Pantai Pulau Datok Terus Ditata

Pantai Pulau Datok Terus Ditata

  Jumat, 13 May 2016 10:01
TERKESAN KUMUH: Banyaknya kursi dan meja di Pantai Pulau Datok terkesan kumuh dan tidak rapi. Disbudparpora mengimbau kepada pemilik usaha tidak menambah bangunan lagi. DANANG PRASETYO/Pontianak Post.

Berita Terkait

SUKADANA-- Warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara sangat mendukung imbauan dari Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara agar tidak menambah lagi bagunan kursi di Pantai Pulau Datok. Pantai Pulau Datok akan menjadi puncak pusat kegiatan perhelatan Sail Selat Karimata pada 15 Oktober mendatang.

“Ya, seharusnya memang tidak diperbolehkan untuk menambah bangunan lagi, seperti kursi dan meja.  Hal tersebut tentunya yang ada malah tampak kuhuh dan kurangnya penataan di pantai andalan kita di Kayong Utara,”terang Rizal Komarudin, Kamis(12/5).

Bahkan, menurut dia Dinas terkait bukan hanya melarang untuk menambah bangunan berupa kursi dan meja saja. Melainkan dapat menghilangkan bangunan kursi dan meja yang kian menjamur dengan memberikan alternatif mungkin dapat menggunakan kursi plastik ataupun lainnya. Sehingga, sambung dia di pantai dalam menyambut Sail Selat Karimata tampak tertata dan rapi. Tentunya akan berdampak pada peningkatan pengunjung pantai.

“Kalau dengan menggunakan kursi plastik, setelah membuka warung mereka dapat kembali mengemaskan dan dibawa masuk ke dalam warung pedagang masing-masing. Bagaimana caranya dapat menciptakan suasana berbeda dalam menyambut Sail Selat Karimata. Tentunya dapat dilakukan musyawarah terlebih dahulu bersama pemilik usaha di Pantai Paulau Datok itu,”saran Rizal, yang juga tergabung dalam penggiat wisata Explore Kayong Utara.

Pejabat Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara, Mas Yuliandi mengatakan saat ini beberapa bangunan kursi meja di kawasan Pantai Pulau Datuk memang semakin menjamur, dan tidak tertata dengan rapi. Sehingga lanjut dia, pihak Disbudparpora mengimbau kepada seluruh pedagang untuk tidak menambah bangunan, dan  dapat menjaga bangunan yang sudah ada. “Kursi dan meja yang ada sebaiknya dapat dirapikan, tapi nanti untuk Sail, demi menjaga keindahan mungkin akan ditertibkan,”kata Mas Yuliandi.

Untuk penambahan bangunan di tanah milik pribadi Mas Yuliandi juga menyarankan kepada warga untuk dapat menjaga jarak bangunan dengan badan jalan, karena berdasarkan informasi, pihak Pemerintah juga akan menambah lebar bangunan jalan di kawasan Pantai Pulau Datok.  

“Kita juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di pantai, menjaga jarak bangunan dengan badan jalan. Dan jangan membangun dengan asal-asalan. Kalau hanya pakai kayu bulat dan atap daun pun namun tetap indah dipandang mata,”tutupnya.(dan)

 

Berita Terkait