masing. “Saya sebagai koordinator sekolah tinggi nantinya siap mengerahkan mahasiswa di kota Singkawang berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu di kota Singkawang ini,” ungkapnya. Kunci pengawasan partisipatif, kata dia, salah satu yang utama adalah koordinasi antar elemen yang terlibat. “Koordinasi ini yang penting, ini kunci sukses pengawasan Pemilu partisipatif,” terangnya.

 

Hal sama diungkapkan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA), Henry Tri Purwati mengatakan pihaknya akan semaksimal mungkin melakukan pengawasan Pemilu partisipatif apalagi sudah dilakukannya nota kesepahaman dengan Panwaslu kota Singkawang. “Inikan amanah yang harus dijalankan secara maksimal. Caranya dengan melakukan pencerdasan kepada masyarakat terkait aturan-aturan Pemilu,” jelasnya.

 

Hal ini, kata dia, agar lebih banyak masyarakat kota Singkawang mengetahui aturan Pemilu dengan demikian akan tumbuh “Self Defence” warga dalam Pemilu itu sendiri. “Dengan mengetahui aturan Pemilu maka masyarakat menjadi terlindungi dan tidak terlibat dalam kesalah-kesalahan Pemilu yang tidak mereka ketahui. Ini tugas kita, semoga kita bisa melaksanakannya dengan baik dan maksimal,” katanya. (har)

 

Berita Terkait