Panwaslu Ajak Masyarakat Awasi Pemilu

Panwaslu Ajak Masyarakat Awasi Pemilu

  Jumat, 17 November 2017 10:00
BERPERAN AKTIF: Panwaslu Kabupaten Kapuas Hulu menggelar sosialisasi pemgawasan Pemilu partisipatif. Diharapkan semua elemen masyarakat Kapuas Hulu mengambil peran dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilu.ISTIMEWA

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (16/11) menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak keterlibatan seluruh elemen masyarakat Kapuas Hulu terlibat dalam rangka pengawasan jalannya proses penyelenggaraan Pemilu.

Ketua Panwaslu Kabupaten Kapuas Hulu, Musta’an mengatakan, peran warga negara dalam pengawasan Pemilu demi terwujudnya penyelenggaraan Pemilu sangatlah penting. Penyelenggaraan pemilu akan berjalan dengan baik dalam setiap tahapan apabila mendapat pengawasan serta dukungan dari warga negara itu sendiri. “Mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban dalam partisipasinya sebagai warga negara,”katanya saat menyampaikan dalam sambutan. Mustaan menjelaskan, minimnya kesadaran hak dan kewajiban politik itu mengakibatkan respon masyarakat dalam proses politik masih belum maksimal. Untuk itu, penting bagi pihaknya melakukan identifikasi terhadap banyaknya forum warga yang eksis di masyarakat.

“Identifikasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menjalin kerjasama dalam pengawasan Pemilu. Fungsi kerjasama ini tidak hanya dapat memperkuat kapasitas pengawasan, tetapi juga mendorong perlibatan warga yang lebih luas dalam penyelenggaraan Pemilu,” jelasnya.

Sementara Krisantus Heru Siswanto, Komisioner Bawaslu Kalbar mengatakan, sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif ini untuk mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan Pemilu secara aktif. “Karena dalam mengawasi Pemilu ini bukan hanya peran Bawaslu saja, tetap juga masyarakat,” ucapnya.

Menurut Krist, selama ini dalam proses Pemilu, masyarakat hanya datang, mencoblos dan pulang. Tentunya Bawaslu itu tidak mau lagi masyarakat seperti itu, namun dalam Pemilu nanti, mereka juga dapat mengambil peran sebagai pengawas Pemilu. “Kami tidak mau masyarakat itu hanya dijadikan objek, namun harus jadi subjek dalam Pemilu nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut Krist mengatakan, dalam sosialisasi hari ini memang terlihat banyak pelajar yang mengikutinya, hal ini dikarenakan mereka merupakan pemilih pemula, paling tidak ketika mereka mengikuti kegiatan ini, mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika Pemilu nanti.

“Karena pemilih pemula ini rentan dimobilisasi dengan ketidaktahuannya saat menjelang Pemilu, makanya dengan ini mereka bisa memahami pentingnya mendatangi TPS. Tak kalah penting itu mereka bisa juga mengawasi Pemilu,” pungkasnya.

Sementara itu Wan Taufiqurahman Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu mengatakan, dirinya sangat yakin jika pelaksanaan Pemilu Gubernur 2018 akan berjalan dengan aman dan lancar.

Karena Kapuas Hulu sangat berbeda dengan Kabupaten lain yang selalu menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. “Namun begitu kita tidak boleh lengah, harus saling jaga semuanya. Termasuk peran media yang begitu besar,” ungkapnya.

Dalam Pemilu sendiri kata Wan Taufiq bukanlah bicara soal suku, agama apa yang memimin suatu daerah, tapi bagaimana pemimpin itu bisa maju dan mengembangkan daerah Kalimantan Barat.

"Sekarang kan udah banyak baleho calon Gubernur Kalbar terpasang di jalan, tinggal kita pilih mana yang terbaik,”ucapnya.

Maka untuk itu politisi Golkar ini sangat mengharapkan semua peran masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam Pemilu nanti, jangan sampai daerah Kapuas Hulu ini mudah diadu domba bahkan dihasut oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan Kapuas Hulu menjadi tidak tenang. “Karena kita tahu selama ini, setiap ada Pemilu, daerah Kapuas Hulu selalu aman saja,” pungkasnya.(*/r)

Berita Terkait