Pansus Soroti Kayu Tebangan

Pansus Soroti Kayu Tebangan

  Jumat, 22 April 2016 09:19
TINJAU: Ketua Pansus LKPj DPRD, Rusli Abdullah mendapat penjelasan dari Abdurahman, Ketua PPK Bidang Binamarga, Dinas PU Kabupaten Mempawah di proyek pembangunan jalan Sebukit-Sekabuk.WAHYU ISMIR/PONTIANAKPOST

Tinjau Jalan Sebukit-Sekabuk

MEMPAWAH - Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Mempawah Tahun 2015 DPRD Kabupaten Mempawah, siang kemarin, melaksanakan kunjungan kerja di lokasi proyek pembangunan jalan Sebukit-Sekabuk di Desa Pasir Mempawah Hilir dan Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang.

Delapan Anggota Pansus LKPj yang didampingi sejumlah Staf Sekretariat DPRD, menelusuri jalan Sebukit-Sekabuk sepanjang 18 kilometer menggunakan Bus DPRD. Di sejumlah titik, bus berhenti dan para anggota legislator turun ke jalan untuk mengecek langsung kualitas pengerjaan jalan yang menggunakan dana APBN-P 2015 tersebut.

Sejumlah pertanyaan disampaikan Ketua dan Anggota Pansus LKPj kepada Abdurahman ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah. Abdurahman yang turut didampingi M. Sirumahombar, selaku Kuasa Direktur PT. Rajawali Sakti Kalbar--salahsatu pelaksana proyek jalan Sebukit-Sekabuk--dengan gamblang menjelaskan proses perencanaan hingga pembangunan jalan yang menelan dana hampir Rp 75 miliar tersebut.

Ketua Pansus LKPj DPRD Kabupaten Mempawah, H. Rusli Abdullah, SE, menyoroti soal banyaknya tumpukan kayu hasil tebangan warga di bahu jalan. Parahnya, tak sedikit kayu-kayu sengaja ditumpuk hingga ke badan jalan sehingga menyulitkan pengguna jalan untuk lewat, dan menurutnya tumpukan kayu ini bisa membahayakan keselamatan.

“Warga penebang kayu ini mesti ditertibkan, setidaknya mesti diberikan sosialisasi agar tidak lagi menumpuk kayu hasil tebangan ke bahu jalan dan hingga ke badan jalan. Jika ini dibiarkan terus, bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Ia sendiri mengaku tidak tahu pasti apakah kayu-kayu yang ditebang ini legal ataukah ilegal.  Dan apakah pemiliknya ada menyetor retribusi untuk daerah.“Dinas terkait di Pemkab Mempawah mesti segera turun tangan melakukan penertiban, bila perlu libatkan aparat kepolisian dan aparat TNI setempat,” imbuh Rusli.

Rusli yang terlihat cukup puas meninjau proyek jalan Sekabuk-Sadaniang ini, juga mengaku prihatin dengan aktivitas truk-truk kayu bermuatan berat di jalan yang baru selesai dibangun tersebut. Ia menegaskan, operasional truk-truk kayu itu bisa dengan cepat merusak kondisi jalan.

“Padahal jalan Sebukit-Sekabuk ini belum ada serah terima dari pelaksana ke pemerintah daerah. Saya khawatir, jika truk-truk bermuatan berat lewat di jalan ini, sementara jalan belum diserahterimakan, maka akan menjadi tanggungjawab pelaksana. Mestinya, untuk sementara jalan ini ditutup dulu dari aktivitas truk-truk bermuat berat sampai ada serah terima kepada Pemkab Mempawah,” ujarnya.

Anggota pansus lainnya, Sayuti, meminta Pemkab Mempawah dan Dinas PU Kabupaten Mempawah benar-benar mematangkan perencanaan sebelum memulai suatu proyek pembangunan. Ia menilai, dengan perencanaan yang matang, maka pelaksanaan suatu pekerjaan tidak terlalu banyak menghadapi kendala, misalnya kondisi alam dan geografis.

“Kami melihat ada sejumlah titik jalan ini yang tergenang karena dilanda air pasang. Ini mesti segera diantisipasi agar jalan yang baru selesai dibangun tak mudah rusak. Teknisnya tentu Dinas PU yang lebih tahu. Apakah membuat box, drainase dan lain sebagainya,” imbuh dia. (wah)