Pantai Pulau Datok Songsong Sail Selat Karimata, Masih Tetap Kumuh, Butuh Sentuhan Serius

Pantai Pulau Datok Songsong Sail Selat Karimata, Masih Tetap Kumuh, Butuh Sentuhan Serius

  Senin, 15 February 2016 08:25
TERKESAN KUMUH: Terlihat sampah berserakan di lokasi Pantai Pulau Datok Sukadana. Kondisi tersebut begitu merusak keindahan panorama alam di destinasi wisata andalan Kayong Utara tersebut. DANANG PRASETYO/PONTANAK POST

Berita Terkait

Negeri Bertuah telah dikenal memiliki salah satu objek wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Pantai Pualau Datok. Pantai tersebut nantinya bakal menjadi lokasi puncak dalam perhelatan Sail Selat Karimata yang akan dihelat pada tahun ini. DANANG PARSETYO, Sukadana 

OBJEK wisata Pantai Pulau Datok mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di mana lokasinya. Sukadana, ibukota Kabupaten Kayong Utara, ikut kecipratan lantaran begitu terkenalnya pantai tersebut. Ketika terdengar kata pantai, terbayang di pelupuk mata bagaimana keindahnya lokasinya. Namun sayang, obyek wisata unggulan tersebut saat ini masih tampak terlihat tidak tertata secara baik. Masih bisa dijumpai bagaimana berserakannya sampah dan minimnya terdapat tempat pembuangan sampah di lokasi wisata yang satu ini.

Hingga saat ini, setelah berlangsungnya delapan tahun pemerintahan di Kabupaten Kayong Utara, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) masih belum ada perhatian yang serius terhadap objek wisata tersebut. Hal itu terbukti dengan banyaknya sampah serta kursi lapak liar milik pedagang. Kondisi ini membuat lokasi di sana tampak menjadi kumuh. Apakah ini bertada masih minimnya perhatian oleh pemerintah setempat? Apakah penataan pantai tersebut harus menuggu Sail? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu, sering terdengar dari para pengunjung.

Selain itu dengan minimnya penerangan jika malam hari, tidak jarang menjadikan banyak remaja yang berpacaran di lokasi itu. Mereka kerap terjaring oleh Sat Pol PP setempat lantaran masih berdua-duaan di sana pada jam-jam larut. Hal ini pun menimbulkan opini dari masyarakat pengunjung, bahwa pemerintah memang kurang serius dalam menata dan menjaga kawasan wisata ini. Padahal di sini nantinya akan dijadikan lokasi bagi acara puncak pada Sail Selat Karimata, di mana yang akan dihadiri oleh sejumlah warga negara asing.

Salah satu pengunjung asal Kota Pontianak yang kebetulan sedang berlibur di lokasi pantai tersebut, mengaku cukup puas dengan suasana maupun pemandangan pada kawasan ini. Namun, dia cukup prihatin dengan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat.

“Pemandangannya cukup bagus dan memang menarik untuk dikunjungi. Namun sayang masih minimnya penataan oleh pemerintah. Tetapi semoga saja jika memang kawasan pantai ini akan menjadi lokasi pelaksanaan Sail Selat Karimata akan tertata lebih baik lagi,” ucap pengunjung yang diketahui bernama Syarif Said Assegaf tersebut.

Selain itu, pengunjung asal Kabupaten Ketapang, Chin Ciang, mengungkapkan jika lokasi wisata di Kayong Utara ini sebenarnya tidak kalah dengan lokasi wisata di luar negeri. Hanya saja, dia menambahkan, dibutuhkan keseriusan dari pemerintah untuk melakukan perawatan dan penataan pada kawasan ini. Jika ditata dengan lebih serius, dia yakin akan dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan dari dalam maupun luar negri.

“Perlu keseriusan untuk menata kawasan pantai ini, agar dapat lebih baik lagi. Dan dengan harapan, saat pelaksanaan Sail nanti dan pasca-Sail, kawasan pantai ini akan dapat lebih terta lagi. Dan memang benar-benar diurus oleh pemerintah,” ucapnya.Ia berharap untuk ke depannya pemerintah dapat secara serius dalam menangani hal ini. Pemerintah diminta untuk tidak melupakan lokasi wisata lainnya yang terdapat di Kayong Utara. Karena, menurutnya, jika kawasan wisata alam dapat terjaga dan tertata dengan baik, tidak menutup kemungkinan para pengunjung pun akan berbondong-bondong mengunjungi kawasan itu. Meski, menurut dia, mereka harus merogoh kocek yang cukup dalam. (*)

 

Berita Terkait