Pangkas Kuota Pemain Asing

Pangkas Kuota Pemain Asing

  Senin, 9 January 2017 09:30
KONGRES 2017 Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berfoto bersama kapen timnas dari masa ke masa pada Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatra, Kota Bandung, Minggu (8/1). Kongres PSSI di Bandung menelurkan sejumlah keputusan penting, salah satunya pembahasan status Persebaya 1927 dan enam klub bermasalah lain yakni, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, dan Persipasi Kota Bekasi. FAJRI ACHMAD NF / B

Berita Terkait

SURABAYA – Selain mengesahkan status Persebaya Surabaya dan enam klub lainnya ke kompetisi resmi, Kongres Tahunan PSSI yang bertempat di Hotel Aryaduta kemarin juga menghasilkan beberapa poin penting mengenai kasta teratas.

Salah satu poin penting yang dihasilkan kepengurusan era Edy Rahmayadi itu adalah mengenai kuota pemain asing. Jika saat perhelatan Torabika Soccer Championship pemain asing yang diperbolehkan bermain sebanyak empat orang, maka pada musim ini yang dijadwalkan berlangsung 26 Maret itu dikurangi menjadi tiga orang.

Perinciannya, dalam kuota tiga pemain itu, harus terdapat satu pemain asing yang berasal dari kawasan Asia.     Keputusan itu pun didukung oleh Barito Putera. Asisten Manajer Barito, Syarifuddin Ardasa mengungkapkan bahwa pengurangan kuota itu bakal memberikan dampak positif berupa regenerasi di tubuh timnas.

”Setidaknya, beberapa posisi yang selama ini didominasi asing bisa diisi pemain lokal,” terangnya kemarin.

Syarifuddin menjelaskan, posisi yang selama ini sering dihuni pilar mancanegara adalah targetman, gelandang serang yang cenderung berperan sebagai playmaker, dan bek sentral yang dimainkan sebagai libero jika pelatih menggunakan skema tiga bek.

Dengan pengetatan kuota pemain tersebut, lanjut Syarifuddin, maka pelatih timnas tidak akan kesulitan dalam mendapatkan talenta-talenta terbaik di posisi tersebut dari klub.

Syarifuddin malah mengatakan bahwa Laskar Antasari, julukan Barito, bisa melakukan pergeseran stigma mengenai kebutuhan pemain asing demi memberikan tempat pemain daerah memaksmalkan kemampuannya.

Sejauh ini, atas rekomendasi pelatih anyar Jacksen Ferreira Tiago, Barito tengah menjajagi untuk mendapatkan dua pemain Brasil dan satu penggawa Argentina.

Mereka yang berasal dari Brasil adalah Daniel Ribeiro (America RJ), Demerson Bruno yang merupakan salah seorang penyintas (survivor) tragedi kecelakaan tragis yang menimpa Chapecoense. Adapun pemain Argentina adalah Matias Cordoba yang memperkuat klub Malaysia, Penang FA.

Nantinya, lanjut Syarifuddin, Barito bisa mencoba untuk mengontrak pemain asing untuk menempati posisi berbeda. 

Seperti misalnya second striker, fullback, ataupun mencoba kiper, seperti yang dilakukan oleh Persipura Jayapura via kiper Korea Selatan, Yoo Jae-hoon. ”Semua opsi bisa dibicarakan,” terang Syarifuddin.

Selain Barito, dukungan terhadap kuota 2+1 juga disuarakan oleh Pelatih Kepala Arema FC, Aji Santoso.

Sama seperti Syarifuddin, Aji menyatakan bahwa pengurangan kuota itu bakal memberikan pengaruh signifikan terhadap proses peremajaan Skuad Garuda, julukan timnas Indonesia. Namun, juga harus diperhatikan dari sisi sepak bola sebagai industri.

Sebab, harus diakui, fans yang datang ke stadion juga memperhatikan pemain asing yang direkrut oleh klubnya.

Jika pemain asing itu bermain apik, yang berujung kepada kemenangan klub, maka hal itu bakal mempengaruhi penerimaan tim yang bersangkutan. ”Namun, apapun keputusannya, tetap harus didukung dengan maksimal,” ujarnya. (apu)

Berita Terkait