Panwaslu Bantah Tak Netral

Panwaslu Bantah Tak Netral

  Sabtu, 19 December 2015 08:09
PLENO KPU: Rapat pleno KPU menyatakan pasangan Suryadman Gidot-Agustinus Naon unggul. AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Ketua Panwaslu Bengkayang Meizeren Zain,ST menepis isu ketidaknetralan dari Panwaslu Bengkayang. "Hal ini terkait beberapa laporan dugaan pelanggaran sudah kami sikapi, dan berujung pada rekomendasi dilakukannya pemungutan suara ulang (PSU)," ujarnya.

Dia menuturkan sementara beberapa laporan lain sedang dilakukan penelitian dan kros cek lapangan. Secara umum pleno rekapitulasi perolehan suara paslon Bupati/Wakil Bupati Bengkayang  tingkat Kabupaten berjalan aman."Ada beberapa hal yang menjadi keberatan dari tim paslon 1, sudah ditanggapi oleh KPU. Dan dimasukkan dalam form DB2-KWK (keberatan saksi)," tukas Zain saat pleno terbuka dilaksanakan di Kantor Bupati Satu Atap Kabupaten Bengkayang.

Dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkayang menyatakan pasangan nomor urut 2, Suryadman Gidot-Agustinus Naon unggul dengan perolehan 55.341 suara sah atau 50,63 persen.Sedangkan pasangan calon nomor urut 1, Sebastianus Darwis-Rurakhmad kalah dengan perolehan 53.965 suara sah atau 49,37 persen. Hanya selisih 1.376 suara dari total suara sah 109.306 pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020.

"Hasil pleno terbuka ini diperoleh dari 17 tingkat kecamatan. Serta 619 tempat pemungutan suara di seluruh kelurahan dan desa Kabupaten Bengkayang," ketua KPU Bengkayang Ir. Martinus Khiu, Rabu (16/12) di Kantor Bupati Satu Atap, Jalan Guna Baru Trans Rangkang.

Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak secara khusus kepada pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang, pihak aparat kemananan Polres Bengkayang, Dandim 1202 Singkawang dan Danlanud Singkawang II yang telah mendukung proses rekap mulai pukul 09.00 pagi sampai 21.00 malam,  begitu juga kepada saksi paslon 1 dan 2 atas kehadirannya pada rekapitulasi dan Pleno KPU di Kantor Bupati satu atap.

"Jika ada permasalahan dan sengketa tetap menjadi ranahnya Panwaslu, dan KPU menunggu rekomendasi dari Panwaslu," ujar Khiu.Di tempat sama hasil pleno penetapan KPU Bengkayang, Esidorus,SP Ketua Tim sukses Sebastianus Darwis-Rurakhmad bersama sekretarisnya Eddy,A,SH menolak untuk menandatangani berita acara perolehan suara berdasarkan rekapitulasi hasil dan rincian penghitungan perolehan suara di tingkat kecamatan Kabupaten Bengkayang."Kami mengajukan keberatan dan menolak menandatangani berita acara, karena beberapa laporan kami yang telah diajukan ke Panwaslu tidak disikapi dengan baik," tuturnya.

Dia menyatakan ada beberapa TPS yang diduga ada pelanggaran. Namun tidak disikapi oleh KPU dan Banwaslu Kabupaten Bengkayang. Sementara yang bukan menjadi laporan dari pihaknya justru dilakukan pemilihan ulang di TPS 1 Desa Tanjung Kecamatan Teriak.Ia mengungkapkan atas dasar ketidak neteralan penyelenggaraan Pilkada,  pasangan nomor 1, Sebastianus Darwis-Rurakhmad akan melakukan keberatan ke tingkat makamah konstitusi bahwa adanya indikasi kecurangan Pilkada Bengkayang.

"Kami tidak terima atas hasil berita acara KPU Bengkayang, karena ada indikasi kecurangan dan ketidakneteral pelaksanaan Pilkada. Untuk itu dalam waktu tiga hari sejak penetapan, kami berkoordinasi akan melanjutkan ke mahkamah konstitusi (MK)," tukas Esidorus. (irn)

Berita Terkait