Pantai Tengkuyung Potensi yang Belum Tergarap

Pantai Tengkuyung Potensi yang Belum Tergarap

  Selasa, 20 September 2016 09:30
SINGGAHAN PENYU: Pantai Tengkuyung, di Desa Nibung yang masih alami namun belum tersentuh promosi wisata. Saat ini hanya dimanfaatkan untuk aktivitas warga sehari-hari seperti menjemur buah kelapa.

Berita Terkait

KUBU RAYA--Pantai Tengkuyung yang terletak di Desa Sungai  Nibung Kecamatan Teluk Pakedai merupakan salah satu potensi wisata di Kubu Raya. Meski setiap harinya puluhan warga lokal dan puluhan warga desa tetangga datang untuk liburan ke pantai ini, namun masih kurangnya promosi membuat pantai dengan panjang sekitar 1,1 kilometer ini belum dikenal masyarakat luar.

 
Untuk ke pantai ini kita hanya dapat menggunakan jalur air. Jika menggunakan speedboat 25 PK memakan waktu satu setengah jam setengah menuju muara sungai besar. Dari muara sungai besar, kita harus kembali menyusuri anak sungai dengan menempuh waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk tiba di pantai.

“Sebenarnya untuk menyusuri anak sungai ini bisa memakan waktu sekitar 15 menit saja asalkan tidak dangkal. Kondisi sungai masih cukup dangkal, makanya setiap speedboat atau perahu yang melintasi anak sungai ini harus memakan waktu lama untuk sampai di pantai,” kata Kepala Desa Sungai Nibung, Syarif Ibrahim.

Selain jalur sungai, pada dasarnya juga terdapat akses jalan darat yang bisa digunakan untuk menuju pantai namun karena masih belum baiknya kondisi jalan, misalnya disejumlah titik masih ditemukan jalan yang terputus membuat pengunjung lebih banyak memilih unutk menggunakan jalur sungai.

Sebelumnya warga lokal menyebut pantai ini dengan nama Pantai Paloh, namun karena banyak yang mengira Pantai Paloh berada di Kabupaten Sambas beberap waktu terakhir sebagian warga desa mengubah nama pantai menjadi Pantai Tengkuyung.

“Awalnya saat saya sebut Pantai Paloh, banyak orang luar berfikir letak pantai ini di Kabupaten Sambas, makanya saya coba ganti menjadi Pantai Tengkuyung karena salah satu ciri khas di pantai ini banyak ditemukan tengkuyung di sepanjang bibir pantai,”kata Kepala Desa Sungai Nibung, Syarif Ibrahim.

Suasana sekitar pantai masih terasa alami, karena masih belum banyak bangunan yang ada di sana. Selain beberapa rumah warga yang letaknya agak berjauhan, di sekitar pantai hanya terdapat sebuah home stay dengan luas sekitar 12x6 meter yang disekat menjadi tiga kamar. Sekitar 500 meter dari home stay juga terdapat sebuah gazebo yang bisa digunakan bagi pengunjung untuk beristirahat.

“Bagi yang ingin menikmati rindangnya hutan mangrove di sini juga disediakan jalan track mangrove sepanjang 200 meter. Kedepan secara bertahap saya berharap track mangrove ini bisa ditambah panjangnya,”ucapnya.

Sejumlah bangunan yang terdapat di Pantai Tengkuyung itu merupakan bantuan dari program CCDP IFAD. Dengan harapan warga lokal bisa mengelola  potensi ekowisata yang ada.

Di pantai ini juga menjadi tempat penangkaran penyu dengan luas sekitar 5x4 meter. Di beberapa titik di dalam tempat penangkaran itu ada ratusan telur penyu sisik dan telur penyu tung-tung yang sedang dieramkan. Dlam waktu 60 hingga 90 hari telur-telur tersebut akan menetas dan akan kembali dilepaskan ke laut,” kata salah satu penjaga pantai, Burhan.

Sebelumnya sekitar tahun 2011, Syarif Ibrahim mengaku desanya pernah mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan pengelolaan pantai, namun karena keterbatasan sumber daya manusia lokal pihaknya sempat vakum dalam mengembangkan dan mengelola potensi yang ada di pantai.

“Pada tahun 2017 mendatang program CCDP IFAD akan berakhir. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui dinas terkait seperti Dinas Pariwisata bisa memberikan perhatian lebih dalam pengembangan potensi Pantai Tangkuyung ini,” ungkapnya.

Syarif Ibrahim meyakini jika dikelola atau dikemas dengan menarik Pantai Tengkuyung akan mampu menarik ribuan wisatawan lokal dan asing, apalagi di pantai tersebut terdapat wisata alam seperti mangrove, hewan penyu bahkan sesekali pesut dan anjing laut tampak timbul tak jauh dari tepian pantai. ash)

Berita Terkait